KUALA KAPUAS – Jajaran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Meminta Pemerintah Daerah setempat agar tanggap atas bencana alam yang sedang melanda Enam Kecamatan Hulu Kapuas.
Ketua DPRD Kapuas, Ardiansyah S.Hut menuturkan sejatinya pemerintah harus peka dan tanggap menyikapi banjir yang terjadi. Dengan mendistribusikan Bantuan Sosial (Bansos) dalam hal ini kebutuhan dasar, terutama keperluan makan, minum termasuk juga obat-obatan.
Dengan adanya musibah banjir tersebut, selain merendam rumah masyarakat dan beberapa fasilitas umum yang terdampak banjir. Sudah bisa kita pastikan seluruh aktivitas warga masyarakat sedikit terganggu.
“Maka dari itu harus diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam membantu masyarakat terdampak banjir,” ucap Ardiansah, Rabu 17 November 2021 pada awak Media. Berdasarkan laporan Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Selasa 17 November 2022 menyebutkan 17 desa di 6 kecamatan wilayah hulu Kapuas terendam banjir.
Yakni di Kecamatan Mandau Telawang Desa Jakatan Mahasa, Kecamatan Kapuas Hulu genangan air terjadi di Desa Supang, kemudian di Kecamatan Pasak Telawang 7 desa terendam yakni, Desa Dandang, Jangkang, Kaburan, Hurung Kampin, Tumbang Tukun, Tumbang Nusa dan Desa Tumbang Diring.
Di Kecamatan Kapuas Tengah 4 desa tergenang, Desa Pujon, Tapen, Marapit dan Desa Kota Baru. Kecamatan Mantangai, di Desa Lapetan, Tabore dan Desa Tumbang Mangkutup, sementara genangan air juga terjadi di Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah.
Ketinggian air bervariasi mulai 20 centimeter hingga 110 sentimeter. Kerugian materil akibat musibah tersebut ribuan rumah dan fasilitas umum terendam, rinciannya 1.455 rumah, 30 sarana pendidikan, 7 sarana kesehatan, 29 unit rumah ibadah, 25 unit fasilitas umum serta 37 titik akses jalan terendam. Korban terdampak akibat banjir, sebanyak 2.653 kepala keluarga dengan 8.082 jiwa.
“Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa, hilang, sakit dan mengungsi akibat banjir tersebut dan saat ini pihak kecamatan dan desa masih melakukan pendataaan,” kata Kalaksa BPBD Kapuas. Pihak BPBD terus melakukan koordinasi dengan kecamatan dan desa serta untuk pendataan di lokasi kejadian.
(gia/matakalteng.com)





















Discussion about this post