SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah mendukung, dilakukannya pendisiplinan siswa di lingkungan sekolah khususnya untuk mentaati peraturan yang berlaku di setiap sekolah masing-masing.
Menurutnya, guru tidak perlu takut di kriminalisasi mengingat tanggung jawab guru di sekolah sangat besar dalam pembentukan karakter anak yang lebih baik.
“Pembentukan karakter yang lebih baik itu bisa terwujud jika adanya pendisiplinan yang dilakukan guru kepada siswa. Contohnya tidak berambut panjang bagi laki-laki serta harus berpakaian rapi untuk seluruh siswa,”ujarnya, Selasa 3 Desember 2024.
Lanjutnya, orang tua Harusnya bisa memahami peran guru dan peserta didik di lingkungan sekolah. Apalagi ketika guru hanya memberikan teguran ataupun hukuman ringan tanpa adanya kekerasan fisik yang berlebihan atau membahayakan.
“Pada prinsipnya, kami mendukung apa yang dilakukan oleh pihak sekolah dan tenaga pendidik dalam membentuk karakter generasi muda, baik dalam aspek disiplin maupun akhlak. Sekolah menjadi salah satu tempat di mana pembentukan karakter unggul dilakukan, selain lingkungan keluarga,” tegasnya.
Dirinya juga menyoroti kasus siswa salah satu satuan pendidikan di Kecamatan Baamang tidak diizinkan mengikuti ujian sumatif karena tidak disiplin memotong rambut pada Senin, 2 Desember 2024.
Padahal menurut keterangan yang disampaikan Dinas Pendidikan setempat, pihak sekolah sudah menyosialisasikan aturan agar siswa laki-laki memotong rambutnya pada 28 November 2024. Namun, masih ada siswa tidak mematuhi aturan tersebut dan membuat kurang lebih 70 siswa tidak diizinkan mengikuti penilaian sumatif.
Lanjut Riskon, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan disiplin tinggi.
“Jangan sepenuhnya menyalahkan guru atau sekolah jika terjadi hal yang kurang baik pada anak. Orang tua harus mencari tahu penyebab atau alasan dari pihak sekolah terlebih dahulu. Karena pendidikan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Ia berharap orang tua dapat mendukung kebijakan disiplin yang diterapkan oleh sekolah dan memahami pentingnya aturan tersebut terutama yang nantinya akan berguna bagi anak-anak ketika bermasyarakat.
“Pihak sekolah juga diharapkan lebih aktif dalam mensosialisasikan kebijakan disiplin kepada orang tua. Agar para orang tua tidak salah paham dan bisa memahami pentingnya peraturan yang diterapkan di sekolah,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post