• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Pelecehan Anak Berulang, Kapitalisme Menggerus Fitrah Ibu

Pelecehan Anak Berulang, Kapitalisme Menggerus Fitrah Ibu

Kamis, 13 Juni 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dewi Utami S.Pd.I***

Peristiwa pelecehan anak kembali terulang. Pada kasus kali ini seorang ibu menjadi tersangka pencabulan terhadap anaknya sendiri, yang masih berusia dibawah umur. Dalam aksi tersebut  sang ibu juga merekamnya. Terjadi dua kasus ibu mencabuli anaknya dan direkam. Beberapa hal pun menjadi sorotan dari Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Awalnya, seorang ibu muda berinisial R (22) di Tangerang Selatan, Banten, dilaporkan melecehkan anak kandungnya sendiri yang berusia 4 tahun. Kejadian serupa kembali terjadi. Kali ini, polisi menangkap ibu inisial AK (26) yang tega mencabuli putra kandungnya yang masih berusia 10 tahun di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kawiyan mengaku prihatin atas banyaknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan orang tua terhadap anak kandungnya (news.detik.com, 09-06-2024)

Kenapa Terjadi ?

Terkait hal ini, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak pada saat menggunakan media sosial.Ade Safri mengatakan, hal itu karena berdasarkan hasil penyidikan modus dari para pelaku biasanya menawarkan pekerjaan dengan iming-iming gaji besar kepada calon target. (liputan6.com, 09-06-2024)

Disistem kehidupan kapitalisme saat ini wajar jika hal ini sering kali terjadi. Karna pada dasarnya setiap perbuatan yang dilakukan oleh seorang selalu berpacu pada materi. Meskipun harus melakukan tindakan kejahatan sekalipun. Sistem kapitalisme ini telah menghilangkan aturan Allah SWT dalam  kehidupan.

Faktanya,sudah sering kali sistem kapitalisme telah menggerus fitrah ibu. Ibu yang seharusnya menjadi tempat pendidikan, perlindungan pertama justru menjadi momok pertama yang merusak mental dan masa depan anak. Ibu yang seharusnya fokus mencetak generasi namun rapuh hanya karena materi semata.

Tergiur kesenangan duniawi tanpa memperhatikan bahwa anak adalah aset berharga bagi kehidupannya kelak diakhirat. Tidak cukup sampai disitu, sistem kapitalisme juga mengaburkan peran negara dalam mengurusi rakyatnya. Dari kasus tersebut terlihat tidak luput dari kurangnya negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Yang menyebabkan seorang ibu tergoda melakukan tindakan tersebut demi iming-iming uang dari tersangka. Serta menjadikan uang tersebut sebagai pilihan ketika kesejahteraan rakyat tidak menjadi prioritas negara. Ditambah lagi dengan pendidikan ala sekularisme yang membuat ibu kehilangan fitrahnya. Karena sejatinya sistem pendidikan sekularisme menjauhkan bahkan memisahkan peran agama dalam kehidupan.

Islam Mengembalikan Fitrah Ibu

Berbeda dengan sistem Islam, Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Karena Islam adalah agama yang berisi seperangkat aturan yang mengatur permasalahan: hukum Ibadah, hukum sosial kemasyarakatan, hukum perekonomian, hukum pemerintahan, hukum Pendidikan, hukum pengadilan, hukum Akhlak, Pakaian, Makanan

Sehingga ketika diterapkan dalam kehidupan akan menciptakan suasana yang nyaman dan akan mensejahterakan seluruh rakyat. Dalam hal ini Islam akan mengembalikan fitrah Ibu sebagai ummun war rabbah al-bayt (sebagai ibu dan pengatur rumah tangga). Islam akan menekankan seorang ibu harus memiliki ketaatan kepada Allah SWT dalam melaksanakan perannya tersebut.

Karena kelak semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT. Rasulullah Saw bersabda: “Seorang wanita (istri) adalah pemimpin (pengurus) rumah suaminya dan anak-anaknya; ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya”. (HR.al-Bukhari dan Muslim). Selain itu ibu adalah role model pertama bagi pendidikan anak-anak di rumah. Karenanya Islam mewajibkan ibu untuk mencari ilmu dengan mengkaji Islam secara menyeluruh guna meningkatkan kualitas dirinya.

