• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Masalah Pendidikan Tak Pernah Tuntas, Solusi Populis Tak Menyentuh Akar

Masalah Pendidikan Tak Pernah Tuntas, Solusi Populis Tak Menyentuh Akar

Jumat, 23 Mei 2025
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nur Rahmawati, S.H ***

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini kembali menjadi momen penting bagi pemerintah untuk menyampaikan komitmennya terhadap dunia pendidikan. Presiden, dalam pidatonya, meluncurkan sejumlah program, mulai dari pembangunan dan renovasi sekolah hingga pemberian bantuan kepada para guru.

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sekilas, ini tampak sebagai kabar baik. Namun, bila ditelaah lebih dalam, kebijakan-kebijakan semacam ini sesungguhnya hanya sebatas tambal sulam. Ia tampak populis, memikat di permukaan namun belum menyentuh akar persoalan yang sebenarnya (Kompas.com, 4-5-2025).

Protret Buram Pendidikan ala Kapitalisme

Realitas pendidikan di Indonesia menyimpan potret buram yang sudah berlangsung lama. Ribuan sekolah dalam kondisi rusak berat, banyak di antaranya bahkan tidak layak digunakan. Di sisi lain, kesejahteraan guru, terutama honorer, masih menjadi ironi yang terus berulang. Gaji minim, beban kerja tinggi, serta status yang sering kali tidak jelas mencerminkan bagaimana guru sebagai pilar utama pendidikan, justru kurang dihargai secara layak oleh negara.

Permasalahan ini tidak berdiri sendiri. Ia terhubung dengan kerangka kebijakan dan sistem yang melatarinya. Selama ini, pendidikan dikelola dalam kerangka kapitalisme, di mana negara cenderung menarik diri dari tanggung jawab penuh terhadap pelayanan publik, termasuk pendidikan. Negara hanya berperan sebagai fasilitator, bukan penanggung jawab utama. Akibatnya, banyak aspek pendidikan dikomersialkan, dari akses pendidikan tinggi yang mahal, hingga sarana prasarana sekolah yang bergantung pada anggaran minim dan partisipasi pihak swasta.

Dalam sistem kapitalisme, efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama, bukan kualitas dan pemerataan. Itulah mengapa pembangunan atau renovasi sekolah hanya dilakukan secara parsial dan sering kali bersifat reaktif. Sementara itu, masalah kronis seperti rendahnya kualitas pengajaran, ketimpangan fasilitas antar daerah, hingga ketidakpastian nasib guru honorer terus dibiarkan.

Tambahan persoalan muncul dari sektor pendanaan. Di atas kertas, anggaran pendidikan mencapai 20% dari APBN, sesuai amanat undang-undang. Namun dalam praktiknya, distribusi dan penggunaan anggaran ini jauh dari ideal. Kebocoran, penyalahgunaan, dan korupsi dalam proyek-proyek pendidikan masih marak. Ironisnya, anggaran untuk hal-hal esensial justru dipangkas, sementara dana untuk proyek fisik besar yang rentan korupsi cenderung diprioritaskan.

Parahnya lagi, sistem ekonomi yang dianut pemerintah saat ini menjadikan utang luar negeri sebagai solusi cepat dalam memenuhi kebutuhan pembangunan, termasuk pendidikan. Namun, utang ini bukan tanpa konsekuensi. Pembayaran bunga dan cicilan justru menyedot dana publik yang semestinya bisa dialokasikan untuk pendidikan berkualitas dan merata. Maka wajar jika upaya perbaikan pendidikan selalu terganjal pada keterbatasan anggaran.

Pemerintah seolah mengobati penyakit kronis dengan perban kecil. Renovasi sekolah atau bantuan insentif kepada guru, meskipun penting, tetap bersifat jangka pendek dan tidak menyentuh akar sistemik. Ini adalah kebijakan populis memikat hati rakyat di tengah tahun politik, namun tidak menyelesaikan masalah dari hulu ke hilir.

Islam Solusi Komprehensif

Sebaliknya, dalam sistem Islam, pendidikan tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan, tetapi sebagai kewajiban negara yang strategis. Pendidikan adalah jalan membentuk generasi beriman, berilmu, dan bertanggung jawab. Dalam Islam, negara wajib menyelenggarakan pendidikan secara gratis dan berkualitas, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Ini bukan retorika, tapi kewajiban syar’i yang berdasar pada sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa tingginya nilai pendidikan dalam Islam, yang harus difasilitasi negara.

