SAMPIT – Peringatan Hari Ibu ke-97 dimanfaatkan sebagai momentum untuk menegaskan kembali peran penting perempuan dalam pembangunan daerah hingga nasional. DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menilai perempuan tidak hanya berperan di lingkup keluarga, tetapi juga menjadi penggerak sosial dan pengambil keputusan di ruang publik.
“Kami mengapresiasi GOW Kotim yang telah melaksanakan peringatan Hari Ibu. Seperti yang disampaikan Ibu Wakil Bupati, perempuan adalah tiang doa dan harapan. Harapannya, perempuan, termasuk kami yang ada di DPRD, bisa terus berkarya untuk bangsa dan negara,” ujar Anggota DPRD Kotim, Rinie, Minggu 14 Desember 2025.
Peringatan Hari Ibu sejatinya jatuh setiap 22 Desember. Namun tahun ini, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kotim mengawali rangkaian kegiatan lebih awal, yakni Sabtu, 13 Desember 2025, dengan menggelar jalan sehat di kawasan Ikon Jelawat Sampit. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah legislator perempuan Kotim, di antaranya Rinie, Modika Latifah Munawarah, dan Chindy Maulidtika Y.
Rinie menegaskan, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, dan dari keluarga yang kuat akan terbentuk masyarakat yang maju hingga berkontribusi pada terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ia juga menyoroti isu kesehatan perempuan, khususnya terkait penularan HIV yang dinilai masih menjadi persoalan serius. Rinie menyebut, dalam banyak kasus perempuan justru menjadi korban akibat perilaku pasangan yang tidak aman.
“Kami berharap kaum bapak bisa menjaga keluarganya masing-masing. Perempuan sering kali menjadi pihak yang paling dirugikan, padahal mereka tidak tahu apa-apa. Karena itu, para lelaki harus lebih berhati-hati dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kotim lainnya, Modika Latifah Munawarah, menekankan pentingnya edukasi yang benar terkait HIV. Ia menyebut, penularan tidak hanya terjadi melalui hubungan seksual berisiko, tetapi juga bisa melalui darah atau luka terbuka.
“Kalau sudah terkena HIV, lebih baik jujur. Bukan untuk dijauhi, tetapi supaya penularannya bisa dicegah. Prinsipnya, mencegah jauh lebih baik,” katanya.Modika juga mengapresiasi layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan dalam rangka peringatan Hari Ibu. Ia menilai layanan tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini jarang memeriksakan kondisi kesehatannya secara rutin.
Dalam kegiatan tersebut, GOW Kotim bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kotim menghadirkan berbagai layanan, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi kesehatan, pemeriksaan IVA dan HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks bersama Puskesmas Baamang 2, donor darah, hingga penggalangan donasi bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera.
Di luar kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kotim juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular, demi menjaga kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post