SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Sihol Parningotan Lumban Gaol, mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko Karhutla, terutama ketika suhu udara sempat menyentuh 37 derajat Celsius.
“Beberapa hari terakhir suhu udara sangat panas, bahkan kemarin mencapai 37 derajat. Ini menunjukkan ada tanda-tanda yang perlu diwaspadai karena kondisi seperti ini sangat rawan memicu kebakaran hutan dan lahan. Meski ada sesekali hujan rintik, justru mempercepat pengeringan rumput dan lahan,” kata Gaol, Kamis 8 Mei 2025.
Ia mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim untuk segera mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan peralatan pemadam dan memastikan kesiapan personel.
“Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi kebakaran. Mesin-mesin dan peralatan pemadam harus disiapkan lebih awal,” tegasnya.
Selain itu, Gaol juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meskipun Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Provinsi Kalimantan Tengah masih memperbolehkan pembakaran terbatas dan terawasi.
“Kita harus tetap mengantisipasi agar hal-hal buruk tidak terjadi. Semua pihak, mulai dari RT/RW, desa, kecamatan hingga kepolisian dan dinas terkait harus aktif memberikan imbauan kepada masyarakat,” tambahnya.
Menurut Gaol, upaya antisipatif tersebut penting dilakukan agar dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat, terutama akibat asap, dapat diminimalisir.
“Kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat sangat penting agar bencana seperti Karhutla bisa diminimalisir,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post