SAMPIT – Pembalap nasional asal Kalimantan Selatan, Hendra Rusady, berharap Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memiliki sirkuit balap permanen untuk mendukung keberlanjutan event road race dan pembinaan atlet otomotif daerah.
Hendra Rusady yang tergabung dalam Zhiva Carlo Racing Team Sampit menyampaikan harapan tersebut saat diwawancarai panitia usai tampil sebagai starter pertama pada kelas Bebek 2 Tak 130 cc Underbone Open dalam Final Race Motorprix Kotim Open Race 2025 di Taman Kota Sampit.
“Terima kasih buat teman-teman yang sudah mendukung sehingga bisa balapan di sini. Semoga ke depan ada sirkuit permanen di Sampit,” ujar Hendra Rusady yang akrab disapa Eenk, pembalap asal Pelaihari, Kalimantan Selatan. Minggu, 14 Desember 2025.
Menurut Hendra, tingginya antusiasme penonton dan pembalap dalam setiap gelaran balap di Sampit menunjukkan bahwa olahraga otomotif memiliki basis penggemar yang kuat. Namun, keterbatasan sarana sirkuit permanen menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan event balap yang berkelanjutan dan berstandar keselamatan lebih baik.
Ia menilai sirkuit permanen tidak hanya penting untuk menunjang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan pembalap muda lokal. Dengan fasilitas yang memadai, atlet daerah dapat berlatih secara rutin dan terarah untuk menghadapi kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional.
Penyelenggaraan Motorprix Kotim Open Race 2025 yang digelar di sirkuit non permanen Taman Kota Sampit diketahui menjadi event road race terakhir di lokasi tersebut. Kondisi ini membuat masa depan penyelenggaraan balap motor di Kotim masih belum memiliki kepastian.
Final Race Motorprix Kotim Open Race 2025 berlangsung selama dua hari, 13–14 Desember 2025. Meski digelar di sirkuit non permanen, event ini berlangsung sukses.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post