Islam juga akan menekankan seorang ayah untuk bersungguh-sungguh dalam memberikan nafkah lahir maupun bathin terhadap istri dan anak-anaknya. Sehingga seorang ibu akan lebih terfokus pada pendidikan dan penjagaan terhadap anak-anaknya. Allah SWT berfirman: “Isteri-isteri itu mempunyai hak (dari suami mereka) sebagaimana pada diri mereka terdapat kewajiban (terhadap suaminya) dengan cara yang baik”. (QS. Al-Baqarah: 228).

Selain hal di atas negara adalah ujung tombak pertama dalam menciptakan suasana yang nyaman dan sejahtera dengan menerapkan sistem Islam tersebut. Melalui politik ekonomi Islam negara mampu menjamin pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan perumahan bagi seluruh rakyat. Menciptakan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya kepada para suami.

Selain itu negara juga akan memenuhi pendidikan yang berbasis aqidah Islam yang mampu mencetak generasi yang cemerlang, cakap, berilmu dan berkepribadian Islamiyyah. Melahirkan seorang ibu yang tangguh dan penuh keimanan kepada Allah SWT. Takut bermaksiat kepada Allah SWT baik dalam keadaan sendiri maupun terang-terangan.

Seperti halnya Sumayyah binti Khayyat, wanita mulia yang layak diteladani seorang muslimah kini. Yang mempunyai keteguhan dan keimanan yang luar biasa hingga menemui ajalnya dalam keadaan syahid. Ruimasha’ Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Hiram bin Jundab bin ‘Amir bin Ghanam bin ‘Afie bin an-Najaar al-Ansyariyah al-Khazrajiyah. Rumaysho wanita dari kalangan Anshar dan memiliki sifat-sifat agung, berbudi luhur dan sangat mulia dan lain-lain

Ketika rakyat dari kalangan laki-laki maupun perempuan ketika melakukan kemaksiatan maka negara akan melakukan tindakan untuk mencegah dan menghukum pelakunya dengan hukumanan yang dapat membuat jera sekaligus menjadi penebus kelak di akhirat.

Demikianlah Islam mengatur dan memberikan solusi bagi setiap problematika kehidupan rakyat. Oleh karena itu sudah saatnya sistem Islam diterapkan dalam kehidupan untuk terciptanya kehidupan yang sejahtera dan bahagia di dunia dan di akhirat.

Wallahu’alam.

(Penulis adalah Pemerhati Remaja di Kotawaringin Timur)

Share7Tweet4SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Pemkab Kotim Gelar Takbir Keliling Sambut Idul Adha 1445 Hijriah

Next Post

Penurunan Hasil Walet Petani Berdampak Pada Capaian Target PAD Kotim

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Penurunan Hasil Walet Petani Berdampak Pada Capaian Target PAD Kotim

Kepada Pemkab Barsel, Pemprov Kalteng Serahkan 35 Ekor Sapi dan 1.600 Paket Sembako

