SAMPIT – Kehadiran penerbangan perdana Super Air Jet di Bandar Udara H Asan Sampit disambut penuh rasa syukur oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor. Menurutnya, pendaratan pesawat berbadan lebar tersebut menjadi sejarah baru bagi dunia penerbangan di Kotim sekaligus menandai terwujudnya mimpi yang selama ini diperjuangkan bersama.
Bupati Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung hadirnya penerbangan Super Air Jet, termasuk Pemerintah Kabupaten Seruyan, Pemerintah Kabupaten Katingan, Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban), Kementerian Perhubungan, pengelola bandara hingga jajaran Dinas Perhubungan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Seruyan, Bupati Katingan beserta rombongan dan dinas teknis yang hadir. Ini sebuah sejarah. Baru pertama kali pesawat berbadan lebar mendarat di Bandar Udara H Asan Sampit. Sepanjang sejarah bandara ini, baru kali ini bisa terwujud,” kata Halikinnor saat acara inaugurasi penerbangan perdana Super Air Jet, Jumat 12 Juni 2026.
Ia mengatakan keberhasilan menghadirkan maskapai baru ke Sampit merupakan hasil doa masyarakat dan kerja keras berbagai pihak selama beberapa tahun terakhir.
“Ini berawal dari mimpi dan hari ini menjadi kenyataan. Semua ini berkat doa masyarakat serta upaya kita bersama. Yang paling utama tentu peran Kepala Bandara dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim yang terus memperjuangkan agar penerbangan jet bisa masuk ke Sampit,” ujarnya.
Menurut Halikinnor, Pemerintah Kabupaten Kotim telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung peningkatan fasilitas bandar udara, termasuk penyediaan berbagai sarana pendukung keselamatan penerbangan.
“Semua yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sudah kami anggarkan. Fasilitas pendukung terus kami lengkapi dan akan ditingkatkan secara bertahap,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Halikinnor mengungkapkan bahwa pengembangan Bandara H Asan Sampit akan terus berlanjut. Salah satu fokus utama adalah perpanjangan dan pelebaran landasan pacu agar mampu melayani lebih banyak pesawat jet di masa mendatang.
Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan menyepakati bahwa pembangunan runway menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah akan menangani pembangunan fasilitas pendukung lainnya.
“Runway yang ada saat ini panjangnya sekitar 2.060 meter. Dari hasil pembahasan dengan Kementerian Perhubungan, perpanjangan dan pelebaran runway nantinya menjadi tanggung jawab kementerian. Sedangkan pembangunan gedung fasilitas pendukung dan pengembangan apron menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” jelasnya.
Menurut Halikinnor, pengembangan tersebut ditargetkan mulai terealisasi pada 2027.
“Insya Allah pada 2027 fasilitas yang direncanakan sudah mulai terbangun. Apa yang menjadi masukan dari Otban akan menjadi catatan kami dan segera kami koordinasikan agar aspek keselamatan penerbangan semakin maksimal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa selain panjang dan lebar landasan, kekuatan landasan atau Pavement Classification Number (PCN) juga akan ditingkatkan agar mampu melayani pesawat dengan kapasitas yang lebih besar.
Halikinnor optimistis kehadiran Super Air Jet akan mendapat respons positif dari masyarakat maupun pelaku usaha. Menurutnya, Kotim memiliki potensi ekonomi yang sangat besar karena menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Tengah.
“Kalau berbicara potensi, Kotim merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Tengah. Selain itu, investasi terbesar juga banyak berada di daerah ini,” ujarnya.
Ia menyebut sektor perkebunan kelapa sawit menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan luas perkebunan yang hampir mencapai satu juta hektare.
“Luas perkebunan kelapa sawit di Kotim hampir satu juta hektare dan termasuk yang terbesar di Indonesia untuk ukuran kabupaten. Selain itu ada sektor pertambangan dan berbagai sektor ekonomi lainnya yang terus berkembang,” katanya.
Dengan potensi tersebut, Halikinnor menilai keberadaan penerbangan langsung Jakarta-Sampit akan memudahkan investor yang selama ini harus menempuh perjalanan darat cukup panjang dari Palangka Raya menuju Sampit.
“Selama ini banyak investor yang datang melalui Palangka Raya kemudian harus melanjutkan perjalanan darat ke Sampit. Dengan adanya Super Air Jet, mereka bisa langsung terbang ke Sampit sehingga lebih efisien dan nyaman,” jelasnya.
Tak hanya Super Air Jet, Halikinnor juga berharap maskapai lain seperti Batik Air dapat membuka penerbangan ke Sampit untuk memenuhi kebutuhan kalangan pelaku usaha dan pebisnis.
“Kami berharap ke depan Batik Air juga bisa masuk ke Sampit. Karena bagi para pengusaha tentu banyak yang membutuhkan layanan kelas bisnis. Semakin banyak pilihan penerbangan tentu semakin baik,” ujarnya.
Ia juga berharap adanya penambahan rute penerbangan langsung dari Sampit ke berbagai kota besar di Indonesia, khususnya Surabaya yang selama ini memiliki tingkat permintaan cukup tinggi.
“Harapan kami ke depan ada penambahan rute seperti Sampit-Surabaya. Selama ini penerbangan ke Surabaya selalu memiliki tingkat keterisian yang tinggi karena banyak masyarakat dan pelaku usaha yang memiliki konektivitas ke kota tersebut,” katanya.
Selain sektor investasi dan bisnis, Halikinnor melihat peluang besar dari layanan perjalanan umrah yang kini semakin mudah dijangkau melalui jaringan penerbangan Lion Group.
“Potensi terbesar menurut saya adalah umrah. Penduduk Kotim cukup besar dan minat masyarakat untuk beribadah umrah juga sangat tinggi. Kemarin beberapa agen perjalanan umrah bahkan sudah bertemu langsung dengan pihak Lion Air untuk membahas konektivitas penerbangan dari Sampit,” ungkapnya.
Menurutnya, kemudahan akses transportasi udara akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ibadah tanpa harus melalui proses perjalanan darat yang panjang ke kota lain.
“Kami optimistis kehadiran Super Air Jet tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi, investasi, pariwisata dan pelayanan masyarakat yang lebih baik. Karena itu kami akan terus mendukung pengembangan Bandara H Asan Sampit agar mampu melayani kebutuhan masyarakat yang terus meningkat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)














Discussion about this post