SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur Rimbun menyampaikan, agar pemerintah Kabupaten Kotim segera melakukan penyesuaian kembali program prioritas yang akan dilaksanakan khususnya pada satu tahun anggaran 2025 ini setelah adanya perintah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Kita harapkan SOPD atau dinas-dinas sesuai dengan anggarannya menyampaikan kembali dalam rapat internal pemerintah daerah untuk program yang diprioritaskan dengan menyesuaikan anggaran tersisa yang kemudian nantinya disampaikan ke DPRD,” ujarnya, Sabtu 15 Februari 2025.
Tambahnya, DPRD Kotim juga ingin melihat anggaran yang telah disesuaikan berdasarkan potongan anggaran sekitar Rp141 miliar untuk Pemkab Kotim. Sehingga penyesuaian harus dilakukan agar kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas atau kebutuhan mendesak tetap dapat terakomodir.
“Mungkin nantinya bisa ada pergeseran anggaran misalnya dari penghapusan anggaran perjalanan dinas, agar pembangunan yang memang menyentuh kepada masyarakat dapat dilaksanakan meskipun dalam keadaan anggaran yang sangat terbatas,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menyampaikan pagu anggaran aktif untuk program fisik awal tahun 2025 sekitar Rp 130 miliar setelah dilakukan efisiensi.
Sebelumnya pagu anggaran untuk program fisik tahun 2025 senilai Rp 226 miliar namun dipangkas hingga tersisa Rp 130 miliar atau sekitar 57,5 persen setelah dilakukan efisiensi anggaran sebagai imbas dari instruksi pemerintah pusat.
“Semuanya saat ini telah disesuaikan untuk mendukung program efisiensi anggaran nasional baik dana transfer daerah dari pusat maupun Dana Alokasi Daerah (DAK), Specific Grant (SG) yang meliputi infrastruktur dan umum. Dan ini seluruh daerah juga mengalami tidak hanya di Kabupaten Kotim,” bebernya.
Ia juga mengatakan, ada 5 progam yang sudah dilakukan pelelangan awal tahun 2025 namun karena adanya efisiensi dari pusat, pembangunan tersebut saat ini belum bisa dijalankan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post