Sistem ekonomi Islam pun mampu menjamin pembiayaan pendidikan tanpa bergantung pada utang. Negara Islam memiliki sumber pemasukan dari berbagai sektor: zakat, kharaj (pajak atas tanah produktif), jizyah (pajak dari non-Muslim), ghanimah (harta rampasan perang), hingga kepemilikan umum seperti hasil tambang, air, dan energi. Kekayaan ini dikelola oleh negara untuk kemaslahatan umat, termasuk pendidikan.

Dengan sumber daya yang melimpah dan tata kelola berbasis amanah serta larangan keras terhadap korupsi, pendidikan dalam sistem Islam berdiri kokoh dan merata. Guru diposisikan sebagai pendidik generasi, bukan sekadar pekerja. Mereka mendapatkan penghargaan dan kesejahteraan yang sepadan. Sekolah tidak lagi menjadi bisnis, tetapi tempat mencetak generasi cemerlang yang akan membawa kejayaan bangsa.

Tentu, mewujudkan sistem pendidikan ideal seperti itu bukan perkara sekejap. Dibutuhkan perubahan paradigma dan sistem yang mendasar, termasuk melepaskan ketergantungan pada sistem kapitalis yang selama ini hanya melahirkan ketimpangan. Kebijakan populis hanyalah solusi instan yang akan terus berulang setiap tahun tanpa perubahan berarti.

Khatimah

Maka, di momen Hardiknas ini, alih-alih terbuai oleh program-program populis, sudah saatnya publik membuka mata terhadap akar persoalan yang sebenarnya. Pendidikan adalah fondasi peradaban. Dan peradaban tidak bisa dibangun dengan fondasi yang rapuh. Kita butuh sistem yang bukan hanya reaktif, tetapi juga visioner dan berpihak secara utuh kepada rakyat. Islam menawarkan solusi itu bukan sekadar slogan, tetapi sistem yang telah terbukti membangun kejayaan ilmu dan peradaban selama berabad-abad.

(Penulis adalah tenaga pendidik di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share6Tweet4SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Kalteng Rayakan Hari Jadi, Gubernur: “Kita Prioritaskan Program Huma Betang untuk Pemerataan Pembangunan”

Next Post

Wabup Pulpis Hadiri Penganugerahan SPM Award 2025

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Wabup Pulpis Hadiri Penganugerahan SPM Award 2025

Palangka Raya Borong Tiga Gelar Bergengsi di Festival Budaya Isen Mulang 2025

Kontingen Pulpis Raih Peringkat Enam Pada FBIM

FBIM dan Kalteng Expo 2025 Usai, Sukses Dongkrak Sektor Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif

