SAMPIT – Persoalan banjir yang terus berulang di sejumlah kawasan dalam Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali mendapat perhatian dari kalangan DPRD setempat. Pemerintah daerah dinilai perlu segera melakukan pembenahan menyeluruh karena genangan yang terjadi setiap musim hujan semakin meresahkan masyarakat.
Anggota DPRD Kotim dari daerah pemilihan Kecamatan Baamang, Syahbana menilai hingga kini belum terlihat adanya langkah besar yang benar-benar difokuskan untuk menyelesaikan persoalan banjir dalam kota secara permanen.
“Selama ini kita belum melihat langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi banjir dalam kota. Padahal persoalan ini terus terjadi dan dikeluhkan masyarakat,” ujarnya, Jumat 8 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan musiman biasa. Sebab hampir setiap hujan dengan intensitas tinggi, sejumlah titik di Kota Sampit kembali tergenang dan mengganggu aktivitas warga.
Ia menyebut dampak banjir kini semakin dirasakan masyarakat, mulai dari akses jalan yang terganggu hingga air yang masuk ke permukiman warga. Karena itu, diperlukan penanganan yang lebih serius dan terukur agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun.
“Harus ada perencanaan yang jelas, jangan hanya reaktif saat banjir terjadi. Ini masalah lama yang seharusnya sudah punya solusi,” tegasnya.
Syahbana menilai penanganan yang dilakukan selama ini masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan utama. Padahal sejumlah penyebab banjir dinilai sudah dapat diidentifikasi, seperti buruknya sistem drainase, saluran air yang mengalami pendangkalan hingga persoalan tata ruang.
Ia mendorong pemerintah daerah segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem drainase di Kota Sampit, termasuk normalisasi saluran air dan penertiban bangunan yang menghambat aliran air.
Selain pembangunan infrastruktur, ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan rutin agar saluran drainase tetap berfungsi optimal ketika curah hujan meningkat.
“Kalau tidak ada langkah konkret, maka setiap hujan deras banjir akan terus berulang. Ini yang harus segera dihentikan,” katanya.
Menurut Syahbana, banjir di Kota Sampit kini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi sudah menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat sehingga harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Ini bukan lagi persoalan kecil. Ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga, jadi harus ditangani secara serius dan menyeluruh,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post