SAMPIT – Meski sudah memiliki pagu anggaran hingga Rp 8 miliar lebih, namun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata masih memerlukan anggaran lebih dari itu untuk melaksanakan sejumlah festival budaya khususnya di Kota Sampit.
“Hal itu disampaikan mereka pada saat pembahasan APBD murni tahun anggaran 2024, yang mana kita ketahui memang Kotim sendiri memiliki banyak budaya yang kerapkali dijadikan festival tahunan dan tentunya membutuhkan anggaran yang cukup besar,”kata Ketua Komisi II DPRD Kotim, Sanidin, Jumat 24 November 2023.
Lanjutnya, untuk memenuhi sejumlah kegiatan festival budaya itu masih diperlukan anggaran sebesae Rp 6 miliar lebih, dianataranya festival habaring hurung, sampit etnik, bubur asura, mandi safar dan sejumlah festival budaya lainnya.
“Mengingat pentingnya juga pelaksanaan festival ini untuk pelestarian budaya serta pengenalan dan promosi kepada masyarakat banyak terkait budaya yang ada di daerah kita, maka tentunya kita berharap hal ini dapat difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui APBD 2024,”ujarnya.
Apalagi ujarnya, peran pemerintah memang sangat strategis dalam melaksanakan Pelestarian budaya terutama budaya di daerah sendiri. Sehingga melalui festival budaya diharapkan budaya ini dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.
“Utamanya beberapa budaya yang memang rutin dilaksanakan bersama masyarakat banyak seperti mandi sapar serta festival bubur asura yang biasanya dilaksanakan oleh pemerintah bekerjasama dengan masyarakat umum. Hendaknya hal ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana juga untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post