SAMPIT – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Zainuddin, mendorong masyarakat di wilayah selatan Kotim untuk terus menjaga dan merawat kebun kelapa sebagai potensi unggulan daerah.
Hal ini disampaikannya usai melakukan kunjungan ke perusahaan pengolahan kelapa yang baru beroperasi di Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Rabu 4 Juni 2025.
“Kemarin kami memang melaksanakan kunjungan ke perusahaan pengelolaan kelapa yang ada di Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Alhamdulillah, perusahaan ini sudah mulai berjalan dan kurang lebih dua bulan melaksanakan pembelian serta pengolahan kelapa,” ujar Zainuddin, Kamis 5 Juni 2025.
Ia mengungkapkan, wilayah selatan Kotim yang memiliki potensi pertanian kelapa meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit memiliki potensi kelapa yang sangat besar. Yang mana, baru kali ini ada perusahaan berhasil beroperasi dengan baik di kawasan tersebut.
“Sebelumnya memang pernah ada perusahaan serupa, tapi tampaknya tidak mampu melaksanakan kegiatannya. Entah apa yang menjadi masalah, tapi Alhamdulillah yang ini sudah berjalan dengan baik dan cukup besar,” tambahnya.
Zainuddin menekankan bahwa harga kelapa di perusahaan tersebut cukup menjanjikan bagi petani lokal, yakni berada di kisaran Rp4.000 ke atas per butir.
“Kalau dihitung, satu butir kelapa itu beratnya sekitar satu kilo hingga satu kilo satu ons. Jadi sangat layak untuk jadi sumber pendapatan utama,” ujarnya.
Sebagai legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ia menyarankan masyarakat agar tetap merawat kebun kelapanya dan tidak mengalihfungsikan lahan ke komoditas lain seperti sawit.
“Kelapa ini salah satu ikon Kotawaringin Timur di wilayah selatan, selain padi. Tanaman ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, bahkan mungkin sejak zaman Belanda,” jelasnya.
Ia juga mengusulkan agar masyarakat membentuk kelompok tani khusus kelapa, serta meminta pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi untuk membantu pengadaan bibit kelapa unggul seperti jenis hibrida.
“Kita harapkan bibit-bibit kelapa yang diberikan nanti bisa cepat panen, misalnya dalam waktu 3 hingga 5 tahun. Ini tentu akan sangat membantu petani kita,” ucap Zainuddin.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi perusahaan yang telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal dengan merekrut sekitar 300 orang karyawan, yang sebagian besar merupakan warga dari desa-desa sekitar.
“Kurang lebih 90 persen pekerjanya adalah warga lokal. Saya lihat sendiri banyak yang saya kenal dari Samuda, Handil Sohor, Samuda Kecil maupun Samuda Kota,” ungkapnya.
Menurutnya, penghasilan para pekerja bahkan melebihi Upah Minimum Kabupaten (UMK), tergantung kapasitas kerja masing-masing.
“Ini berita yang sangat menggembirakan. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari pekerjaan. Justru di kampung sendiri sudah ada peluang besar,” katanya lagi.
Zainuddin menambahkan bahwa dengan adanya perusahaan ini, diharapkan masyarakat semakin semangat berkebun kelapa dan meningkatkan produktivitasnya.
“Kalau ini benar-benar didukung oleh semua pihak, baik petani maupun pemerintah, maka dampak ekonomi jangka panjangnya akan sangat besar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa apabila kebun kelapa diremajakan dengan bibit unggul, hasilnya akan jauh lebih cepat dan produktif.
“Harapan saya kepada petani, tetap jaga dan rawat kebun kelapa, jangan dialihfungsikan. Dan kepada pemerintah, mohon alokasikan anggaran untuk bantuan bibit yang berkualitas, buahnya lebat, dan cepat panen. Itu yang kita harapkan ke depan,” tutup Zainuddin.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post