SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun angkat bicara terkait kebakaran yang menghanguskan bangunan pasar di Desa Tumbang Torung, Kecamatan Bukit Santuai, Jumat 30 Mei lalu.
Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik itu mengakibatkan kerugian besar bagi warga, terlebih karena keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran di daerah tersebut. Jarak yang cukup jauh dari Kecamatan juga menjadi faktor lambatnya pemadaman dilakukan.
“Yang pasti memang kekuatan atau kemampuan keuangan kita di Kabupaten Kotawaringin Timur sangat terbatas. Namun kita serahkan kepada pemerintah daerah, yaitu Pak Bupati, untuk secara teknis melalui dinas terkait bisa memperhatikan hal ini,” kata Rimbun, Selasa 3 Juni 2025.
Kalau memang kondisi ini sangat mendesak atau urgent lanjutnya, maka pemerintah daerah harus bisa segera membantu, paling tidak dengan penempatan bangunan sementara untuk pasar atau Polindes.
Ia menyampaikan bahwa kebutuhan akan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran masih menjadi tantangan besar, khususnya di wilayah desa dan kecamatan yang terpencil. Dari 17 kecamatan, 17 kelurahan, dan 168 desa di Kotim, masih banyak yang belum memiliki fasilitas darurat seperti unit pemadam kebakaran yang memadai.
“Secara teknis kita persilakan pemerintah daerah mengambil kebijakan terbaik. Bagaimana mereka bisa memberikan solusi dan mengakomodir kebutuhan yang diinginkan oleh aparatur desa maupun masyarakat di daerah setempat,” tambahnya.
Rimbun berharap agar ke depan ada pemerataan fasilitas dasar, khususnya untuk penanganan bencana, agar masyarakat desa tidak selalu menjadi pihak yang paling terdampak saat musibah terjadi.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post