SAMPIT – Turnamen HNR Cup II Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi sepak bola terbesar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tetapi juga disiapkan sebagai wadah pencarian talenta muda yang berpeluang menembus klub profesional.
Ketua Panitia HNR Cup II Tahun 2026 Ahmad Bashudin mengatakan pihaknya telah menyiapkan program pemantauan pemain selama turnamen berlangsung. Para pemain terbaik nantinya akan direkomendasikan kepada sejumlah legenda sepak bola nasional yang hadir dalam turnamen tersebut untuk mendapatkan kesempatan mengikuti tahap seleksi lanjutan.
“Kami akan melihat setiap pertandingan. Ada pemandu bakat yang mencatat pemain-pemain potensial, kemudian hasilnya akan kami sampaikan kepada Bang Isnan Ali, Bang Zaenal Arif dan Bang Ilham Jaya Kesuma. Mereka memiliki jaringan dan pengalaman di klub profesional,” kata Ahmad Bashudin, Minggu 31 Mei 2026.
Turnamen yang resmi dibuka di Stadion 29 Nopember Sampit itu diikuti sebanyak 64 tim dari berbagai wilayah di Kotim, Kabupaten Seruyan hingga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kompetisi dijadwalkan berlangsung selama 32 hari, mulai 31 Mei hingga 5 Juli 2026 dengan sistem gugur.
Menurut Ahmad, pemain yang berpeluang mendapatkan rekomendasi adalah mereka yang memiliki kemampuan teknik, fisik yang baik, mental bertanding serta sikap yang positif di dalam maupun di luar lapangan.
“Yang paling kami kedepankan bukan hanya kemampuan bermain bola, tetapi juga attitude. Mereka harus punya disiplin, semangat belajar dan karakter yang baik. Usianya juga kami prioritaskan di bawah 20 tahun,” ujarnya.
Rencananya, sekitar 10 pemain terbaik hasil pemantauan akan diberikan kesempatan mengikuti try out sebagai langkah awal menuju pembinaan yang lebih serius. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan pihak klub dan pelatih yang akan melakukan penilaian lebih lanjut.
“Rencana awal sekitar 10 pemain. Mereka nanti mengikuti try out terlebih dahulu, setelah itu baru dilakukan penilaian lebih lanjut oleh pihak yang berwenang menentukan,” jelasnya.
Ahmad menegaskan bahwa seluruh penyelenggaraan HNR Cup II dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah. Turnamen terlaksana berkat dukungan sponsor dan swadaya dari para pecinta sepak bola di Kotim.
“Kegiatan ini murni dari sponsor dan swadaya. Tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah. Alhamdulillah dengan dukungan banyak pihak, turnamen kedua ini bisa kembali terlaksana dengan baik,” katanya.
Ia mengaku antusiasme peserta pada tahun ini cukup tinggi. Dari 64 tim yang berpartisipasi, sebagian besar berasal dari wilayah Kotim, termasuk sejumlah desa yang selama ini dikenal memiliki potensi pemain sepak bola berbakat.
“Banyak tim dari desa-desa seperti Tanjung Jariangau, Parenggean dan wilayah pedalaman lainnya yang ikut berpartisipasi. Kalau pemain asli Kotim saya kira sangat banyak karena mereka tersebar di berbagai klub peserta,” ungkapnya.
Selain pembinaan pemain muda, HNR Cup II juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Kotim yang pernah dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola di Kalimantan Tengah melalui klub Persesam Sampit.
Menurut Ahmad, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum optimalnya fungsi Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kotim dalam menjalankan pembinaan sepak bola secara berjenjang.
“Dulu Sampit menjadi salah satu barometer sepak bola di Kalimantan Tengah. Sekarang kami ingin membangkitkan kembali semangat itu. Karena itu kami berharap ke depan pembinaan usia dini bisa berjalan berjenjang mulai kelompok umur, remaja hingga senior,” tuturnya.
Ia berharap keberadaan HNR Cup dapat menjadi pemantik lahirnya sistem pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur sehingga Kotim kembali memiliki tim yang mampu bersaing di level regional maupun nasional.
“Kami ingin sepak bola Kotim kembali hidup. Harapannya nanti ada kompetisi usia dini, usia 13 tahun, 15 tahun, 17 tahun, 20 tahun hingga senior yang berjalan berkelanjutan. Dengan begitu kita bisa kembali memiliki tim yang kuat dan berprestasi,” pungkasnya.
Pada HNR Cup II Tahun 2026, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp75 juta. Juara pertama akan menerima hadiah Rp35 juta, juara kedua Rp15 juta, sementara dua tim peringkat ketiga bersama masing-masing memperoleh Rp7,5 juta.
Selain memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah, para peserta juga memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan legenda sepak bola nasional dan pemandu bakat yang hadir sepanjang turnamen berlangsung.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post