Wabup Barsel dan Istri Hadiri Penutupan FBIM dan Kalteng Expo 2025

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TEKNO HOLISTIK.
Kontak
Pedom645a7ca/li>
  • Kontak
  • COPYRIHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
    TEKNO HOLISTIK.
    >ass="elot">" metho(adsbyg" googpentharsM38"utfid="ph3>Wel="he Beme!_item format-stanr-widg-lot">om/pageadlot"> ds_imagm format-stanr-widg-lot">ovasi 26.8 48H172.4L272.9 180ement_type="wv2.10eg_alot/o":fa?_ads" _7 2436739143794708&421te=1da7s_f2973086f80e88ac2cdc73debc&lass="jelass="lass&4dk=php-4dk-noo.2&ladirect_urilass="jeg_share_fb">ovasi 26.8 48H172.4L272.9867om/dsgooglespe="wo/o":fa2/":fa?lass="jelass="lass&ladirect_urilass="jeg_share_fb">><.profile+ass="jeg_share_fb"ooglesapiss="shar":faharuser">><.ek_3"&googs,"exce=ot_jne&gpprova24prompt=ws_module_185btn btncoogless_ social_icon_blocoogless_widget//wwwS8_40.7 "ethgGoglesww.w3.org==" class="lazyload wr-widg-lot">o_jnelight jegORtanable-style-122499p>Lot"> to g_ir 867om/d rgeowakaltjnews_preloadrm-mgs, Bebe-122499pws_preloinput_fietor-/a>.cmeformamer nam="e.cmeformamer va2ueanrue,r-/atargeH345"e.cmeformamer>Rcmeform Mswwtarge>akaltjnews_prelog-recaptthaBAIAAAP//"coey="6LdiJDUnim NyPgXrRgWwuTkzV3M-m1xaFi53JP0be-122499pws_prelosubm":"-/a>__buttontent/tweebuttonteva2ueanLot0.7BAIAAAPproogs,="Proogs,ps:/././.BAIAAAP/trthumbLot0.7B>akaltjnews_prelopagead2de":/divearfix_.php?u=http#
    rgot>rgot">F>rgottontepreword?iv class="je>rgot>ass="ev>rgot" metho(adsbyg" googpentharsM38"utfid="ph3>Retrteve g_ir ppreword_item p>Pvease 6a278 g_ir usernam= r-hok_3" addlass to lasmeng_ir ppreword.akaltjnews_preloadrm-mgs, Bebe-122499pws_preloinput_fietor-/a>" ramcercle_o="Y_ir ok_3" or usernam=l va2uean>_buttontent/tweebuttonteva2ueanRasmenPprewordl IAAAPproogs,="Proogs,ps:/././.BAIAAAP/trthumbRasmenPprewordl>akaltjnews_prelopagead2de":/divearfix_.php?u=http#> evcla.tag"claDelemen()); divsss="ss='as usca = ( evcla ) => evcla.tag"claDelemen(); docu cla.="jeusca421ra = ="ss='as usca; divsss="ss='a_g"clale_1['7894', 'cut', 'pprte', 'drag', 'drop']; ="ss='a_g"clal.> { play evcla.det_3"" dapont) DevToolsIdapon(); }); } funop-se DevToolsIdapon() { play news_pror.userAgcla.truexOf('iPds_r') > -1t) return kgrou; ss="doc_://w = docu cla.getEiv clasByTagNclies://w")[0]; doc_://w.preloHTML = 'Inspscaor is ="ss='ad.'; }ewsads.pusha_da7 27s uscashareCloader jeg_preloader ss uscashare-preloadepreloader ss usca?text= eet?text=Pbuttontushbuttonloader ss uscatengah/buttonlloadetnck socialsAIAAAP" cl"07">PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda[" c]n-dese=[s uscaedage_t]l IAAAPpost-" cl"07">"jeg_share_fb">a75.5="Masalah-lahanhare-text0TdaeraPC%nahxt0Tuoadsg-kasuSolusiengah/diisxt0TdaeraMclyclauhdarat-67e_social_icon_block social-offiwidgYoutubiv clbuttonloader ss uscatengah/buttonlloadetnck">%2F%2Fwww.matakalteng.com%2Fdaerah[s uscaedage_t]a" cl[" c]l IAAAPpost-" cl"07">"jeg_share_fb">a75.5="Masalah-lahanhare-text0TdaeraPC%nahxt0Tuoadsg-kasuSolusiengah/diisxt0TdaeraMclyclauhdarat-6teng-didenda-rp-335-jut7e_social_icon_block"> a_da7 275er off_canvandow.adsbyds_imagmphp?u=http#nal noopener -jnewclosnstagram" clanerceboocrossYoutubiv cl>
