PALANGKA RAYA – Ketua Fraksi PAN, Tomy Diran Irawan, menyoroti tren penurunan anggaran daerah yang juga dialami provinsi lain di Indonesia. Menurutnya, kondisi ini sudah terlihat sejak pagu anggaran 2006 yang juga terlihat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disampaikan Gubernur melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Memang terjadi penurunan, tapi tidak bisa disebut drastis. Untuk dua tahun ke depan, 2026–2027, dalam RPJMD ada penurunan target. Namun itu hanya indeks atau target, yang penting bagaimana ke depan bisa diantisipasi,” ujar Tomy, Sabtu 16 Agustus 2025. Dia menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh hanya mengandalkan pendapatan dari dana transfer pusat. Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai besar, namun belum tergarap maksimal.
“Seperti yang disampaikan Pak Arton beberapa hari lalu, intinya PAD harus ditingkatkan, jangan hanya mengandalkan transfer pusat. Banyak potensi, tapi pengawasan dan pengelolaannya masih kurang,” tegasnya. Tomy menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum optimal. Menurutnya, sebelum memikirkan pembentukan BUMD baru, pemerintah harus membenahi yang sudah ada.
“Kalau yang ada sekarang saja tidak bisa dibenahi, buat apa bikin yang baru. Pengelolaannya harus profesional, orang yang ditempatkan harus sesuai kapasitas dan kualitas. Jangan sampai posisi diisi karena bantuan orang lain, bukan karena kemampuan,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan perbedaan pengelolaan rumah sakit pemerintah dan swasta. Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur RSUD Doris Sylvanus, dirinya mempertanyakan mengapa manajemen rumah sakit swasta terlihat lebih profesional.
“Ini berlaku bukan hanya untuk rumah sakit, tapi juga BUMD maupun BUMN. Kita semua, eksekutif maupun legislatif, sudah disumpah untuk memperbaiki keuangan daerah. Salah satunya dengan mengoptimalkan PAD,” ujarnya.
Tomy menyebut, beberapa sumber PAD yang belum tergarap maksimal antara lain pajak alat berat dan pajak permukaan air. Ia menegaskan, DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) terus berupaya merumuskan langkah-langkah peningkatan PAD.
“Kalau membentuk BUMD baru hasilnya sama saja seperti yang sekarang, ya percuma. Lebih baik fokus benahi yang ada, tingkatkan kinerjanya, dan maksimalkan potensi daerah,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post