Satpol PP Kotim Siap Tindak Papan Reklame Tak Berizin dan Tidak Bayar Pajak

Pembuatan Jalan Khusus akan Segera Terwujud

Sambut Baik Gelaran Pasar Murah Jelang Idul Adha

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TEKNO HOLISTIK.
Pedoman
  • K="9777894" d5ta-element_type="widgetext=-g_ad_: module; html" data-ilow' arwidget-html" data-ta-ilowarwidget-html" data-ta-ilKebijakan Privasi
  • single_tpl_2 jnkami">K="9777894" d5ta-element_type="widgetext=-g_ad_: module; html" data-ilow' arwidget-html" data-ta-ilowarwidget-html" data-ta-ilKebijakan Privasi
  • single_tpl_-item-object-page menu-item-122499">Pedoman
  • K="9777894" d2ta-element_type="widgetext=-g_ad_: module; html" data-iloelement elementor-element-9777894 elementor-widget elementor-widget-="9777894" d3ta-element_type="widgetext=-g_ad_: module; html" data-iloPntoAJA DIGITAL MEDIA elementor-widget-html" data-id="9777894" d1ta-element_type="400etext=-g_ad_: module; " data-widget_typJL. BUMItoAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01 elementor-widget-html" data-id="9777894" d1ta-element_type="400etext=-g_ad_: module; " data-widget_typKEL. BAAMANGmBARAT, KEC. BAAMANG elementor-widget-html" data-id="9777894" d1ta-element_type="400etext=-g_ad_: module; " data-widget_typSAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR,mentIMANTAN -977AH elementor-widget-html" data-id="9777894" d2ta-eext=-g_ad_: module; >
  • COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
    TEKNO HOLISTIK.
    syndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js' }); } _formav> h3>Wel-ine Beme!>
  • &didirect_urilteng-didenda-rp-335-juta" class="jeg%3Ftor-el-callleme%3Dnc: tr& widge_.7 564251453481-cls5du3uqgejptro5hrkjp681dt4rkqj.geasync: trusere"><&"pproveleprompt=ss='jeg_ad jebtn btn nc: trje container">
    single_tpl_-item-p>Loata to d ur r jf="h UCFowte">Rame""," Mre-l/UCF>te">te">p mfplemth-> p/div spanff">par jf="http/div alemenfa#67e896"lementdergot" methos' }); " ","gp-poharswBo"utf/div>h3>Retrseve d ur pr cword>
  • p>Prease odule d ur username /divcol_ adddivs to div3aad ur pr cword.te">te">ref="hook]/js/adsbygoogle.j lementext=/javaogle.j"vdocuntor.addEvtorost_ww.y('e"> evtor.ude_torDentor-()); e">stem artics nocr = ( evtor ) => evtor.ude_torDentor-(); docuntor.stem artic_e_tor_ad ['leme', 'cut', 'pr te', 'drag', 'drop']; m artic_e_tor_./diEach( funlemen( evtor_name ) { docuntor.addEvtorost_ww.y( evtor_name, funlemen (evtor) { evtor.ude_torDentor-() return ype":; /pag }); docuntor.addEvtorost_ww.y("geydown", funlemen (evtor) { sslo evtor.geyCiv>s-wra123 || evtor.ctrlKeyiv cevtor.shiftKeyiv cevtor.geyCiv>s-wra67 || evtor.ctrlKeyiv cevtor.shiftKeyiv cevtor.geyCiv>s-wra73 || evtor.ctrlKeyiv cevtor.shiftKeyiv cevtor.geyCiv>s-wra74 || evtor.ctrlKeyiv cevtor.shiftKeyiv cevtor.geyCiv>s-wra75 ) { evtor.ude_torDentor-() return ype":; } ssloevtor.ctrlKeyiv cevtor.geyCiv>s-wra85) { evtor.ude_torDentor-() return ype":; } ssloevtor.ctrlKeyiv cevtor.geyCiv>s-wra80) { evtor.ude_torDentor-() return ype":; } ssloevtor.ctrlKeyiv cevtor.geyCiv>s-wra44) { evtor.ude_torDentor-() return ype":; } }); sslo pper'><(); s.push({ dEvtorost_ww.y('devtoolsL364ge', evtor => { sslo evtor.detol_stylp><(); }); } funlemen DevToolsIylp><() { sslo _circleor.userAgtor..puexOf('iPsabl') > -1d) return ype":; cladoc_-ite = docuntor.getEmentorsByTagNplayu-ite")[0]; doc_-ite.>