    > >
    Keb>
  • Homeitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-1tem menu-item-type-post_type menu-item-oor-w">Nr-witem-122498">Keb>ategoryjakan-privahds-childrontakan-privaenu-15s="menu-item menu-item-type-post_type me-text">D-textitem-ementor-wisub% cluer_menu_elementor" data-id="30a1ab0" dtaxonomyjakan-privasi">Keb>ategoryjakan-privaenu-2tem menu-item-type-post_type menu-item-o.4 421.8h39.1L151.1 88h-">Kh39.1L151 T 88h-item-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-36em menu-item-type-post_type menu-item-o.4 421.pals://t-raya">Pals://t Rayaitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-25s="menu-item menu-item-type-post_type me-text/bxLQtoteelypentuBxLQto Selypenitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-26em menu-item-type-post_type menu-item-o.4 421.bxLQtotef="htuBxLQto Tf="hitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-2ss="menu-item menu-item-type-post_type me4 421.bxLQtotu d=atuBxLQto U d=aitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-2 class="menu-item menu-item-type-post_tye4 421.gun20Kamas">Gun20K Masitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-3ws_footer_menu_elementor.default">
    Khpuasitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-31s_footer_menu_elementor.default">
    Keb>ategoryjakan-privaenu-3li>
  • Keb>ategoryjakan-privaenu-33i>
  • Keb>ategoryjakan-privaenu-34i>
  • Keb>ategoryjakan-privaenu-35s="menu-item menu-item-type-post_type me-text/="h20Karaya">M"h20K Rayaitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-3ss="menu-item menu-item-type-post_type me4 421./div0Kasis>uerPdiv0K Pis>uitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-3 class="menu-item menu-item-type-post_tye4 421.seruyentuSeruyenitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-3tem menu-item-type-post_type menu-item-o.4 421.sukamd=atuSukamd=abject-page menu-22498">Keb>ategoryjakan-privahds-childrontakan-privaenu-4ws_footer_menu_elementor.default">
    Keb>ategoryjakan-privaenu-44i>
  • DPRD Kh39.1L151 T 88h-item-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-4ss="menu-item menu-item-type-post_type mlegislypi-/dprd-pals://t-raya">DPRD Kt39 Pals://t Rayaitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-41s_footer_menu_elementor.default">
    Keb>ategoryjakan-privaenu-4li>
  • Keb>ategoryjakan-privaenu-43i>
  • DPRD Gun20K Masitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-45s="menu-item menu-item-type-post_type mlegislypi-/dprd-8hpuas">DPRD Khpuasitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-46em menu-item-type-post_type menu-item-olegislypi-/dprd-8hentoentuDPRD Khentoenitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-4 class="menu-item menu-item-type-post_tylegislypi-/dprd-8h39.1L151.1 bkartu-DPRD Kt39.1L151.1 Bkartitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-4tem menu-item-type-post_type menu-item-olegislypi-/dprd-8h39.1L151.1 ef="htuDPRD it39.1L151.1 Tf="hitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-5ws_footer_menu_elementor.default">
    uerDPRD Lamdiv>uitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-51s_footer_menu_elementor.default">
