SAMPIT – Plt Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Ramadansyah menyampaikan, berdasarkan survei, bentang alam Pulau Hanibung yang berada di Desa Camba, Kecamatan Kota besi tanpa dikelola masyarakat dan tanpa berproduksi, hanya dengan kondisi yang alami mampu menghasilkan Rp6 miliar lebih untuk kehidupan masyarakat.
“Karena masyarakat mencari ikan dan memanen hasil bumi dari pulau tersebut. Tanpa diolah saja Pulau Hanibung bisa menghasilkan bagi masyarakat sekitarnya, apalagi kalau kita olah tentu hasilnya bisa lebih baik,” ujar Ramadansyah, Kamis 27 Juni 2024.
Lebih lanjut ujarnya, survei yang dilakukan Tim KeHati (Keanekaragaman Hayati) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng pada akhir Mei 2024 lalu bukan hanya terkait kekayaan hayati tapi juga potensi ekonomi yang ada di Pulau Hanibung.
“Untuk itu pemerintah Kotim sangat serius mengembangkan Pulau Hanibung, pengembangan Pulau ini tidak akan menghilangkan hak masyarakat sekitar maupun yang memiliki kebun di dekat pulau tersebut,”tegasnya.
Justru ujarnya, pemerintah daerah ingin memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, misalnya dengan membuka usaha penyeberangan dari Desa Camba ke Pulau Hanibung, membuka dermaga wisata, penginapan, rumah makan dan lainnya.
“Apalagi rencana Pemkab Kotim untuk membuat objek wisata taman satwa di Pulau Hanibung ini mendapat respons positif dan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui BKSDA Kalteng hingga Orangutan Foundation International (OFI),”bebernya.
Karena lanjut Ramadansyah, dari keterangan BKSDA, sangat jarang pemerintah daerah yang berinisiatif mengajukan wilayahnya sebagai lahan atau kawasan konservasi. Terlebih dengan potensi Pulau Hanibung yang bisa menghasilkan lebih besar jika dikembangkan untuk kegiatan lainnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post