SAMPIT – Anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur SP Lumban Gaol menyampaikan, bahwa solusi untuk mengatasi banyaknya anak usia sekolah di wilayah Kotim adalah membangun sekolah baru atau USB (unit sekolah baru), bukan menambah ruang kelas di sekolah yang ada.
“Pada saat saya menjadi anggota DPRD periode lalu khususnya di komisi 3 yang membidangi masalah pendidikan, sangat luar biasa kita sampaikan sebenarnya keluhan-keluhan itu ke dinas ketika rapat-rapat kerja. Bahwa sangat banyak sekolah-sekolah itu khususnya yang di daerah padat penduduk seperti Kecamatan Baamang dan Ketapang bahwa ruang-ruang kelas itu sudah sangat kurang,”ujarnya, Senin 23 September 2024.
Dan kalau flashback lanjutnya, sebenarnya ia paling getol waktu itu mengusulkan khusus SD di Ketapang harus ada USB, bukan penambahan kelas saja, karena kalau penambahan-penambahan kelas saja tidak menjawab persoalan saat ini.
“Kenapa saya bilang tidak menjawab, satu belum tentu semua sekolah itu masih memiliki cadangan lahannya. Makanya khusus di kota saya lihat juga beberapa kali kita komunikasi dengan sekolah-sekolah bahwa kelas-kelas mereka itu sudah maksimal jumlahnya, jadi kalau mau ditambah lagi terlalu memaksakan,”bebernya.
Menurutnya, dirinya sangat setuju kalau dibuka di beberapa tempat sekolah baru baik itu SD maupun SMP sesuai dengan kewenangan Kabupaten. Nahkan pihaknya mendesak agar provinsi juga membangun USB, yang pertama yang sudah pernah dijanjikan dan belum terealisasi yaitu di Kecamatan Seranau untuk SMA.
“Padahal di sana sudah ada lahan yang dihibahkan oleh masyarakat untuk membangun SMA namun tidak kunjung terealisasi. Sudah 5 tahun saya di DPRD tidak ada pembangunan, yang kedua ada juga dijanjikan untuk membangun unit sekolah baru SMA di arah Selatan bundaran KB,”sebut Gaol.
Karena ujarnya, setiap penerimaan siswa baru di selalu yang lebih dekat itu SMP 1 dan SMP 2 sehingga biasanya terjadi lonjakan pendaftaran sehingga harus segera diambil tindakan.
“Dan itu sudah tersampaikan ke Disdik dan katanya sudah mengusulkan ini atau mempersiapkan, tapi sampai sekarang kita lihat hanya sebatas oman-oman saja jadi belum ada tindak lanjut sama dengan SD di arah Sudirman KM 3 ke atas,”bebernya.
Disebutkannya, hanya ada SD di Sawit Raya dan satu lagi di Bina Karya. Sehingga waktu itu beberapa kali ia sampaikan bahwa sudah ada juga lahan yang disiapkan di perumahan Pendawa untuk sekolah baru.
“Dan sama juga sudah 5 tahun tidak ada realisasi. Ketika disampaikan selalu meng iyakan, namun tidak ada dikerjakan. Artinya hanya menyenangkan hati sesaat saja, tapi kita harapkan di tahun politik yang ke depan tentu seperti kami mendukung Haratai jilid 2 bisa melanjutkan ini,”tegasnya.
Bahkan tambahnya, sudah disampaikan secara lisan agar menambah sekolah-sekolah baru khusus SD dan SMP.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post