SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginginkan atlet berbakat di daerahnya mendapatkan pendidikan khsusus di bidang olahraga terutama bulu tangkis. Hal ini untuk menciptakan atlet daerah yang mampu ke tingkat nasional.
“Bulu tangkis di Kotim ini dulu disegani sama seperti sepakbola. Tapi sekarang tidak lagi, makanya saya mau bulu tangkis kita seperti dulu lagi,” kata Halikinnor.
Itu ia sampaikan saat membuka turnamen badminton yang diselenggarakan oleh Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) pada Rabu, 28 Agustus 2024 malam.
Disampaikan, untuk mewujudkan kejayaan olahraga bulu tangkis tersebut ia meminta pengurus PBSI benar-benar mencari atlet yang berbakat. Diungkapkan Kotim memiliki potensi terkait hal itu. Lanjutnya, atlet itu nantinya akan dilakukan pembinaan sejak dini agar bakat yang dimiliki lebih terasah.
“Pengurus, kalau ada yang berbakat kita biayai sekolah untuk bidang olahraga ini. Karena kalau disini saja atauun mengundang pelatih nasional hanya sewaktu-waktu saja,” ujarnya.
Diungkapkan, untuk menjadi atlet kelas nasional tidak hanya berlatih, namun mereka harus mengikuti pendidikan khusus di bidang olahraga bulu tangkis, sehingga mereka lebih fokus. Halikinnor menilai dengan begitu maka akan terwujud atlet nasional.
“Kalau dia sekolah dan latihan jadi fokus sehingga bisa menjadi atlet nasional. Jadi sejak kecil sudah kita bina, karena kalau untuk menjadi atlet apalagi nasional harus memiliki pegangan,” terangnya.
Ketua PBSI Kotim Cindra mengungkapkan turnamen badminton tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sehingga turnamen ini digelar untuk masyarakat umum hingga pelajar.
“Ini untuk umum. Sedangkan katagori yang dipertandingan ada kelas pemain A, B, C dan ada veteran. Kelas veteran ini bentuk penghargaan kita terhadap pemain badminton legend,” ungkapnya.
Terunamen ini diselenggarakan untuk melihat peminat badminton di Kotim. Pasalnya, turnamen badminton ini hampir tidak pernah diselenggarakan. Diungkapkan, pertama kali digelar pesertanya mencapai 108 orang dari berbagai kecamatan yang ada di Kotim.
“Ini hanya melihat peminat bulu tangkis saja. Sedangkan untuk pembinaan lebih lanjut itu kecuali nanti yang jenisnya multi event contoh seperti O2SN itu dari kabupaten ada tingkatan ke atasnya provinsi baru ke nasional. Disitu mereka yang berbakat ada pembinaan, training center. Saat ini sifatnya umum hanya dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI,” jelasnya.
(dev/matakalteng)



















Discussion about this post