• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Huma Purun Hadirkan Tas Anyaman Modern, Krisma Drakel Dorong Produk Lokal Jadi Ikon Oleh-Oleh Kotim

Huma Purun Hadirkan Tas Anyaman Modern, Krisma Drakel Dorong Produk Lokal Jadi Ikon Oleh-Oleh Kotim

Sabtu, 29 November 2025
in Kolom
A A
Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Produk kerajinan tangan berbahan purun mulai mendapat perhatian di Kotawaringin Timur melalui kehadiran Huma Purun, sebuah brand lokal yang digagas oleh Krisma Drakel, seorang pegiat fashion yang kini serius menekuni usaha kerajinan khas daerah. 

Dia pertama kali memasarkan produknya secara langsung melalui bazar kebudayaan yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, dan antusias masyarakat menjadi dorongan baginya untuk terus mengembangkan usaha tersebut. Krisma mengatakan, ketertarikannya pada produk lokal sudah lama tumbuh bahkan sebelum Huma Purun berdiri. 

Baca juga berita lainnya

Razia Gabungan di Rutan Palangka Raya, 12 Warga Binaan Positif Narkoba

Kuota BBM Naik Jadi 200 Kiloliter, Pemprov Kalteng Upayakan Antrean Normal

Gubernur Kalteng Tekankan Pembangunan Berbasis SDM, Lingkungan, dan Harmoni Sosial

Kapasitas dan SDM Terbatas, IGD Doris Sylvanus Masih Kewalahan

“Saya memang sangat suka menggunakan produk lokal. Setiap ke kota mana saja selalu mencari produk khasnya, seperti eceng gondok dan kerajinan purun. Ini pertama kali saya turun berdagang khusus melalui event DAD Kotim,” ujarnya, Sabtu 29 November 2025. Meski berdomisili di Kotim, Krisma mengaku saat ini masih bekerja sama dengan pengrajin dari Buntok.

Ia datang langsung ke sana untuk mencari pengrajin yang bisa menghasilkan produk sesuai desain yang diinginkan. “Pengrajin kita sementara masih dari Buntok. Tapi ke depannya, jika didukung masyarakat dan daya beli meningkat, saya berharap produk ini bisa benar-benar menjadi ciri khas Kotim. Saya ingin ibu-ibu di kotim juga belajar membuatnya,” katanya.

Keinginan itu bukan tanpa alasan. Krisma bercerita bahwa sebagai putri daerah yang lahir dan besar di Sampit, ia sering kebingungan mencari oleh-oleh khas yang ramah dibawa bepergian. “Kalau mau keluar daerah, kita bingung mau membawa oleh-oleh apa. Tidak mungkin membawa Mandau ke pesawat. Dari situ saya mulai berpikir, apa yang bisa kita angkat dari daerah kita sendiri? Akhirnya terciptalah Huma Purun,” ungkapnya.

Menurut Krisma, pilihan menekuni kerajinan berbahan purun dan eceng gondok bukan hanya karena faktor minat pribadi, tetapi juga peluang untuk mendukung para pengrajin lokal. Dia bahkan berencana menghadirkan pengrajin dari Buntok untuk memberikan pelatihan langsung kepada ibu-ibu di Kotim, terlebih dirinya juga aktif sebagai anggota Perempuan Pengusaha Lintas Profesi (PPLP). 

“Mungkin nanti kami bisa bekerja sama dengan ibu-ibu binaan PPLP agar semuanya berkembang bersama,” tambahnya. Sebelum menggeluti kerajinan, Krisma sempat berkecimpung di bidang kuliner. Namun banyaknya bazar makanan membuatnya mencari sesuatu yang berbeda. 

“Saya ingin tampil beda tapi tetap membawa unsur budaya kita. Walaupun berbasis tradisional, desainnya tetap mengikuti tren kekinian,” ucapnya. Saat ini, Huma Purun menawarkan berbagai jenis produk, mulai dari tas full purun hingga yang dipadukan dengan bahan kulit berkualitas. Harganya beragam, mulai dari Rp25 ribu untuk produk kecil, hingga Rp200 ribu ke atas untuk produk kombinasi kulit.

“Ini bukan kulit sembarangan, karena saya pribadi juga memakainya. Jadi bahan harus benar-benar berkualitas,” katanya. Respon masyarakat cukup positif. Pembelinya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak SMA. Ragam motif dan desain semi-modern menjadi daya tarik utama. Di luar bazar, promosi juga dilakukan melalui media sosial untuk menjangkau pembeli dari luar daerah. 

“Kalau ada yang mau beli dari luar, tentu bisa kami kirim,” ujarnya. Menurut Krisma, sejauh ini tidak ada tantangan berat dalam menjalankan usaha ini. Justru tantangan terbesarnya adalah bagaimana produk ini bisa menjadi identitas Kotim dan dikenal di luar daerah. “Harapan saya, Huma Purun dapat memperkenalkan Sampit dan Kotim ke mana saja. Kita harus punya sesuatu yang bisa dibanggakan sebagai oleh-oleh khas,” pungkasnya.

Dengan komitmen mengembangkan kerajinan lokal dan rencana pemberdayaan pengrajin ibu-ibu di Kotim, Huma Purun digadang-gadang berpotensi menjadi ikon baru buah tangan khas Sampit yang bernilai budaya sekaligus bernilai ekonomi.

(dia/matakalteng)

Share4Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Dishub Kotim Perketat Pengawasan, Truk Besar Diimbau Patuhi Jalur Lingkar Selatan dan Utara

Next Post

Seminar HGN, Pemerintah Ajak JSIT Terus Majukan Pendidikan Berkarakter di Kotim

Berita Terkait

Kolom

Razia Gabungan di Rutan Palangka Raya, 12 Warga Binaan Positif Narkoba

Kamis, 21 Mei 2026
Kolom

Kuota BBM Naik Jadi 200 Kiloliter, Pemprov Kalteng Upayakan Antrean Normal

Kamis, 7 Mei 2026
Kolom

Gubernur Kalteng Tekankan Pembangunan Berbasis SDM, Lingkungan, dan Harmoni Sosial

Kamis, 30 April 2026
Kolom

Kapasitas dan SDM Terbatas, IGD Doris Sylvanus Masih Kewalahan

Selasa, 28 April 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Kolom

Pimpinan Parlemen Ikuti Retret Nasional

Sabtu, 18 April 2026
Load More
Next Post

Seminar HGN, Pemerintah Ajak JSIT Terus Majukan Pendidikan Berkarakter di Kotim

Festival Kebudayaan dan Kuliner Dayak Disambut Meriah, Bupati Puji Peran DAD

Balapan Liar Resahkan Warga Samuda, Polsek Jaya Karya Turun Tangan

Personel Polresta Palangka Raya Ikuti Upacara Hari PGRI ke-80, Hari Korpri ke-55 dan Hari Guru Nasional 2025 di Kantor Wali Kota

Wakapolresta Palangka Raya Tekankan Respons Cepat Tanggapi Laporan

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK