SAMPIT – DPRD kabupaten Kotawaringin Timur mengimbau agar masyarakat khususnya yang tinggal di daerah bantaran sungai mengurangi aktivitasnya di sungai untuk menghindari terjadinya serangan buaya yang belakangan ini tengah mengganas.
Hal itu juga disampaikannya menyusul jatuhnya korban serangan buaya di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim pada 4 April 2025 sekitar pukul 09.00 WIB dan baru ditemukan dalam keadaan meninggal dunia ada 5 April 2025 sekitar pukul 14.20 WIB.
“Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya Wilayah Selatan Kotim yang berada di bantaran sungai mentaya, dengan adanya banyak buaya muncul, warga bantaran sungai hendaknya tidak lagi melaksanakan aktivitas-aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri,” ujar Anggpta DPRD Kotim perwakilan Dapil III, Zainuddin, Minggu 6 April 2025.
Khususnya aktivitas mandi, berwudhu hingga mencuci. Diharapkan aktivitas tersebut sehari-hari tidak lagi dilakukan di bantaran sungai. Apalagi kata Zainuddin, diketahui bahwa penyebaran buaya itu sangat banyak.
“Kemunculannya hampir di semua anak sungai sudah mulai masuk, tidak hanya di sungai mentaya saja, tetapi sudah masuk ke sungai-sungai kecil seperti di Sungai Sapihan, Handil Sohor, Seranggas, bahkan di wilayah seberang juga demikian,” bebernya. Yaitu, beberapa sungai-sungai kecil sudah mulai dimasuki buaya seperti di Desa Bantian, Satiruk, Sungai Kelampan dan seterusnya.
“Oleh karena itu disarankan agar masyarakat menjaga diri masing-masing, dan yang kedua aktivitas mandi dan lain sebagainya tidak lagi dilakukan di sungai, tetapi gunakanlah alat bantu seperti ember dan lain sebagainya atau menggunakan mesin,” ucapnya.
Dirinya berharap hal ini dapat dipatuhi oleh masyarakat bantaran sungai, karena bagaimanapun menurutnya, korban akan terus berjatuhan apabila peringatan tidak diindahkan. Hendaknya kata Zainuddin, masyarakat selalu waspada, apalagi korban sudah banyak berjatuhan, baik yang langsung meninggal dunia maupun cacat.
“Karena buaya adalah predator ganas, dan kemungkinan juga semakin mengganas belakangan ini karena makanan-makanan yang ada di sekitarnya sudah punah, sehingga menyasar ke permukiman dan membahayakan manusia. Besar harapan masyarakat lebih berhati-hati dalam aktivitas di tengah ancaman buaya yang semakin mengganas ini,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post