SAMPIT – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025 dan HUT ke-79 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Polres Kotawaringin Timur (Kotim) dan PWI Kotim kembali bertemu dalam laga ekshibisi mini soccer yang digelar di salah satu lapangan di Kota Sampit, Sabtu 15 Februari 2025 malam. Pertandingan ini berlangsung seru dengan tensi tinggi sejak awal laga.
Laga eksebisi ini mempertemukan tim Polres Kotim atau Mentaya Squad FC, yang tampil mengenakan kaos merah-putih menyerupai Timnas Indonesia, dengan tim PWI Fun Game yang mengenakan jersey biru-kuning. Mentaya Squad FC diisi oleh pemain-pemain berpengalaman, seperti Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain (nomor punggung 26), Wakapolres (43), Kasat Intel (99), Kasat Reskrim (7), Kasat Sabhara (41), Kasat Narkoba (88), serta beberapa pejabat utama (PJU) lainnya.
Bahkan, posisi penjaga gawang mereka diperkuat oleh Maulana mantan pemain yang telah sering mengikuti turnamen di luar daerah. Sementara itu, tim PWI Fun Game diisi oleh para pemain yang jarang turun bertanding dan hanya tampil dalam laga-laga eksebisi, seperti yang terlihat dalam pertandingan kali ini. Meski demikian, mereka mampu menunjukkan permainan yang solid dan mengimbangi serangan dari Mentaya Squad FC.
Sejak awal laga, Mentaya Squad FC langsung tampil menyerang dan menciptakan sejumlah peluang emas melalui striker nomor punggung 7 serta Kapolres Kotim yang mengenakan nomor 26. Beberapa tendangan ke arah gawang dilakukan oleh Mentaya Squad melalui nomor punggung 26, 43, dan 7, namun tidak membuahkan gol karena solidnya pertahanan PWI Fun Game serta penampilan gemilang kiper mereka.
Pertandingan berdurasi 2×10 menit ini berlangsung dengan ketat. Kedua tim terus berusaha mencari celah untuk mencetak gol, namun hingga babak pertama dan kedua berakhir, skor tetap 0-0, memaksa laga harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam adu penalti yang menegangkan, tim PWI Fun Game tampil lebih tenang dan percaya diri. Noorjani dan Hamim sukses mengeksekusi penalti untuk PWI Fun Game, sementara satu-satunya gol dari Polres Kotim tercipta dari kaki Wakapolres. Dengan skor akhir 2-1, PWI Fun Game keluar sebagai pemenang dalam laga eksebisi ini.
Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah, menyampaikan bahwa pertandingan ini bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara insan pers dan kepolisian. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga untuk mempererat kerja sama antara PWI dan Polres Kotim. Kami berharap sinergitas ini terus terjalin, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujarnya. Minggu, 16 Februari 2025.
Sedangkan, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain juga mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh tim PWI Fun Game. “Ajang mini soccer ini adalah bentuk kebersamaan dan sinergi antara Polres Kotim dan PWI Kotim. Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan baik yang sudah terjalin, dan kita bisa terus bekerja sama dalam menjaga kondusivitas daerah,” ungkapnya.
Dengan kemenangan ini, tim PWI Fun Game membuktikan bahwa meski tidak rutin bermain, mereka mampu memberikan perlawanan sengit dan keluar sebagai pemenang dalam laga eksebisi. Lebih dari sekadar pertandingan, momen ini menjadi simbol sinergitas antara kepolisian dan insan pers dalam membangun kebersamaan di Kotim.

Tim Bhayangkara FC Juara Trofeo Mini Soccer, PWI Kotim Raih Posisi Kedua
Sementara itu, Laga Trofeo mini soccer dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025 berlangsung meriah di Kota Sampit. Polres Kotawaringin Timur (Kotim) menurunkan dua tim unggulan, yaitu Zebra FC (Satlantas Polres Kotim) dan Bhayangkara FC, sementara PWI Kotim awalnya menurunkan dua tim, tetapi kemudian digabung karena seragam yang digunakan sama. PWI mengenakan jersey biru-kuning, Zebra FC memakai biru-hitam, sedangkan Bhayangkara FC tampil dengan warna kuning.
Pada laga itu, PWI Kotim Menang Adu Penalti Lawan Zebra FC dan di laga pertama mempertemukan PWI Kotim vs Zebra FC. Sejak awal pertandingan, kedua tim saling jual beli serangan. Gol pertama tercipta melalui kaki Budi Rahmat (19) dari PWI Kotim, membuat skor sementara 1-0. Namun, keunggulan ini tak bertahan lama karena sebuah kesalahan di lini belakang PWI membuat Zebra FC mendapatkan hadiah penalti, yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, sehingga pertandingan dilanjutkan ke adu penalti. Dalam drama adu penalti, tiga eksekutor PWI, yaitu Goes Lim, Baim, dan Hamim, sukses menjalankan tugasnya, sementara kiper PWI, Satar, tampil gemilang dengan menepis tendangan pemain Zebra FC. PWI akhirnya menang dengan skor 3-2 dan mengamankan tiga poin pertama.
Pertandingan kedua mempertemukan PWI Kotim melawan Bhayangkara FC. Fisik yang mulai terkuras menjadi tantangan bagi PWI Kotim setelah laga pertama yang menguras energi. Bhayangkara FC memanfaatkan situasi ini dengan mendominasi permainan dan akhirnya meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Basudin (27) pemain senior Polres Kotim yang akrab disapa Bang Abas.
Gol ini menjadi satu-satunya yang tercipta dalam laga tersebut, meskipun Bhayangkara FC memiliki beberapa pemain dengan pengalaman di turnamen antar-kampung (tarkam) luar daerah, seperti Randi dan Kholil. Dengan kemenangan ini, Bhayangkara FC mengumpulkan tiga poin, menyamai perolehan poin PWI Kotim.
Laga terakhir mempertemukan Zebra FC dan Bhayangkara FC, yang meskipun berasal dari institusi yang sama, tetap bersaing sengit untuk meraih kemenangan. Zebra FC yang belum meraih poin berusaha tampil maksimal, sedangkan Bhayangkara FC ingin memastikan posisi juara. Hasilnya, pertandingan berakhir imbang 1-1, membuat Bhayangkara FC unggul secara agregat dan keluar sebagai juara.
Dengan hasil akhir turnamen, Bhayangkara FC menjadi juara pertama, diikuti oleh PWI Kotim sebagai runner-up, dan Zebra FC di posisi ketiga. Trofi dan penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Kotim, Ketua PWI Kotim, dan Kabag Ops Polres Kotim kepada masing-masing tim.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan apresiasinya terhadap turnamen ini. “Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat sinergi antara kepolisian dan wartawan di Kotim. Semoga ke depan kegiatan serupa dapat terus digelar,” ungkapnya. Minggu 16 Februari 2025.
Ketua PWI Kotim Siti Fauziah menekankan pentingnya kegiatan olahraga untuk memperkuat hubungan antarinstansi. “Selain menjaga kebugaran, ajang ini juga menjadi simbol persahabatan dan kerja sama antara wartawan dan Polres Kotim. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin,” ujarnya.
Dengan selesainya turnamen ini, ketiga tim menunjukkan sportivitas dan kebersamaan, membuktikan bahwa di balik persaingan di lapangan, sinergi antara kepolisian dan wartawan tetap terjalin erat demi membangun Kotim yang lebih baik.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post