SAMPIT – Maraknya pembangunan perumahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai belum sepenuhnya dibarengi dengan kesiapan fasilitas pendukung bagi warga. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kotim yang menilai masih banyak kawasan hunian tumbuh tanpa fasilitas sosial dan fasilitas umum yang memadai.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, menegaskan bahwa pembangunan perumahan bukan hanya soal menyediakan unit rumah, tetapi juga memastikan lingkungan tempat tinggal memiliki prasarana yang layak. “Kami melihat di lapangan, banyak kawasan perumahan yang berkembang, tetapi fasilitas dasarnya belum terpenuhi dengan baik,” ujarnya, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) seperti balai warga, pos keamanan, ruang terbuka, fasilitas olahraga, hingga taman lingkungan merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya sudah direncanakan sejak awal oleh pengembang. Tanpa itu, kualitas permukiman akan menurun dan berpotensi menimbulkan masalah sosial di kemudian hari.
Riskon menilai, lemahnya pemenuhan fasos dan fasum tidak lepas dari kurang optimalnya perencanaan dan pengawasan. Dampaknya, warga kerap dipaksa berinisiatif sendiri untuk membangun fasilitas lingkungan, padahal hal tersebut merupakan kewajiban pengembang, bukan tanggung jawab masyarakat.
Fraksi Partai Golkar, kata dia, mendorong pemerintah daerah agar lebih tegas dalam memastikan setiap pengembang mematuhi aturan yang berlaku. Penegakan ketentuan ini dinilai penting agar pembangunan perumahan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya keuntungan sesaat.
“Hunian yang baik adalah hunian yang mendukung kehidupan sosial warganya. Fasos dan fasum bukan pelengkap, tetapi bagian penting dari hak masyarakat yang harus dijamin,” tegas Riskon. Dia berharap, ke depan pembangunan perumahan di Kotim dapat berjalan lebih tertib, berorientasi pada kepentingan warga, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan agar kawasan permukiman benar-benar nyaman dan layak huni.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post