SAMPIT – Dorongan agar kepolisian lebih terbuka dalam mengungkap berbagai kasus kembali disuarakan DPRD Kotawaringin Timur (Kotim). Anggota Komisi I, Wahito Fajriannor, menekankan pentingnya profesionalisme Polri dalam menjawab keresahan masyarakat, termasuk terkait hilangnya Bripda M. Fadel yang hingga kini belum ada kejelasan.
“Kami dari DPRD mendorong, agar institusi kepolisian harus hadir sebagai garda terdepan dalam melindungi dan menjawab keresahan masyarakat,” ucap Wahito, Rabu 3 September 2025.
Ia menyebut prinsip presisi yang digaungkan Polri harus benar-benar diwujudkan, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Menurutnya, hanya dengan kinerja yang transparan dan akuntabel, kepercayaan publik bisa dibangun kembali.
Kasus hilangnya Bripda Fadel, serta sejumlah kasus pembunuhan yang belum terungkap, menjadi sorotan masyarakat. Bahkan, aspirasi tersebut disampaikan langsung peserta aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kotim, Senin 1 September lalu.
“Kami berharap aparat kepolisian dapat lebih transparan dalam penanganan perkara agar masyarakat percaya dan merasa dilibatkan,” tegas Wahito.
Selain mengungkap kasus-kasus yang tertunda, ia juga menilai peningkatan kualitas pelayanan publik di tubuh kepolisian sangat penting. Tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam layanan administratif yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kasus anggota yang hilang ini, kami harap kepolisian lebih mengintensifkan pencarian, sekaligus memperkuat kinerjanya dalam mengungkap berbagai kasus yang disampaikan masyarakat,” tambahnya.
DPRD, kata Wahito, siap bersinergi dengan aparat kepolisian dalam bentuk masukan, dukungan maupun pengawasan.
“Kami ingin suasana aman dan nyaman terjaga di Bumi Habaring Hurung, karena keamanan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post