KUALA KURUN – Peran generasi muda dinilai krusial dalam menyelamatkan sekaligus memajukan sektor pertanian di Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Regenerasi petani kini menjadi tantangan serius yang harus segera dijawab agar ketahanan pangan daerah tetap terjaga.
Anggota DPRD Gunung Mas, Sahriah K. Sabran, menegaskan bahwa sudah saatnya anak muda mengambil peran nyata di sektor pertanian yang memiliki potensi besar namun masih kekurangan tenaga produktif. Menurutnya, stigma pertanian sebagai pekerjaan tradisional harus segera ditinggalkan.
Saat ini, sektor tersebut telah bertransformasi menjadi bidang modern yang didukung teknologi dan inovasi.
“Anak muda harus berani terjun ke sektor pertanian. Dengan pemanfaatan teknologi, pertanian bisa lebih maju dan memberikan hasil yang menjanjikan,” tegasnya, Kamis 16 April 2026.
Sahriah menilai, perubahan pola pikir generasi muda menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang lebih produktif dan bernilai ekonomi tinggi. Disisi lain, ia juga mendesak pemerintah daerah agar tidak hanya mendorong secara wacana, tetapi menghadirkan dukungan konkret bagi petani milenial.
Dukungan tersebut meliputi pelatihan, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga kemudahan akses permodalan.
“Dukungan nyata sangat dibutuhkan agar generasi muda tetap semangat dan serius menekuni bidang pertanian,” ujarnya. Dia menambahkan, potensi pertanian di Gunung Mas masih sangat besar untuk dikembangkan.
Namun, tanpa keterlibatan sumber daya manusia yang inovatif dan kreatif, peluang tersebut akan sulit dimaksimalkan. Dengan dorongan kuat dari generasi muda dan dukungan pemerintah, sektor pertanian diyakini dapat menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha yang menjanjikan di masa depan.
(rls/matakalteng)





















Discussion about this post