SAMPIT – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipastikan tetap berjalan normal pasca insiden keributan antar pengantre solar yang terjadi beberapa waktu lalu. Pengelola SPBU juga mendukung langkah kepolisian dalam menangani kasus dugaan penganiayaan tersebut.
Pengawas SPBU Samuda, Hasbi mengatakan situasi pelayanan di lokasi saat ini berlangsung aman dan kondusif. Antrean kendaraan disebut tetap berjalan tertib seperti biasa tanpa adanya gangguan berarti setelah kejadian itu.
“Kami mengambil sikap tegas, jangan sampai ada kekerasan di SPBU yang bisa mengganggu antrean masyarakat lain,” ujarnya, Jumat 8 Mei 2026.
Menurutnya, seluruh masyarakat yang datang ke SPBU memiliki tujuan yang sama, yakni ingin segera mendapatkan BBM. Karena itu, ia meminta masyarakat tetap bersabar dan mematuhi aturan antrean agar pelayanan berjalan lancar.
“Kami mengimbau masyarakat agar bisa bersabar saat antre. Semua sama-sama ingin cepat, tapi kalau tertib pasti berjalan lancar,” katanya.
Hasbi menegaskan pihak SPBU tidak mentoleransi segala bentuk tindakan kekerasan yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat maupun aktivitas pelayanan di area pengisian BBM.
Sebelumnya, keributan antar pengantre solar terjadi di area SPBU Samuda dan berujung laporan ke Polsek Jaya Karya Samuda. Dalam laporan tersebut, korban berinisial M (41) diduga mengalami pemukulan di bagian kepala oleh terlapor berinisial P (25).
Akibat kejadian itu, korban sempat menjalani perawatan medis. Kasus dugaan penganiayaan tersebut kini masih dalam proses penanganan pihak kepolisian.
Peristiwa itu juga sempat menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman video keributan beredar di media sosial. Dugaan sementara, perselisihan dipicu persoalan antrean pengisian solar di tengah tingginya jumlah kendaraan yang mengantre.
Meski demikian, pihak SPBU memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas dan berharap seluruh pengantre dapat menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post