SAMPIT – Kerusakan ruas Jalan HM Arsyad yang menjadi akses utama dari Kota Sampit menuju kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran kembali menjadi sorotan masyarakat. Kondisi jalan yang banyak mengalami pengelupasan aspal hingga berlubang dinilai mengganggu aktivitas warga, angkutan logistik, hingga wisatawan yang melintas di jalur selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah daerah pemilihan Kotim, Sutik memastikan pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan ruas tersebut pada tahun ini. Bahkan, dirinya menyebut usulan itu sudah dibahas dan tinggal menunggu pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Insya Allah untuk jalan Sampit ke Bagendang sampai Ujung Pandaran tahun ini ada. Itu sudah dibahas, tinggal pengerjaan saja. Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi,” ucapnya, Selasa 26 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi kerusakan jalan memang cukup memprihatinkan, terutama di beberapa titik menuju wilayah Bagendang dan Ujung Pandaran. Meski demikian, ia menilai kerusakan tidak seluruhnya berada dalam kategori parah, melainkan banyak titik aspal yang sudah terkelupas akibat tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari.
“Saya juga sudah cek langsung ke lapangan. Jalannya memang rusak, tapi bukan semuanya hancur total. Banyak yang aspalnya habis dan terkelupas. Jadi saya harapkan nanti yang diprioritaskan dulu titik yang paling parah,” katanya.
Ia menyebut anggaran yang disiapkan untuk penanganan ruas jalan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 miliar. Nilai itu, kata dia, berasal dari hasil pembahasan usulan masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses dan kemudian masuk dalam pembahasan pembangunan daerah.
“Kurang lebih sekitar Rp30 miliar. Itu hasil usulan masyarakat juga waktu reses dan sudah diparipurnakan,” jelasnya.
Sutik juga mengakui perbaikan kemungkinan dilakukan secara bertahap apabila anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk menangani seluruh titik kerusakan sekaligus. Karena itu, ia meminta pemerintah fokus lebih dahulu pada ruas yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.
“Kalau dananya cukup tentu bagus semuanya diperbaiki. Tapi kalau belum cukup, ya yang rusak parah dulu diprioritaskan,” tegasnya.
Kerusakan Jalan HM Arsyad sendiri memang sudah lama menjadi keluhan warga. Ruas ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kota Sampit dengan kawasan pesisir selatan Kotim, termasuk objek wisata Pantai Ujung Pandaran dan akses menuju Kabupaten Seruyan.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya juga menyebut kerusakan jalan kerap memicu kemacetan serta membahayakan pengendara, terutama saat musim libur wisata dan tingginya lalu lintas kendaraan berat.
Bahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya telah memasukkan ruas HM Arsyad menuju Samuda hingga Ujung Pandaran dalam paket prioritas perbaikan jalan di Kotim. Namun beberapa proyek infrastruktur sempat terdampak efisiensi anggaran sehingga pengerjaan dilakukan bertahap agar jalan tetap fungsional.
Selain menyoroti persoalan jalan, Sutik juga menyinggung dampak kebijakan pusat terhadap sektor perkebunan sawit dan kondisi ekonomi masyarakat. Ia mengakui kenaikan harga pupuk dan BBM saat ini cukup dirasakan petani.
“Nanti habis lebaran saya akan rapat lagi di Komisi II supaya dicari jalan terbaik agar petani tidak terlalu terdampak dan tidak terjadi gejolak,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menilai kebijakan pemerintah pusat tetap harus dijalankan bersama-sama demi perbaikan tata kelola ke depan.
“Kalau itu aturan negara ya mau tidak mau harus diikuti. Kita orang negara harus ikut aturan,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post