SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sihol Parningotan Lumban Gaol mendesak pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kotim menindaklanjuti kasus perdagangan anak yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Sampit.
Yang mana, remaja tersebut diduga dijual ke pria hidung belang oleh temannya sendiri setelah tertipu janji pekerjaan di Palangka Raya.
“Kami minta DPPPAPPKB Kotim bisa memberikan konseling atau pendampingan terhadap korban, terutama untuk pemulihan mentalnya,”kata Gaol, Kamis 6 Maret 2025.
Dirirnya juga berharap, kasus ini dapat ditangani secara hukum. Agar pelaku perdagangan anak ini tidak bermunculan dan memberikan efek jera.
Disamping itu Ia mengimbau kepada masyarakat khususnya orangtua yang memiliki anak remaja perempuan lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kasus tersebut.
Yang mana kasus ini berawal ketika korban dijanjikan pekerjaan di Palangka Raya. Namun, janji tersebut hanya tipu muslihat. Setibanya di sana, korban justru ditawarkan ke pria hidung belang dan dipaksa melayani mereka. Akibat kejadian ini, korban kini mengalami kehamilan di usia yang sangat muda.
“Hal ini seharusnya bisa dihindari dan melaporkan situasi tersebut lebih awal. Namun karena terpedaya, akhirnya terjebak dalam situasi yang sulit,” tegas Gaol.
Ia menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih serius melindungi anak-anak dari eksploitasi dan perdagangan manusia.
“Kasus seperti ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Orang tua harus lebih peka dan waspada terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka agar tidak mudah terjebak dalam situasi berbahaya,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post