KUALA KURUN – Sekarang ini belum semua warga di Kabupaten Gumas merasakan air bersih. Sebagian masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk itu, pemkab setempat harus mencari solusi menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bersih itu.
“Masih banyak warga yang belum merasakan air bersih. Harus ada langkah konkrit yang dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan memanfaatkan adanya program pamsimas,” kata Anggota DPRD Kabupaten Gumas Rusmila, Senin, 16 Juni 2025.
Berdasarkan informasi, masih ada 60 persen warga Kabupaten Gumas mengeluhkan ketersediaan air bersih. Mereka menginginkan pemerintah serius dan menjadikan ketersediaan air bersih sebagai program prioritas, untuk dicari solusi dalam upaya penyelesaian.
“Jangan tunggu ada kejadian besar, baru masalah air bersih diselesaikan. Harus mulai dari sekarang menjadi prioritas dengan melibatkan semua pihak yang terkait. Tentu harus ada saling komunikasi dan koordinasi,” tegasnya.
Bahkan di Kecamatan Kurun yang dekat dengan ibu kota kabupaten, masih belum semua desa tersedia air bersih. Contohnya di Desa Tumbang Tambirah, Tumbang Tariak, Tumbang Manyangan, Penda Pilang, Petak Bahandang dan Teluk Nyatu.
“Sebaik apapun kondisi infrastruktur yang dibangun pemerintah, namun air bersih sulit didapatkan, tentu hal demikian akan menyusahkan masyarakat,” tutur Rusmila.
Politisi PDIP ini menambahkan, akibat ketiadaan air bersih akan menjadikan anak mengalami stunting atau kurang gizi dan mudah terserang penyakit. Disarankan kepada pemkab membentuk tim yang terdiri dari perangkat daerah terkait menyelesaikan permasalahan air bersih.
“Salah satu penyebab stunting adalah penggunaan air yang tidak bersih. Ketersediaan air bersih bagi seluruh masyarakat menjadi tugas dan perhatian kita bersama,” pungkasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post