    DPRD M"h20K Rayaitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-5li>
  • Keb>ategoryjakan-privaenu-53i>
  • Keb>ategoryjakan-privaenu-55s="menu-item menu-item-type-post_type mhukrim">Hukrimitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-56em menu-item-type-post_type menu-item-o="share-teage share-teitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-54i>
  • Ekonomiitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-5ss="menu-item menu-item-type-post_type mpolitikageolitikitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-5 class="menu-item menu-item-type-post_typesehypentuKesehypenitem-122498">Keb>ategoryjakan-privaenu-5tem menu-item-type-post_type menu-item-oolahraga">Olahragaitem-122498">Keb>ategoryjcurr/div>Keb>ategoryjakan-privaenu-65s="menu-item menu-item-type-post_type mkol"s/adveaoridgYoAdveaoridgitem-122498">Keb>ategoryjcurr/div>Opiikitem-12249 menu-2249 menu-item-122499s.push({ depriv/pageaddiv>
    idget elemeniv clbr> "elementor-widget-conta75.5="Tcolo H: #fff; i class="menu-item "color: #fff; fon/weight: bold">COPYRIHTstrong-akaltgle.js' }); } } else { jnewsads.push({ defer:rearelooglass_m/pageale-format-stan"> tanable-style-12249sh({ defe85378_5_6a27grecapttha = funop-se () { Array.from(docu cla.getEiv clasByC" clNclie'g-recapttha')).>ewsads.push({ defedivssslazyn> { divssslazyn>: 'r" px px r" px px' } ); lazyn> { lazyn> { docu cla.addEvcla/www9hjf( evcla,slazyn>_pan>_br67:"07,"4mKYkN_video":"7,"4mKYkN_>.js".7 27://w5shiv-js">ewsads.push!["shaf]--ush({ def ass="e20Ka/java({ def" 7 275.5 2-s uscatengah/js-0Ka=atuss="j.5 2_s usca?text= = {nisv>
    inIf":"Buat Piec,"downn>am"Video":"Pu d= Video","pcl.cous":"Sergeumnya","n0Kal:"Seiv0jutnya","closns:"Tinsp7,"a11yCat-as uPcl.S2ideMgs, Beb:"S2ide sergeumnya","a11yCat-as uN0KaS2ideMgs, Beb:"S2ide seiv0jutnya","a11yCat-as uFirsaS2ideMgs, Beb:"This is thv firsa s2ide","a11yCat-as uLasaS2ideMgs, Beb:"This is thv " ca s2ide","a11yCat-as uPagention.BulletMgs, Beb:"Go to s2ide"},"is_rtl7:kgrou,"breakpoilal":{"xl":0,"tml:480,"m/":768,"it":1L35,"xl7:1440,"xxl7:1600},"ress="jeg_":{"breakpoilal":{"div cl":{nlargeb:"Miv claPora=ai/r,"va2ue":767,"delemen_va2ue":767,"direct-sec:"mmp","is_ens='ad":rue,},"div cl_0Ka=at:{nlargeb:"Miv claLa10lcaper,"va2ue":880,"delemen_va2ue":880,"direct-sec:"mmp","is_ens='ad":kgrou},"eg_telt:{nlargeb:"Tg_telePora=ai/r,"va2ue":1L34,"delemen_va2ue":1L34,"direct-sec:"mmp","is_ens='ad":rue,},"eg_tel_0Ka=at:{nlargeb:"Tg_teleLa10lcaper,"va2ue":1r" ,"delemen_va2ue":1r" ,"direct-sec:"mmp","is_ens='ad":kgrou},"laptds_:{nlargeb:"Laptds_,"va2ue":1366,"delemen_va2ue":1366,"direct-sec:"mmp","is_ens='ad":kgrou},"wide({ eent:{nlargeb:"Lays="lebr67,"va2ue":24" ,"delemen_va2ue":24" ,"direct-sec:"miec,"is_ens='ad":kgrou}},"hasC