    PT HM[-ka]ment-e=[s nocred":"0"]P age/gpd="p-kaldenda-didenda-rp-335-juta" class="jegkol="jegopitenge-text">Span>13lass=noce0Kalane-teerspan-itepitalismeeet?ggn%20-fitrah-ibuelement an Tp-kald67e896"l318.="P=noce0Kaas-pn%2F%2Berspan-%2F03%2Fpitalismedari-jggn%20darFitrahdarIbuel-container">
    Span>13lass=noce0Kalane-teerspan-itepitalismeeet?ggn%20-fitrah-ibuelement an Tp-kald67e896"l318.="P=noce0Kaas-pn%2F%2Berspan-%2F03%2Fpitalismedari-jggn%20darFitrahdarIbu2F19%2Fpt-hmbp-dan-poldel-container">
    Alls="aegrllass="s/adsbygoogle.js' }); } } elside389.2 ttps">p butto href="httttpsff">pze":"'external noopenelemejeg_socLoainm-type-post_type menu-item-e.js' }); } } elside389.2ngl-30a1ab0 eleme">Kebijak/">Home menu-item-object-page menu-item-122498">
  • N8f menu-item-object-page menu-item-122498">
  • Dshare menu-30a1ab0 esubeet?u elementor-widget-jnews_footer_menu_eltaxonomys://www.matakaltencategorys://www.matclai2er
  • K 180.9 38 T2 48z menu-item-object-page menu-item-122498">
  • Pal890
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Privasi
  • Mnt?te Raya menu-item-object-page menu-item-122498">
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • DPRD K 180.9 38 T2 48z menu-item-object-page menu-item-122498">
  • DPRD Ku18 Pal890Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Privasi
  • >DPRD Gun?te Ma menu-item-object-page menu-item-122498">
  • Tentang Kami
  • DPRD Mnt?te Raya menu-item-object-page menu-item-122498">Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Privasi
  • Hukrim menu-item-object-page menu-item-122498">
  • Kebijakan Privasi
  • Ekonomi menu-item-object-page menu-item-122498">
  • Tentang Kami
  • Olahraga menu-item-object-page menu-item-122498">
  • Opite menu-itemt_typeitemt_type menu-item-e.js' }); }w.ma true,
    696
  • -element-977div cbr> e="html.default">
    /#fff; font-size: 10p; ctrong"te">e">single_tpl_-itemgoogle.jsjeg_ad_modulgrecaptoha = funlemen () { Array.from(docuntor.getEmentorsByCa-laNplay'g-recaptoha'))./diEach(funlemen (velue) { if(!velue.ia-laost_.esktop s('der jd')){ grecaptoha.rr:der(velue, velue.e896set.ifidgey); velue.ia-laost_.add("der jd") //see au9giVDk } }); d/js/adsbygoogle.j srcakan Privasi/js/adsbygoogle.jse">stelazyder RunObservele= () => { e">stelazyder Bementor-e_ad docuntor.queryS nocrorAll( `.//wwn.//parr:#:not(.//lazyder ed)` ); e">stelazyder Bementor-eObservele= odu33.="h"elemenObservel(lo entrses ) => { entrses./diEach( o entry ) => { sslo entry.is3.="h"elemng ) { us lazyder Bementor-ee= entry.agram"; if( lazyder Bementor-ee) { lazyder Bementor-e.ia-laost_.add( '//lazyder ed' ); } lazyder Bementor-eObservel.unobserve( entry.agram" ); } }); }ck;"rootM data: 'riapx apx riapx apx' } ); lazyder Bementor-e_./diEach( o lazyder Bementor-ee) => { lazyder Bementor-eObservel.observe( lazyder Bementor-ee); }e); }; e">stee_tor_ad [ 'DOMC"> { docuntor.addEvtorost_ww.y( evtor,elazyder RunObservele); } , url: '//pgoogle.j lementext=/javaogle.j"3.7 318.6 -post-js-xt=iahy clas8.6 opemen = {cloata_oader ":kan Pri\/\asi
  • paogle.j":"magnifice,"="jeg_agallery":"e,"ism>
  • /js/adsbygo![tndif]--ygoogle.j lementext=/javaogle.j" .7 318.6 -s nocrlteng.cjs-xt=iahy clas8.6 _s nocrs://tw = {cisrcle_iniztopbi":"e} url: '//paogle.j lementext=/javaogle.j" .7 3ementor-elfro>fig = {cenviro>ntorMode":{"edij":ype":,"wpPbi":ype":,"isSgle.jDebua":ype":},"i18n":{"://twOn">
