SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah menyebutkan, pekerjaan bisa digali dengan melihat peluang usaha. Sehingga bisa mengatasi angka pengangguran di daerah ini. Salah satunya bisa mengembangkan usaha perkebunan yang saat ini masih menjanjikan.
“Kreativitas masyarakat dalam mencari mata pencaharian harus terus digali. Jangan terpaku pada satu sisi saja, terlebih di era persaingan pekerjaan yang semakin meningkat saat ini,”ujarnya, Rabu 15 Mei 2024.
Ia juga mendorong masyarakat untuk dapat melihat potensi wirausaha yang menjanjikan, untuk meningkatkan serta membangkitkan perekonomian keluarga dan daerah. Menurutnya, peluang untuk berwirausaha khususnya di Kotim ini masih tinggi.
“Jadi bagaimana masyarakat saja lagi agar lebih jeli membaca peluang. Tidak hanya pertanian namun juga peternakan seperti komoditas sayuran, buah, juga daging sapi dan ayam. Selama ini daerah kita masih mendatangkan dari luar daerah seperti dari provinsi tetangga, bahkan dari Pulau Jawa karena produksi di wilayah kita sendiri belum mampu sepenuhnya memenuhi permintaan pasar, hal Inilah menunjukkan bahwa potensinya cukup besar,”tegasnya.
Kalau hal ini bisa terwujud, selain mengatasi pengangguran juga dapat mempengaruhi harga kebutuhan yang akan lebih stabil karena petani dan peternak di daerah ini dapat memenuhi sendiri permintaan masyarakatnya.
“Bahkan, harga bisa lebih murah karena tidak memerlukan ongkos angkut yang mahal dibanding jika mendatangkan dari provinsi tetangga atau Pulau Jawa. Makanya saya mengajak masyarakat untuk menangkap peluang ini,”sebutnya.
Selain itu, dirinya pun mendorong pemerintah daerah di provinsi ini melalui instansi terkait, agar dapat mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha. Dengan dukungan ini diharapkan masyarakat akan mampu membangun wirausaha mereka.
“Dukungan bisa dengan permodalan, sarana dan prasarana, hingga bimbingan dan pelatihan. Sejatinya masyarakat itu hanya perlu diperhatikan dan didorong, sehingga mereka akan bergerak mengembangkan usahanya,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post