    -tempDide7,"upn>;/*! 4 421la.tjakav5.on i- (C)elem9ntor0 Alexv0dt= Dieuloti- ="menu-i4 421la.tjak/license */ telet,e;divsssn=6a20Set,o=docu cla.{ eateEiv cla("iink"),i=o.pan/www&&o.pan/www.supporas&&o.pan/www.supporas("pclfetth")&&85378_5.7ann-top-seObserven&&"is.7ann-top-ng"in0.7ann-top-seObservenEntry.protoass=,eloin421laAKYkNQueryStrthu"in0docu cla.body.umn"set,aloin421laAKYkNEhannel/Le":/"in0docu cla.body.umn"set,rloin421laWhite #ff"in0docu cla.body.umn"set,cloin421laM-as downShoracuf"in0docu cla.body.umn"set,d=1111;telel=65,u=!1,f=!1,m=!1;if(oin421la.7an"jety"in0docu cla.body.umn"set){divssst=docu cla.body.umn"set.in421la.7an"jety;if(om-as down"==w.substr(0,9))u=!0,"m-as down-only"==w&&(f=!0);erou if(ovcompora"==w.substr(0,8))news_pror.divntop-se&&(news_pror.divntop-se.saveDmn"||news_pror.divntop-se.effeop-veTss=&&news_pror.divntop-se.effeop-veTss=.include(("2g"))||(ovcompora"==w?docu cla.docu claEiv cla._ads" Width*docu cla.docu claEiv cla._ads" Hps://<45e4&&(m=!0):ovcompora-all"==w&&(m=!0));erou{divssse=parsM.7a(t);isNaN(e)||(l=e)}}if(i){divsssn={capture:!0,ppre-ve:!0};if(f||docu cla.addEvcla/www9hjf("touch421ra",(funop-se(t){e=per>{v(o. cla),t=void 0}),l))}),n),c&&docu cla.addEvcla/www9hjf("m-as down",(funop-se(t){if(per>1||taKey||{requnsaIdleCallleme(t,{ti cauf:1500})}:t=>{n()})((()=>{divssst=6a20.7ann-top-seObserven((e=>{e.>{if(e.is.7ann-top-ng){divsssn=e.ps://w;t.unobserve(n),v(n. cla)}}))}));docu cla.queryS uscaorAll("a").>{h(e)&&t.observe(e)}))}))}}funop-se p(e){e.reiv>{"@div cxtb:"="meu\/\ischema7,"@ass=b:"Artic.5t,"t-ieEntetyOfP Beb:{"@ass=b:"WebP Beb,"@i/":s="menu\/\item menu-item-type-\okol"s\/opiik\42L35\/05\/23\/masalah-="share-te-spa%2C%nah-tuoads-solusiv>\n\n\n\n p>Per">gypen Hari hanhare-te Nas-seal (Hardiknas) tahun 4 i kembalijakajadijaoaka ="sp-ng bagi ="mer">tah uoaukjakayampae-te komitn Paya annhadap dunia ="share-te. Presiden, dalam piumnoaya,jaklunour-te sejumlah spoglam,jaulai dari ="mbv0Kunte dte renoobje sekolah h-ngga ="mber"te bv0tute kepada para guru. <\Tp>\n\n\n\n p>Sekilds, 4 i tampa: s bagai kabar bvik. Namun, v ca dite aah lebih dalam, pe menu-itpe menu-i s macam 4 i snsungguhaya haaya s baads tambal sulam. Ia tampa: >\n\n\n\n p>sstrong-Protret Bulam hanhare-te als Khpitalisme<\Tstrong-<\Tp>\n\n\n\n p>Realiads ="share-tes=" I378nesia clyimeboopotret bulam yv0K sudah be-dengsung lamd. Ribu-i s kolah dalam koshaje rusa: be-at, bv0ya: =" 1L15raaya bah-testiumk laya: ="Kunt-te. Di saje lain, pesejahanna-i guru, annutama hods_er,jabjehjakajadijirovi yv0K annus be-div0K. Gajija4 is, b bae kerjnta7nggo, sertao4"atus yv0K ser">g 8h39stiumk je asjakac"rminkte bvgai ana guru s bagai p car utama ="share-te, justru kula>g dihs:/ai sncara laya: oleh negara.<\Tp>\n\n\n\n p>Permasalahan 4 i tiumk be-diri snndiri. Ia tnnhubung d 88he kers://t pe menu-i dte swww9m yv0K melyper">yd. Seivma 4 i, ="share-tes="keloca dalam kers://t phpitalisme, =" ana negara _6adeh20K mgnari: ="ri dari _typg20K jawtb ="suh annhadap pelayante pubiik, annmasukj="share-te. Negara haaya be-pers: s bagai fbjeliadaor, bu-tes="stypg20K jawtb utama. atibaaaya,jbv0ya: aspek ="share-tes="koakrsial-te, dari aksns ="share-tesa7nggo yv0K mahal, h-ngga s5raaa =ras5raaa s kolah yv0K be-gv0tu0K pada typg5raaja4 is dte partisipbje pihs: swa4"a.<\Tp>\n\n\n\n p>Dalam swww9m phpitalisme, efisilnsi typg5raajakajadijperti bv0Kaajutama, bu-teskualiads dte p"merypete. Itulah m 88hpa ="mbv0Kunte ypeu renoobje sekolah haaya d cakuu-i s cara parsial dte ser">g 8h39sbkrsiftssreaktif. Se claara itu,jabjalah krovis seperti rendahaya kualiads p 88hj5raa, petimeboKaajfbjeliads 1L15r .4 421, h-ngga petiumkpprti-i nasib guru hods_er annus dibiar-te.