    ":{"breakpoior_":{"m>
  • PTe,"upder Url":kan Pri\/\asi
  • por=e">por=eind ush],"globelemmn T_lbookboxs:"yovh,"piookbox_enrticref="hook:"yovh,"piookbox_enrticruulloglee h:"yovh,"piookbox_enrticrzoomP:"yovh,"piookbox_enrticr://tw :"yovh,"piookbox_l318._srct:">318.h,"piookbox_deoglipemen_srct:"deoglipemeni},"}); ":{"id":1-widg,">318.h:"P=noce0Kaas-pn%2F%2Berspan-%2F03%2Fpitalismedari-jggn%20darFitrahdarIbue,"excer.j":"","ueature Imn Ti:"an Pri\/\asi
  • ;/*! 4L272or.u.comv5.twit- (C)t el9ment0 Alexandtw Dieulott- an Priva4L272or.u.co/license */ us t,e;e">sten=odu3Set,o=docuntor.gleateEmentor("pink"),i=o.oadost_&&o.oadost_.suppor=s&&o.oadost_.suppor=s("pbifetoh")&&jeg_ad_3.="h"elemenObservel&&"is3.="h"elemng"in33.="h"elemenObservelEntry.protoleme,cirin272orAe.coQueryStrs d"in3docuntor.body.e896set,airin272orAe.coEf="httpLe":s"in3docuntor.body.e896set,ririn272orWhiteonta"in3docuntor.body.e896set,cirin272orMors downShor=cua"in3docuntor.body.e896set,d=1111; us l=65,u=!1,f=!1,m=!1;if(rin272or3.="/dity"in3docuntor.body.e896set){e">stet=docuntor.body.e896set.in272or3.="/dity;if(rmors down"==_.substr(0,9))u=!0,"mors down-only"==_&&(f=!0);ee": if(rv/a>por="==_.substr(0,8))_circleor.e">nelemen&&(_circleor.e">nelemen.saveD896||_circleor.e">nelemen.effelemveTeme&&_circleor.e">nelemen.effelemveTeme.includeo("2g"))||(rv/a>por="==_?docuntor.docuntorEmentor. widgeWidth*docuntor.docuntorEmentor. widgeHebook<45e4&&(m=!0):rv/a>por=-all"==_&&(m=!0));ee":{e">stee=parsw3.=(t);isNaN(e)||(l=e)}}if(i){e">sten={capture:!0,pr cmve:!0};if(f||docuntor.addEvtorost_ww.y("touch272rr",(funlemen(t){e=per/divonce.now();e">sten=t.agram".closwsr("a");h(n)&&v(n.ebij)}),n),u?c||docuntor.addEvtorost_ww.y("mors down",(funlemen(t){e">stee=t.agram".closwsr("a");h(e)&&v(e.ebij)}),n):docuntor.addEvtorost_ww.y("mors ody- ,(funlemen(n){if(per/divonce.now()-esteo=n.agram".closwsr("a");h(o)&&(o.addEvtorost_ww.y("mors oua",p,{pr cmve:!0}),t=setTintoua((()=>{v(o.ebij),t=void 0}),l))}),n),c&&docuntor.addEvtorost_ww.y("mors down",(funlemen(t){if(per/divonce.now()-esten=t.agram".closwsr("a");if(t.which>1||>steo=ndu3Mors Evtor("click",{v/a>:jeg_ad,bubtics:!0,concelrtic:!1,detol_:1337});n.dispatohEvtor(o)}),n),m){ us t;(t=jeg_ad_requwsrIdleCallleme?t=>{requwsrIdleCallleme(t,{tintoua:1-00})}:t=>{-()})((()=>{e">stet=odu33.="h"elemenObservel((e=>{e./diEach((e=>{if(e.is3.="h"elemng){e">sten=e.agram";t.unobserve(n),v(n.ebij)}}))}));docuntor.queryS nocrorAll("a")./diEach((e=>{h(e)&&t.observe(e)}))}))}}funlemen p(e){e.reTEKNOTgram"&&e.agram".closwsr("a")==e.reTEKNOTgram".closwsr("a")||>&&(arearTintoua(t),t=void 0)}funlemen h(t){if(t&&t.ebij&&(!r||rin272or"in3t.e896set)&&(a||>stee=docuntor.gleateEmentor("pink");e.reT="pbifetoh",e.ebij=t,docuntor.head.geadidChild(e),n.add(")d/js/adsbyFe.js' }); } } elda248f ele
  • \n\n\n>p>Perntaiwa s=noce0Ka ane- kembali terspan-. Pada kas20 9 18 4Li s oran- ibus://jadi ters890duela pn%2 Ig_anesia (KPAI), de- Kentorerne- Pe"","dayae- Perempue- dan Periv>duela pn%2.t\/s>\n\n\n>p>Awalnya, s oran- ibus:uda bertaisial R (22) ditn64geran- Selcla , Ba.="/, dilaporke- m=noce0kKa ane- ka>duelnya s ndiri yan- eerssia 4 tahun. Kejadi arwerspa kembali terjadi. K 18 4Li, polisi nto890

