SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur SP Lumban Gaol mendesak, semua pelaku dalam kasus meninggalnya Ansyori Muslim akibat penganiayaan, agar semua pelaku yang terlibat dalam perkara ini diproses hukum.
“Kami berharap kepolisian di Kotim dapat menggali informasi secara men- dalam, tanpa tekanan atau hanya berda sarkan pengakuan saksi yang turut terlibat dalam pusaran kasus ini,” kata Gaol, Senin 20 Januari 2025.
Dia menuturkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, ada indikasi kuat korban mengalami luka-luka sebelum tiba di rumah tersangka. Korban diduga dalam kondisi mabuk berat, terluka akibat penganiayaan oleh tiga saksi yang membawanya ke rumah tersangka.
Bahkan, lanjutnya, dalam perjalanan korban dikabarkan sempat terjatuh dari sepeda motor. Lebih jauh Gaol menyebut, kasus ini berlatar belakang masalah penagihan uang hasil penjualan narkoba. Korban diduga tidak menyetor hasil penjualan narkoba kepada bandar.
“Tiga saksi ditugaskan untuk menagih. Karena tidak tahan dianiaya, korban mencari perlindungan di rumah tersangka, berharap tersangka dapat mendamaikan masalah ini,” katanya.
Dia menduga kekuatan bandar narkoba berperan besar di balik kasus tersebut.
“Kami sudah mendengar bahwa ada kekuatan besar di balik ini. Jangan sampai anak seorang polisi dijadikan tumbal hanya untuk mengaburkan kasus yang sebenarnya,” tambah Gaol
Dalam kesempatan itu, Gaol juga menyoroti masifnya peredaran narkoba di Kotim dan mendesak aparat penegahukum agar netral.
“angan takut terhadap beking bandar narkoba. Meskipun mereka memiliki kemampuan finansial yang besar, jadikan kasus ini momentum untukmembongkar jaringan yang lebih besar,” tegasnya.
Gaol mengatakan, kepolisian dan kejaksaan harus mengungkap fakta secara terang benderang, tanpa ada upaya untuk menutupi keterlibatan pihak-pihak tertentu. Termasuk oknum penegak hukum.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post