SAMPIT – Saat ini sejumlah ruas jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir setelah diguyur hujan selama kurang lebih 10 jam sejak tadi malam hingga pagi ini.
Anggota DPRD Kotim Dapil Ketapang Bima Santoso mengatakan, penyebab terjadinya banjir khususnya di Ketapang karena saat ini musim penghujan dan hujan yang turun dengan intensitas tinggi.
“Kemudian juga karena drainase buntu atau mampet, maka perlu tindakan lebih lanjut yaitu melakukan normalisasi drainase,” sebutnya, Senin 1 Februari 2021.
Dikatakannya, di titik-titik terendah perlu adanya normalisasi anak sungai dan drainase. Dimana hal itu harus dilakukan oleh pemerintah daerah melalui dinas yang membidangi infrastruktur agar bisa mengagendakan normalisasi daerah yang terkena dampak banjir dadakan.
“Apalagi musim hujam ini dan juga disertai air pasang naik, akan menambah ketinggian air yang menggenang dan bertahan. Dimana harusnya satu dua jam sudah surut, sekarang bisa bertahan 2 hingga 3 hari,” ungkapnya.
Bima Santoso yang juga Anggota Komisi IV DPRD Kotim ini mengimbau, agar masyarakat lebih bijaksana dan hati-hati dalam kondisi saat ini.
“Masyarakat diharapkan jangan membuang sampah sembarangan. Kemudian RT, Lurah atau perangkat desa agar mensosialisasikan gotong royong di lingkungan sekitar tenpat tinggal. Karena agar air cepat turun harus ada gerakan sosial antar warga,” sebut Anggota Fraksi PKB ini.
Lebih lanjut ujarnya, berkaitan harus segera memakai anggaran dari pemerintah, karena sekarang dalam kondisi Covid-19 dan vaksinasi mungkin belum bisa tercover sekarang.
“Jadi harus ada inisiatif dari warga dan perangkat kelurahan untuk bekerja bergotong royong untuk sementara,” tegasnya.
Karena menurutnya, banjir ini memberikan dampak negatif, selain kawasan akan terlihat kumuh dan mendatangkan bibit penyakit hal ini juga bisa mendatangkan binatang buas, sepeti daerah pinggiran sungai ada buaya dan ular.
“Terlebih lagi di Jalan Suprapto Selatan, harus ada normalisasi anak sungai Mentawa dan drainase menuju sungai Mentaya,” demikiannya.
(dia/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post