PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng, Jubair Arifin mengatakan bahwa masyarakat di Kelurahan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau mengharapkan adanya solusi terkait pembukaan lahan tanpa bakar dari pemerintah daerah.
Pasalnya, hingga saat ini masyarakat masih menggunakan metode membakar saat membuka lahan, namun hal tersebut dipandang dapat menimbulkan berbagai persoalan dan konflik.
Menurut Jubair, penting bagi pemerintah baik provinsi maupun kabupaten untuk merespons aspirasi tersebut karena hal itu berkaitan dengan keberlangsungan usaha pertanian masyarakat yang ada di wilayah tersebut.
“Tanpa adanya solusi dari pemerintah, dapat berdampak terhadap usaha masyarakat sehingga sangat perlu direspon positif oleh pemerintah,” ujarnya, Jumat 10 Mei 2024.
Jubair mengungkapkan solusi yang dapat diberikan pemerintah saat ini antara lain memberikan bantuan alat mesin pertanian modern serta menyarankan agar masyarakat menetap di satu lahan saja tanpa harus berpindah-pindah. Dengan adanya bantuan alat mesin pertanian, masyarakat akan lebih mudah membuka lahan tanpa menggunakan metode membakar, dan juga dapat meminimalisir dampak negatif pada lingkungan sekitar.
“Selain itu, dengan menetap di satu lahan saja, maka masyarakat akan lebih mudah dalam pengaturan dan pengawasan atas lahan mereka,” imbuhnya.
Ia menegaskan upaya pemerintah dalam memberikan solusi terhadap masalah pembukaan lahan tanpa bakar, tentunya diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pertanian masyarakat dan perlindungan lingkungan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post