PALANGKA RAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Palangka Raya Wahid Yusuf meminta Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik pemerintah kota di Kelurahan Kalampangan harus dimanfaatkan secara maksimal
“Seperti halnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang notabene menjadi tupoksinya, perlu mengembangkan fungsi dari RPH. Karena dalam berbagai segi, RPH dapat berkontribusi bagi pemasukan PAD Kota Palangka Raya,” ungkapnya, Selasa 3 Maret 2020..
Wahid mencontohkan kembali keberadaan RPH yang ada di Kelurahan Kalampangan. Dimana kata dia, RPH tersebut telah memiliki tim butcher dan juru sembelih halal (Juleha). Tim butcher ini bertugas menguliti sapi secara utuh yang baru selesai disembelih, sampai memotong menjadi beberapa bagian. Setelah itu siap diangkut untuk didistribusikan ke pasar-pasar yang terdapat di Kota Palangka Raya.
“RPH di Kalampangan ini, menjadi satu-satunya yang memiliki tim dengan proses penyembelihan sesuai ajaran agama Islam. Jadi masyarakat tidak perlu capek lagi untuk mencari tempat pemotongan hewan yang betul-betul higienis dan halal,” ucap Wahid.
Terlepas dari itu lanjut politikus Partai Golkar ini, pemko mendirikan RPH tidak lain bertujuan sebagai tempat yang memprioritaskan pemotongan daging sapi yang aman, utuh dan halal (ASUH). Hal tersebut diberlakukan secara transparan saat melakukan proses pengulitan sapi sampai dengan benar-benar steril, tanpa menyentuh lantai atau lainnya yang terkontaminasi dengan sifatnya kotor.
“Jadi RPH tersebut bukan hanya melakukan jasa pemotongan hewan saja, namun mereka juga memastikan hewan dan daging hewan tersebut dipastikan layak untuk dikonsumsi,” bebernya.
Namun terlepas dari kelebihan yang ada pada RPH, maka sejatinya upaya pengembangan RPH perlu dilakukan secara maksimal oleh Pemerintah Kota Palangka Raya melalui instansi terkaitnya.
“Bila keberadaan RPH tidak maksimal, maka akan menjadi kerugian tersendiri. Padahal sejatinya RTH mampu mendatangkan keuntungan bagi Kas daerah, dilihat dari kelebihan RPH yang ada,” pungkasnya.
(nat/matakalteng.com)






















Discussion about this post