SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mencatatkan capaian ekonomi yang signifikan. Pada tahun 2024, Kotim menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah, dengan kontribusi mencapai 17,05 persen. Capaian ini menempatkan Kotim di posisi tertinggi dibandingkan daerah lain di provinsi ini.
“Angka ini mencerminkan kekuatan struktur ekonomi Kotim yang masih mendominasi di antara kabupaten dan kota lain di Kalimantan Tengah,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 5 Juni 2025.
Secara rinci, Kotim unggul dibandingkan Kotawaringin Barat yang berkontribusi 14,01 persen, serta Kota Palangka Raya sebesar 11,78 persen. Sementara di sisi lain, kontribusi PDRB terendah tercatat di Sukamara (2,92 persen), Pulang Pisau (3,44 persen), dan Lamandau (3,71 persen).
“Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kotim, terutama dari sektor-sektor utama seperti industri, perdagangan, dan pertanian, terus tumbuh dan berdampak besar terhadap perekonomian provinsi,” sambung Eddy.
Pertumbuhan ekonomi Kotim pada 2024 tercatat sebesar 4,00 persen. Meski meningkat dari tahun sebelumnya, angka ini masih di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang berada di angka 4,46 persen.
“Kami melihat adanya perbaikan signifikan dari sisi volume ekonomi, namun pertumbuhannya memang sedikit tertahan, terutama akibat kontraksi pada sektor industri pengolahan,” jelas Eddy.
Sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi andalan justru mengalami pertumbuhan negatif sebesar -0,32 persen. Hal ini dipicu oleh turunnya produksi bahan baku tandan buah segar (TBS) ke pabrik. Meski begitu, sektor lain justru menunjukkan geliat positif yang cukup tinggi.
“Transportasi dan pergudangan tumbuh 8,54 persen, disusul administrasi pemerintahan sebesar 12,88 persen, dan jasa perusahaan tumbuh 8,72 persen. Ini menjadi penyeimbang dari pelemahan sektor industri,” ungkapnya.
Sementara itu, sektor pertanian dan perdagangan tetap menjadi tulang punggung. Keduanya masing-masing menyumbang 22,23 persen dan 19,71 persen terhadap struktur ekonomi Kotim. Pertumbuhan sektor pertanian sendiri tercatat positif sebesar 0,20 persen, dan perdagangan sebesar 5,35 persen.
“Kami menilai bahwa sektor pertanian tetap stabil, meski tidak tumbuh tinggi. Namun tetap memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi lokal,” kata Eddy.
Adapun PDRB per kapita ADHB Kotim tahun 2024 tercatat sebesar Rp84,77 juta, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp78,81 juta. Jumlah penduduk Kotim sendiri diproyeksikan mencapai 448.184 jiwa.
“Peningkatan ini mengindikasikan adanya daya dorong ekonomi yang cukup terhadap kesejahteraan masyarakat, meskipun belum merata sepenuhnya,” tambahnya.
Jika dibandingkan dengan daerah lain, Palangka Raya mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalteng tahun 2024, yakni sebesar 6,62 persen. Disusul Barito Utara (5,08 persen) dan Murung Raya (5,05 persen). Sedangkan pertumbuhan ekonomi terendah terjadi di Seruyan (3,04 persen), Lamandau (3,64 persen), dan Sukamara (3,89 persen).
“Ke depan, kami akan terus mendorong perbaikan struktur sektor-sektor yang mengalami kontraksi, sekaligus mengoptimalkan sektor potensial agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata dan berkelanjutan,” tutup Eddy Surahman.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post