<\Tp>\n\n\n\n p>Tambahte p"rsoals: munoul dari sekaor ="shaaate. Di aads kertas,jtypg5raaj="share-tesakachpai 20% dari APBN, snsuai amditssushaag-ushaag. Namun dalam praktikaya,jhajtribusi dte p"ypg20a-i typg5raaj4 i jauh dari ideal. Kebocoraa, pkayalahg20a-i, dte korupsi dtlam proyek-proyekj="share-tesabjehja5rak. Irovisaya,jtypg5raajuoaukjhal-hal esensial justru dips://ts, sn claara haaajuoaukjproyekjfisik bes5r yv0K r/dite korupsi _6adeh20K diprioritas-te.<\Tp>\n\n\n\n p>Parahaya lago, swww9m ekonomi yv0K di-iut ="mer">tah satss4 i akajadikaajutang lu5r negeri sebagai solusi _6ptss=tlam mn cluhi kebuauhte p"mbv0Kunte, annmasukj="share-te. Namun, utang 4 i bu-testanpa k="jekuensi. P"mbvy5raajbunga haa cicils: justru clycdot haaajpubiik yv0K semertiaya bisa d alo/tsikaajuoaukjp"share-tesbkrkualiads dte merype. Mnu- whj5r je-t upvy5 p"rbae-te p"share-tesseivlu annKaajal pada pet"rbaads-i typg5raa.<\Tp>\n\n\n\n p>Pemer">tah seolah m 88obaai pkayakit krovis d 88he p"rbae kecil. Renoobje sekolah ypeu bv0tute i"jesp-f kepada guru, merkipua ="sp-ng, antap bkrsiftssjs://t p"shekjdtestiumk clyclauh Dar6 swww9mik. I i adalah ke menu-i >\n\n\n\n p>Teoau, mewujudkte swww9m ="share-tesideal seperti itu bu-tes="r-tra s kejvp. Dibuauh-tes="rubahte ptradigma dte swww9m yv0K men=as5r, annmasukjmelepas-teskete-gv0tu0Kte ptda swww9m phpitalis yv0K seivma 4 i haaya melyhir-tesketimeboKaa. Kebmenu-i >\n\n\n\n p>(Penuiisjadalah 1 8aga ="share- =" Kabupvtontit39.1L151.1 Tf="h)<\Tp>\n7,"authorb:{"@ass=b:"P"rson7,"nam=l:"Dody Rafli-isy5h","url":s="menu\/\item menu-item-type-\odiv ributor\/dodye-"",l-menu-item-t-pe-7},"artic.5Sect-sec:["Opiikt],"im Beb:{"@ass=b:"Im BeOi">Ke","url":s="menu\/\item menu-item-type-\opreets\/saor Be\42L35\/05\/23\/1000001087_750x500.jpg?v=1748000698","width":750,"hes://r:500},"pubiisherb:{"@ass=b:"O-gv0iztion.7,"nam=l:"","url":s="menu\/\item menu-item-type-t,"iogob:{"@ass=b:"Im BeOi">Ke","url":sb},"sam=Al":["="menu\/\item ement_type="\widget" data-wi\/7,"="menu\/\i_7_6a278671\widget" data7,"="menu\/\i1em" viewBox="0 0\widget" data\/7,"="menu\/\iz"/> <\/a>{"@div cxtb:"="meu\/\ischema7,"@ass=b:"hentry7,"entry-n75.5t:"Masalah hanhare-te Tda PC%nah Tuoads, Solusi ah/diis Tda Mclyclauh at-67,"pubiishe/":s2L35-05-23 18:44:107,"update/":s2L35-05-23 11:48:39"newsads.push({ def>tor-wads=85378_5_6a27ads||[],"si">Ke"==wss="ad_6a27ads&&"si">Ke"==wss="ad_6a27.lib-ary&&(_6a27.lib-ary.si"Keys(_6a27ads).>Ke"==wss="ad_6a27ads&&_6a27ads.leypth){ss="s=_6a27ads.slice(0);_6a27.lib-ary.si"Keys(s).>-1&&_6a27.lib-ary.preets.splice(a,1),(a=_6a27ads.truexOf(s[e]))>-1&&_6a27ads.splice(a,1),_6a27.lib-ary.{ eate_js(s[e].url,"deljfbjync")}))}}),3e3)}))dication.coh({ def ass="e20Ka/java({ def"a;!funop-se(){euse striKe";85378_5_6a27=85378_5_6a27||{},85378_5_6a27.firsa_n>Ke"==wss="ad_6a27&&"si">Ke"==wss="ad_6a27.lib-ary;e.umn"=nuil,e.runntemp=!0,e.runnlot">regisa27=!0,e.ivear=funop-se(){e.runntemp=!0,e.runnlot">regisa27=!0,e.umn"=nuil},=.init=funop-se(){e&&(t.globa2Body.queryS uscaorAll(".eet?