SAMPIT – Jalan Lingkar Selatan, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) yang hingga kini belum juga diperbaiki oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menuai sorotan dari berbagai instansi hingga DPRD Kotim.
Bahkan Ketua DPRD Kotim Rinie Anderson meminta kepedulian pihak perusahaan yang melintasi jalan tersebut untuk memperbaikinya, jika belum ada juga perbaikan dari pemerintah provinsi. “Saat ini jalan tersebut rusak parah. Sehingga banyak kendaraan berat yang beralih masuk melintasi jalan dalam kota Sampit. Jika ini dibiarkan, jalan dalam kota akan kembali rusak dan akan mengganggu aktivitas masyarakat hingga menghabiskan anggaran daerah untuk terus melakukan perbaikan di jalan yang sama,” katanya, Rabu 5 Januari 2022.
Untuk itu lanjutnya, berdasarkan informasi bahwa sejumlah perusahaan yang menggunakan jalan tersebut sudah ada konsorsiumnya, maka harus segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. “Kami juga meminta agar ada pengawasan dan penindakan bagi kendaraan berat yang tetap ngotot masuk melintasi jalan dalam kota. Jangan sampai jalan dalam kota kembali rusak akibat masuknya kendaraan-kendaraan besar tersebut,” tegasnya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Kalteng sudah menjanjikan untuk memperbaiki jalan tersebut. Pada 2021 lalu pemerintah provinsi menginformasikan sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar, namun hingga memasuki 2022 janji itu belum terealisasi.
Menanggapi itu, Wakil Ketua I DPRD Kotim Rudianur juga mengatakan hal senada, bahwasanya selama ini perusahaan memanfaatkan jalan tersebut, sehingga kalau rusak sudah seyogyanya perusahaan membantu memperbaikinya. “Apapun alasannya, kami meminta perbaikan itu segera direalisasikan oleh perusahaan yang dikoordinir oleh pemerintah kabupaten. Ini untuk kepentingan mereka juga agar kendaraan perusahaan bisa lancar menuju Pelabuhan Bagendang tanpa harus masuk ke dalam kota,” tegas Rudianur.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post