SAMPIT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Abadi menyampaikan, Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor perkebunan kelapa sawit bisa membantu peningkatan infrastruktur khususnya jalan hingga ke desa.
“Hal itu bisa terlaksana apabila pengelolaanya benar-benar serius, sehingga anggaran yang terbatas untuk pembangunan di daerah bisa terbantu dengan kehadiran perusahaan di daerah ini,”ungkapnya, Kamis 29 Agustus 2024.
Dikatakannya, anggaran yang diberikan melalui DBH sawit bisa menjadi solusi kurangnya anggaran untuk perbaikan infrastruktur. Sehingga diharapkan, wilayah pelosok menjadi prioritas penggunaam DBH sawit.
“Terutama karena daerah pelosok yang kerap kali merasakan langsung dampak dari kehadiran atau operasionalnya perusahaan besar swasta di daerah ini. Sehingga sudah sewajarnya mereka merasakan dampak positif dari sisi pembangunan atas kehadiran perusahaan di wilayah mereka,”tegasnya.
Tambahnya, seperti di daerah Utara Kotim yang sangat membutuhkan peningkatan infrastruktur, khususnya jalan. Padahal disana banyak terdapat perkebunan kelapa sawit. Yakni ada enam kecamatan, Parenggean, Mentaya Hulu, Antang Kalang, Tualan Hulu dan Bukit Santuai.
“Bahkan selain masih banyak jalan rusak, masih ada pula desa yang mengandalkan akses jalur sungai karena masih terbatasnya jalan darat,”sebutnya.
Tambahnya, pihaknya sudah mendata rencana peningkatan jalan di wilayah utara Kotim dengan menggunakan DBH sawit. Namun, semua harus diusulkan terlebih dulu kepada pemerintah pusat karena penggunaan anggaran dari DBH sawit harus tetap dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post