SAMPIT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada pembangunan destinasi baru, tetapi juga melakukan revitalisasi aset wisata yang telah ada seperti kawasan Ujung Pandaran dan Taman Miniatur Budaya.
“Pembangunan destinasi wisata Pulau Hanibung ini menjadi salah satu dari 14 program prioritas dalam RPJMD Bupati Halikinnor dan Wakil Bupati Irawati sampai tahun 2029. Artinya masih ada sekitar empat tahun, dari 2026 hingga 2029, untuk menyelesaikan program prioritas tersebut,” ujar Riskon Fabiansyah, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menegaskan, DPRD pada prinsipnya mendukung pengembangan Pulau Hanibung sebagai ikon wisata baru Kotim. Namun, menurutnya, komitmen tersebut harus berjalan beriringan dengan pembenahan destinasi lama yang saat ini dinilai kurang terurus.
“Kami mendorong penyelesaian program prioritas destinasi wisata Pulau Hanibung, tetapi juga tidak melupakan aset daerah kepariwisataan yang ada,” tambahnya.
Riskon menyoroti kondisi Ujung Pandaran yang hingga kini belum difungsikan secara optimal, padahal kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata pesisir. Begitu pula dengan Taman Miniatur Budaya yang disebutnya masih terbengkalai dan belum dimaksimalkan sebagai ruang edukasi dan rekreasi.
“Kita punya aset di Ujung Pandaran yang sampai saat ini belum ada keseriusan untuk mengaktifkan kembali fungsinya. Padahal itu bisa menjadi penunjang dan daya tarik wisata jika dikelola dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata seharusnya dilakukan secara terintegrasi agar seluruh potensi daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ia menilai, pengembangan satu destinasi baru tanpa mengoptimalkan aset yang sudah ada akan membuat pembangunan tidak seimbang.
“Jadi kami berharap prioritas pembangunan destinasi wisata Pulau Hanibung tetap tidak boleh juga melupakan aset-aset kepariwisataan yang ada. Karena sayang, aset kepariwisataan yang ada kan belum dioptimalisasi juga,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post