SAMPIT – Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur Mariani menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten bisa memanfaatkan dana dari provinsi untuk pembangunan skala besar terutama pada saat adanya pemotongan atau rasionalisasi anggaran oleh pemerintah pusat saat ini untuk efisiensi anggaran nasional.
“Sehingga kita harus memikirkan solusi agar pembangunan di daerah tidak terhambat atau tertunda salah satunya dengan memanfaatkan serta mengoptimalkan dana dari provinsi,”ujarnya, Rabu 12 Februari 2025.
Yang mana diketahui lanjutnya saat ini ada tiga pembangunan besar yang didanai oleh pemerintah provinsi Kalimantan Tengah khususnya untuk Kabupaten Kotim bahkan rata-rata dengan anggaran miliaran rupiah.
“Semuanya di atas miliaran tidak ada yang ratusan juga, ada yang di atas Rp 20 miliar, Rp26 miliar bahkan Rp 30 miliar untuk perawatan jalan seperti di Desa Tumbang Kalang-Bukit Santuai, Kecamatan Parenggean dan juga di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan,”bebernya.
Meski demikian dirinya berharap anggaran yang besar itu tidak hanya digunakan untuk perbaikan Jalan namun juga pembersihan drainase terutama di wilayah Selatan Kabupaten Kotim yang kerap kali mengalami banjir akibat tersumbatnya aliran air atau terjadi pendangkalan anak sungai di pinggiran jalan karena banyaknya tumbuhan air.
“Selama saya menjabat jadi anggota DPRD meskipun Wilayah selatan bukan daerah pemilihan saya, namun saya sangat prihatin karena saya melihat drainase di wilayah itu sudah sangat lama tidak dibersihkan bahkan terlihat kotor dan membuat banyak rumah warga mengalami kebanjiran,”ungkap Mariani.
Untuk itu dirinya berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, karena menurutnya ada banyak anggaran yang bisa membantu pembangunan di Kabupaten dari anggaran provinsi.
“Ini harus menjadi perhatian serius dan fokus utama pemerintah daerah, karena jika melihat dari kondisi wilayah kita meskipun bukan wilayah termiskin di Kalimantan Tengah namun jika ditelisik masih banyak masyarakat yang memerlukan bantuan pemerintah,”imbuhnya.
Padahal menurutnya, jika dilihat dari perkembangan ekonomi wilayah kabupaten cukup baik apalagi memiliki banyak perusahaan besar swasta dan memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di Kalimantan Tengah.
“Sehingga kondisi demikian diharapkan juga memberikan dampak positif bagi masyarakat agar tidak terjadi kesenjangan antara jumlah investor di daerah ini dengan kesejahteraan masyarakat,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post