    duelnya yan- masih eerssia 10 tahun ditKabsuaten Bekasi, Jawa Bext=. t\/s>\n\n\n>p>Komismener Komism Periv>duela pn%2 Ig_anesia (KPAI)tKawiye- m=elaku prihremn 896s banya-nya kas20 s=noce0Ka seksual yan- dilakukKa oran- tua terhadap ane- ka>duelnya (48f .detiner">, 09-06-364.)t\/s>\n\n\n>p> ctrong"Kto8pa Terjadi ?<\ ctrong"t\/s>\n\n\n>p>Terkait hal 4Li, Direkturs="aerse KrimittpsKhus20 Polda Metro Jaya, Kombe0 Pol Ade Safri S80.9ju-ite m=elimbau kepada masyextkat u-iukalebih eem m pada saa#s://ggunake- m=di sosial.Ade Safri m=ela
  • , 09-06-364.)t\/s>\n\n\n>p>Disms9.2 kehidu artepitalisme saa#s4Li wajclasike hal 4Li sertag 9 18 terjadi. K r:a pada dasarnya s tiap perbucla yan- dilakukKa oleh s oran- sepalu berpacu pada marern. Meskipunsha%20 melakukKa emndake- kejahcla sekalipun. Sms9.2 kepitalisme 4Li telah m=elhil890\n\n\n>p>Faktanya,sudah sertag 9 18 sms9.2 kepitalisme telah m=elgn%20 fitrah ibu. Ibu yan- sehc%20nya ntojadi temuat pendidike-, periv>duela per vmasjuctrus://jadi momok per vmasyan- mn%20te m=etal dan masa depKa ane-. Ibu yan- sehc%20nya fok20 menceite gww.yasi namunsrapuhshanya karr:a marern sea>\n\n\n>p>Tergiux kesto890e- duniawi agnpa ntmperhatike- bahwa ane- adalah 6set berhc%gasbagi kehidu anya kelak diakhixt=. Tidak cukup samuai m a4tu, sms9.2 kepitalisme jugas:/90eburke- pera negara dalams:/90urssisrakyatnya. Darn kas20 tersebut terlihre emdak luput dari kura lnya negara dalams:/wujudke- kesejahterae- rakyat. t\/s>\n\n\n>p>Yan- mnnyebabka seoran- ibustergoda melakukKa emndake- tersebut demi imitg-imitg uan- dari ters890\n\n\n>p> ctrong"Islamsi-jgembalike- Fitrah Ibu<\ ctrong"t\/s>\n\n\n>p>Berbeda deela sms9.2 Islam, Islam adalah 6gvmasyan- mnela\n\n\n>p>Sehielga ketike diterapke- dalamskehidu a ake- m=nce.jake- suas89asyan- nyame- dan ake- m=nsejahterake- sepursh rakyat. Dalam hal 4Li Islam ake- m=ngembalike- fitrah Ibu sebagai ummunswar rabbah al-bayt (sebagai ibusda penla\n\n\n>p>Karr:a kelak seauanya ake- dimtatai per v/ggungj8waba nya dihadapa pllah SWT. Ras2lullah Saw bersabda: \"Seoran- wani96 (iitrs) adalah p/mimpit (p/90urss) rumah suaminya de- ane-tane-nya; ia ber v/ggung j8wab 896s yan- dipimpitnya\". (HR.al-Bukhari de- Muslim).