PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan (3P) yang selama ini masih menunjukkan serapan rendah.
Dalam wawancara, Rabu 15 Oktober 2025 Agustiar mengatakan Pemprov Kalteng akan mengundang para pelaku usaha besar dari ketiga sektor tersebut untuk duduk bersama dan memperjelas tanggung jawab mereka terhadap daerah.
“Tanggal 21 ini kami akan mengundang pihak perkebunan, kehutanan, dan pertambangan. Mereka harus berkomitmen terhadap Kalimantan Tengah dan memenuhi kewajibannya. Nantinya akan dikontrol untuk memastikan hal itu,” tegas Agustiar.
Menurutnya, undangan tersebut bukan bersifat formalitas. Pemerintah ingin mendengar langsung dari pemilik atau direktur perusahaan, bukan perwakilan. “Yang datang harus direktur atau pemilik perusahaan, bukan manajer. Kalau mereka tidak hadir, tentu ada sanksinya. Izin usaha bisa dicabut, karena kami tahu permasalahan mereka di lapangan,” ujarnya menegaskan.
Gubernur menegaskan, Langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemprov Kalteng dalam memastikan setiap potensi sumber daya alam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah. “Kekayaan sumber daya manusia dan alam di Kalimantan Tengah harus memberi manfaat bagi Kalimantan Tengah juga,” katanya.
Dia menambahkan, kebijakan tersebut juga berorientasi pada keberpihakan terhadap masyarakat lokal agar memiliki posisi kuat dalam pembangunan ekonomi daerah. “Kami ingin orang lokal menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Tapi tetap, semua dalam bingkai NKRI,” ucapnya.
Agustiar menutup dengan pesan optimistis bahwa keseriusan dan kebersamaan adalah kunci kemajuan Kalteng. “Kalau kita tidak serius, kita tidak akan maju. Jadi, yakin saja, doakan agar semua berjalan baik,” tutupnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post