SAMPIT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur terus mengintensifkan pengawasan terhadap truk-truk besar yang masih memasuki kawasan dalam kota, meski Jalur Lingkar Selatan dan Lingkar Utara telah resmi berfungsi sebagai rute utama angkutan berat. Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR kabupaten maupun provinsi untuk memastikan kesiapan jalur lingkar sebelum melakukan penertiban.
“Untuk Jalan Lingkar Selatan itu kami sudah komunikasi dengan Dinas PU kabupaten dan provinsi bahwa itu sudah selesai. Upaya kami sudah dua bulan ini setiap malam melakukan pengawasan terhadap truk-truk yang masuk kota. Alhamdulillah saat ini sudah berkurang untuk truk besar masuk kota, karena semua sudah kita arahkan ke Lingkar Utara dan Lingkar Selatan,” ujar Raihansyah, Sabtu 29 November 2025.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sopir truk yang mencoba melintas di dalam kota ketika petugas tidak berada di lapangan. “Saat petugas ada, mereka patuh. Tapi setelah jam dua dini hari mereka masuk lagi. Jadi kami imbau kepada pemilik dan pengusaha truk agar menggunakan fasilitas Jalan Lingkar Selatan dan Lingkar Utara yang sudah disiapkan pemerintah. Ibaratnya di sana, jalannya sudah nyaman, parkir sudah nyaman, dan tidak mengganggu dalam kota,” tegasnya.
Untuk memastikan penertiban berjalan optimal, Dishub Kotim tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa sosialisasi berkala serta pembangunan pos pengawasan di titik strategis. “Secara bertahap akan kita lakukan sosialisasi. Nanti juga akan kita rencanakan membuat pos di Bundaran Belanga untuk mengarahkan truk-truk ke Lingkar Selatan dan Utara,” kata Raihansyah.
Ia menjelaskan bahwa sebagian sopir kemungkinan masih melintas di dalam kota karena belum mengetahui aturan terbaru atau memang memiliki tujuan bongkar muat yang berada di pusat kota. “Masih ada sopir yang masuk jalan dalam kota mungkin karena ketidaktahuan mereka sehingga kami perlu sosialisasi yang panjang. Kemarin malam kita sosialisasi, pagi hari melakukan pengawasan. Semoga dalam waktu dekat mereka akan paham dan menggunakan jalur lingkar,” jelasnya.
Meski begitu, ia menyebut sebagian besar truk CPO kini sudah tertib menggunakan jalur yang telah ditentukan. “Rata-rata truk CPO sudah beralih ke Lingkar Selatan,” katanya. Sementara untuk truk bermuatan material bangunan seperti pasir, Dishub menilai sebagian masih harus memasuki kota karena lokasi bongkar muat berada di area permukiman.
“Truk yang masih masuk dalam kota ini mungkin mereka tidak tahu, atau ada muatan yang harus diturunkan di tengah kota seperti pasir untuk bangunan sehingga tidak bisa memutar dari lingkar,” tambahnya. Melalui sosialisasi intensif, penempatan pos khusus, dan kolaborasi dengan OPD teknis, Dishub Kotim berharap seluruh sopir truk dapat disiplin mengikuti jalur lingkar sehingga arus lalu lintas dalam kota semakin lancar dan aman.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post