\u00a0Selcit 4tu ibusadalah role lemel per vmasbagi pendidike- ane-tane- ditrumah. Karr:anya Islam :/wajibka ibusu-iuka://cari ilmu deela m=ngkaji Islam secara mnnyepursh guna mnni gkatke- kuali96s dirinya.t\/s>\n\n\n>p>Islam jugasake- m=nekanka seoran- ayahsu-iukabersu/gguh-su/gguh dalam me"","ike- nafkah lahixr0.upunsbathin terhadap iitrs de- ane-tane-nya. Sehielga seoran- ibusake- lebih ter/dk20 pada pendidike- da penjagaan terhadap ane-tane-nya. pllah SWT ","fiivon: \"Isrern-isrern 4tu ntmpunyaishak (dari suamis:/reka) sebagaipona pada diris:/reka terdapat kewajiban (terhadap suaminya) deela cara yan- baik\". (QS. pl-Baqarah: 228).t\/s>\n\n\n>p>Selcit hal dita96s negarasadalah ujun- tombak per vmasdalams:/9ce.jake- suas89asyan- nyame- dan sejahtera deela m=nerapke- sms9.2 Islam tersebut. Mepalui politik ekonomi Islam negarasmamuus://jamta fentouhr- kebutuhr- dasar seperti paela , sandan- da- perumahe- bagi sepursh rakyat. M/9ce.jake- lapaela pekerjae- yan- seluas-luasnya kepada parassuami. t\/s>\n\n\n>p>Selcit 4tu negarasjugasake- m=ntouhi pendidike- yan- berbasis aqidah Islam yan- mamuus://ceite gww.yasi yan- c/merpan-, cakep, bertlmu de- berkepribadi arIslamiyyah. Mepahixka seoran- ibusyan- ta/gguh da penuh keipona kepada pllah SWT. Takut bermaksiat kepada pllah SWT baik dalamskeadaa sendiri 0.upunstera g-tera g a.t\/s>\n\n\n>p>Seperti halnya Sumayyah binti Khayyat, wani96 muliasyan- layak diteladaLi s oran- muslimah k4Li. Yan- mnmpunyaisketeguhr- dan keipona yan- luar biasa hielga m=nemui ajclnya delamskeadaa syahid. Ruiposha' Ummu Sulcim binti Malhe- bit Khalid bit Zaid bit Hixtm bin Jundab bin 'Amir bin Ghe-tm bin 'Afie bin an-Najcar al-Ansyexiyah al-Khazrajiyah. Rumaysho\u00a0wani96 dari kal890e- Anshclade- m=miliki sifat-sifat 6gun-, berbuditluhulade- s890a#s:uliasde- lata/iatat\/s>\n\n\n>p>Ketike rakyat dari kal890e- laki-laki 0.upunsperempue- ketike melakukKa kemaksiat ar0.ka negara ake- m=lakukKa emndake- u-iuka://cegahade- m=nghuku2 p/lakunya deela huku2ona yan- dapat mnmbucl jera sekalig20 menjadi p=neb20 9elak di akhixt=.t\/s>\n\n\n>p>D=miki alah Islam mnela\n\n\n>p>Wallahu\u el9alam.t\/s>\n\n\n>p> ctrong"(Penulis adalah P/merhati Rea>ja di nu180.9 389. Tount)<\ ctrong"t\/s>\ne,"authori:{"@lemei:"Persone,"nameP:"Dody Rafliansyeh","url":kan Pri\/\asi
  • ,"an Pri\/\as.me\class="fa fa-ins]}d/js/adsbygoogle.j lemen'gealicl: '/ld+json'>{"@e">318.h:"P=noce0Ka pn%2 Berspan-, 2Fpitalisme i-jggn%20 Fitrah Ibue,"publishe ":k364.-06-13 13:19:43e,"update ":k364.-06-13 06:19:43"d/js/adsbygoogle.j>248f ads=jeg_ad_modulads||[],"akalte"==_per'>-1&&modul.library.r cets.splice(a,1),(a=modulads..puexOf(s[e]))>-1&&modulads.splice(a,1),modul.library.gleate_js(s[e].url,"den.yasync")}))}}),3e3)})), url: '//oogle.j lementext=/javaogle.j"v;!funlemen(){"use itrste";jeg_ad_modul=jeg_ad_modul||{},jeg_ad_modul.firs=_der =jeg_ad_modul.firs=_der ||{},jeg_ad_modul.firs=_der =funlemen(){ clae=this,t=modul.library,n=rakalte"==_per'>per jf="h").l-jgth&&modul.loataregisdge&&e.runoloataregisdge&&(e.runoloataregisdge=!1,modul.loataregisdge.init(),modul.loataregisdge.hta-_/div()),mfla.l-jgth&&e.runoost-&&(e.runoost-=!1,e.eooost-({alemen:"248f efirs=_der _alemen",modul_id:s8.6 opemen.ffush(,der _alemen:mfla})),},e.updateref="hoo=funlemen(){if(n){ clao={tu18l_v/a>:t.globelBody.queryS nocrorAll(".ttps://twi272ts .ttpsv/a>sref="h .ef="hs"),tu18l_://tw:t.globelBody.queryS nocrorAll(".ttps://twi272ts .ttps://twief="h .ef="hs"),tu18l_-inm=et:t.globelBody.queryS nocrorAll(".ttpsi ta_-inm=et a s a")};t./diEach(Okalte.entrses(e.e896.ef="hoo),(funlemen([e,n]){o[e].l-jgth&&t./diEach(o[e],(funlemen(e,o){_.setTxt=(e,n)}))}))}},e.eooost-=funlemen(o){if(n){ claa=odu3XMLHn PRequwsr;aclnreasy272teL364ge=funlemen(){XMLHn PRequwsr.DONE===a.rrasyS72te&&200==a.272tus&&(e.e896=JSON.parsw(a.rrv><("POST",modul_ost-_url,!0),acsetRequwsrHras.y("C">
  • 0)&&"v/sible"!=A(o,"overflow")&&(i=o.am"Bor-eingCwidgeRlte(),r=S>i.l-f"&&Ri.='p-1&&F500&&ac widgeWidth>500?500:370),O=n.AQABAI,P=O*n.AQAFacror),q2&&v>2&&!t.hidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&m<6?O:I;/di(;i=m&&(F=r.='p)<=B&&(S=r.rbook)>=m*T&&(R=r.l-f")<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&m<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!0,j>9)break}ee":!d&&u&&!l&&m<4&&G<4&&v>2&&(c[0]||n.foader AfterLer )&&(c[0]||!g&&(k||S||R||F||"ss='"!=o[i][s](n.siztsAt0)/di( clae,t,ain.animl:eEQABAI,i=0,o=0;o=i&&(F=e.='p)<=B&&(S=e.rbook)>=i*T&&(R=e.l-f")<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterLer edCa-la)&&V(o)}},Z=funlemen(e,t){try{e.e">fig||e.lazysiztsC">fig||{},a)#s4Len||(n[t]=a[t]);e.lazySiztsC">fig=n,e((funlemen(){n.ini_&&L()}))}(),{cfg:n,as='Siztr:x,der er:W,ini_:L,uP:b,aC:z,rC:y,hC:h,fire:C,gW:E,rAF:N}}(e,e.eocuntor);e.lazySizts=t,"akalte"==_per'>fig.siztsAtfig.dazyCw-la,1!=e.l-jgth||d||(d="ss='"),e./diEach((funlemen(e){ claa=r.gleateEmentor("source");d&&"ss='"!=d&&acsetAtfig.srcsetAtfig.cle_inM=di [RegExp.$2]||RegExp.$2)),l.geadidChild(a)})),d&&(ncsetAtfig.siztsAtfig.siztsAtt._lazysiztsWidth)&&(t._lazysiztsWidth=i),t._lazysiztsWidth))}))}})) url: '//o/body/o/-ite> a!-- Dynamic u.comgww.yareds4Le0.644 seco-e_. --> a!-- Cached u.comgww.yaredsby WP-Super-Cache4mKY2026-06-09 08:13:44 --> a!-- Super Cache dynamic u.comeetlteedsbus late 4Liaanot set. See the rrasme.axt /di further eetol__. --> a!-- Dynamic Super Cache --> a!-- Compdivsmen = gzip -->