SAMPIT – Dalam rangka launching Swalayan UMKM yang berada di Jalan Yos Sudarso Kota Sampit kabupaten Kotawaringin Timur, pemerintah setempat juga melaksanakan kegiatan Gebyar UMKM.
“Gebyar UMKM Kotim tahun 2025 merupakan wujud nyata komitmen kita bersama untuk terus mendukung dan mendorong kemajuan ekonomi melalui para pelaku UMKM di daerah ini,”kata Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol, Minggu 16 Februari 2025.
Menurutnya, UMKM bukan hanya menjadi tulang punggung perekonomian, tetapi juga simbol kemandirian, kreativitas, dan inovasi masyarakat. Untuk itu dirinya sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras seluruh pelaku UMKM yang telah berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah.
“Dalam tantangan global dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, kita harus terus beradaptasi, memanfaatkan digitalisasi, dan mengembangkan kualitas produk agar mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Gebyar UMKM ini bukan hanya ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar, berkolaborasi, dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Ia berharap acara ini dapat menjadi momentum penting bagi kebangkitan UMKM di bumi habaring hurung.
“Kami, dari pemerintah daerah, akan terus berupaya memberikan dukungan, baik dalam bentuk pelatihan, akses permodalan, maupun perluasan pasar. Mari kita jadikan UMKM sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu ketua panitia sekaligus Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kotim, Fahrujiansyah mengatakan, asosiasi UMKM di Kotim terdiri dari 11 asosiasi dengan total rp45.694 UMKM di Kotim yang memiliki legalitas sampai saat ini.
“Dengan berbagai usaha beraneka ragam adalah harapan kita bisa berkembang semakin maju. Jangan hanya membuat legalitas usaha untuk menerima bantuan tetapi yang diutamakan adalah kemandirian UMKM sendiri,” ujarnya.
Salah satu perhatian pemerintah di tahun anggaran 2024 telah memberikan bantuan modal usaha dari Bantuan Gubernur dengan total 2000 UMKM menerima bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp600.000 sedangkan dari APBD Kabupaten Kotim sendiri sebanyak 1200 UMKM dengan masing-masing sebesar Rp500.000.
“Kami berharap Gebyar UMKM ini dapat menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk dan berbagi pengalaman serta melalui kegiatan ini kami harap meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya UMKM bagi perekonomian daerah,” tegasnya.
Diketahui kegiatan Gebyar UMKM sekaligus launching Swalayan UMKM ini mengambil 3 tempat yaitu di sepanjang Jalan Yos Sudarso tanggung utama dengan ditempati 11 tenda dari 11 asosiasi UMKM di Kotim, di halaman museum kayu kegiatan pasar rakyat dengan 42 tenda dan tempat ketiga di Swalayan UMKM.
“Kegiatan akan dilaksanakan selama satu minggu sejak tanggal 15 hingga 22 Februari 2025 yang juga akan diisi berbagai perlombaan,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post