SAMPIT – Ketua sementara DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Rinie Anderson mendorong, agar pemerintah setempat memperhatikan pembangunan tidak hanya di wilayah perkotaan namun juga di desa-desa pinggiran Kota Sampit, seperti di Kecamatan Seranau yang berada di mentaya seberang.
“Salah satunya terkait kerusakan dermaga yang ada di kecamatan Seranau, padahal itu merupakan salah satu ikon di Kota Sampit, bahkan terlihat ketika malam hari lampu yang bertuliskan selamat datang di Sampit pun tidak semuanya menyala,”ujarnya, Kamis 19 September 2024.
Rinie yang merupakan perwakilan dapil II yakni Kecamatan Baamang dan Seranau juga mengatakan, dermaga yang dibangun sekitar tahun 2010 itu juga sudah mulai mengalami kerusakan. Meski terbuat dari kayu ulin, namun karena faktor alam dan sudah cukup lama tetap saja ada kerusakan.
“Dermaga itu perlu sedikit pemugaran atau renovasi sehingga bisa aman digunakan masyarakat setempat. Apalagi Dermaga tersebut juga menjadi akses bagi warga ketika ingin menyeberang ke Kota Sampit atau sebaliknya,”bebernya.
Sementara itu Plt Camat Seranau Dwi Kushendro juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya warga setempat berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah karena melihat kondisi Dermaga saat ini mengalami kerusakan hampir 50%.
“Karena dermaga itu di bawah kewenangan Dinas Perhubungan, maka pemerintah Kecamatan tidak bisa mengambil tindakan secara langsung untuk perbaikan jembatan tersebut dan hanya dapat mengusulkan kepada pemerintah daerah,”tegasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post