PALANGKA RAYA – Banyak lahan yang terbakar di seputar Kota Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir, ternyata berdampak pada kualitas udara akibat kabut tipis yang dihasilkan dari pembakaran.
“Beberapa waktu terakhir Kota Palangka Raya mulai diselimuti asap tipis, akibat dampak dari terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Melihat kondisi ini ada baiknya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, rutin mengecek kondisi kesehatan para peserta didik,” ujar anggota komisi C DPRD Kota Palangka Raya Norhaini, Selasa 19 September 2023.
Selain itu Ia juga meminta kepada seluruh satuan pendidikan dibawah naungan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya agar bisa meniadakan sementara aktivitas atau kegiatan belajar mengajar di luar ruangan jika kondisi udara tidak bersahabat.
“Apabila kondisi udara di Kota Palangka Raya memburuk dan ada anak murid yang terdampak langsung, maka kami minta dinas terkait melakukan upaya pembelajaran hybrid atau bahkan metode belajar di rumah saja,” saran Legislator Partai Golongan Karya.
Sebagai bentuk pencegahan dampak kabut asap, Ia meminta agar peserta didik menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Pasalnya kabut asap akibat karhutla dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA).
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post