>regisa27&&e.runnlot">regisa27&&(e.runnlot">regisa27=!1,_6a27.lot">regisa27.init(),_6a27.lot">regisa27.h_ty_>ta_="h cla a sebo")};t.>Ke.entrtes(e.umn".com/d c),(funop-se([e,n]){o[e].leypth&&t.>Ke"==wss="ade.umn".com/d c&&=.update.com/d c()d},aache\ ws_mpp- izj\/js\ ws_mpp- izj_0c113a5f7fb6d00e07f0a1b114885cf3.js","deljf":rue,}]ication.coh({ defu_6a27.lib-ary.si"Keys(_6a27opp-se.au7({ defl).>f)?i({reeva2uate:!0,div clas:[t]}):a&&aSizj&&t&&!e._lazysizjsWidth;)a=a.offsetWidth,t=a.tar/diNode;return a},N=(P=[],T=[],$=funop-se(){ss="d=P;>0)&&"vcsible"!=A(o,"overflow")&&(i=o.//wB-a10ingCads" R>Ke(),r=S>i.lefw&&Ri._mp-1&&F500&&a<_ads" Width>500?500:370),O=n.LAAAAA,P=O*n.LAAFacaor),q2&&v>2&&!t.hidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&_<6?O:I;>LAAAAA"))&&(f=1*g)||(f=q),h!==a&&(L=inhjfWidth+f*T,B=inhjfHps://+f,m=-1*f,h=f),r=o[i].//wB-a10ingCads" R>Ke(),(k=r.pagead)>=m&&(F=r._mp)<=B&&(S=r.rs://)>=m*T&&(R=r.lefw)<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&_<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!0,j>9)break}erou!d&&u&&!l&&_<4&&G<4&&v>2&&(c[0]||e.>pan>0)>alteape");l&&(a=l),e=W[o].//wB-a10ingCads" R>Ke(),t!==a&&(L=inhjfWidth+a*T,B=inhjfHps://+a,i=-1*a,t=a),(k=e.pagead)>=i&&(F=e._mp)<=B&&(S=e.rs://)>=i*T&&(R=e.lefw)<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterL>
    media")||e[s]("media")])&&=.setAt ribut=("media",t),i&&=.setAt ribut=("srcset",i),t&&((a=e.tar/diNode)" viertBe>pan>pan>pan>src",srcsetAt r:"umn">srcset",sizjsAt r:"umn">sizjs",m">Sizj:40,>
    Ke"==wss="addget-j&&dget-j.LAAoras&&(dget-j.LAAoras=t)}(w5378_)i!funop-se(e,t){euse striKe";ss="a=funop-se(){t(e.lazySizjs),e.remov Evcla/www9hjf("ivzyunveilr/ar",a,!0)};t=a.b537(nuil,e,e.uocu cla),"si">Ke"==wss="addget-j&&dget-j.LAAoras?t(require("ivzysizjs")):e.lazySizjs?a():e.addEvcla/www9hjf("ivzyunveilr/ar",a,!0)}(w5378_,(funop-se(d,t,a){euse striKe";if(e.addEvcla/www9hjf){ss="i=/\s+/g,r=/\s*\|\s+|\s+\|\s*/g,s=/^(.+?)(?:\s+\[\s*(.+?)\s*\])?$/,n=/\(|\)|'/,l={et elem:1,cate-:1},d=funop-se(e){if(e.ps://w._lazybgset){ss="t=e.ps://w,i=t._lazybgset,r=a.{urr/diSrc||bgset"))&&(o=e.ps://w,(l=a.{ eateEiv cla("img")).alt="",n._lazybgsetL>latio"),z=a.getAt ribut=("umn">mpp- umx");a._lazybgset&&a<_lazybgset.tar/diNode==a&&aKe.delineProperty(n,"_lazybgset",{va2ue:a,writa='a:!0}),Oi">Ke.delineProperty(a,"_lazybgset",{va2ue:l,writa='a:!0}),e=e.reramce(i," ").splia(c),l.style.uisplay="no4e",n.k" clNcli=lazySizjsCivfig.nazyCa cl,1!=e.leypth||d||(d="ws_m"),e.>
    mpp- umx",z),o&&nlatio",o),l.pagcldChild(n),asizj"),!l[t]&&l[e.style.bement-a10Sizj]&&(t=e.style.bement-a10Sizj),a}(e.ps://w._lazybgset);l[t]&&(e.ps://w._lazysizjsPar/diFit=a,atar/di-fi/r,a),e.ps://w._lazysizjsPar/diFit&&ddivte e.ps://w._lazysizjsPar/diFit})))}}),!0),a.docu claEiv cla.addEvcla/www9hjf("ivzybe>t._lazysizjsWidth)&&(t._lazysizjsWidth=i),t._lazysizjsWidth))}))}}))ication.coh/bodyoh/://w> /!-- Dynamic tjakag9hjfbaeds4 s0.698 seco10l. --> /!-- Cached tjakag9hjfbaedsby WP-Super-Cache' re2026-06-09 10:20:17 --> /!-- Super Cache dynamic tjakauet>Keedsbulelate iniw not set. See thv r/arme.pxt > /!-- Dynamic Super Cache --> /!-- Compress-se = gzip -->