SAMPIT – Palang Merah Indonesia Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan, saat ini stok darah yang dimiliki PMI Kotim masih belum ideal, ditambah lagi pada saat bulan suci Ramadan, biasanya banyak masyarakat yang enggan melakukan kegiatan donor darah sehingga stok darah bisa menipis.
Untuk itu PMI Kotim mulai melakukan langkah antisipasi guna menyiapkan stok darah yang tersedia di PMI selama 1 bulan di bulan Ramadhan mendatang, khususnya pada tahun 2025 yang jatuh pada tanggal 1 atau 2 Maret 2025.
“Aaat ini kami tengah gencar melakukan kerjasama dari berbagai pihak untuk melakukan pendonoran darah guna memastikan stok selama Ramadan tetap aman,”kata Humas Unit Donor Darah PMI Kotim Seniwantoko, Minggu 16 Februari 2025.
Bahkan menurutnya, pihaknya juga menjadwalkan kegiatan donor darah di perusahaan-perusahaan sebelum memasuki bulan suci Ramadan seperti di Sinarmas dan Minamas.
“Karena meskipun Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa bahwa melakukan donor darah tidak membatalkan puasa namun masyarakat kebanyakan tetap enggan melakukan donor darah pada saat bulan puasa. Sehingga meskipun saat bulan puasa kami masih operasional hingga pukul 22.00 WIB, namun sejak pagi Biasanya sangat minim pendonor datang mayoritas mereka datang setelah salat tarawih,”jelasnya.
Disebutkannya kebutuhan rata-rata darah di PMI Kotim hampir 40 kantong darah per hari guna memenuhi kebutuhan pasien anemia, ibu melahirkan, thalasemia serta korban kecelakaan yang membutuhkan transfusi darah.
“Untuk itu idealnya kami memerlukan 100 kantong darah per hari atau minimal masing-masing golongan darah tersedia 30 kantong. Sehingga biasanya pihak gereja serta kelenteng di Sampit turut serta melakukan donor untuk membantu ketersediaan darah saat bulan puasa,” bebernya.
Dikatakannya saat ini ketersediaan darah pada PMI Kotim masih jauh dari kata ideal terutama untuk golongan darah AB yang sangat sulit didapatkan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post