SAMPIT – Setelah satu minggu umat Islam menjalani puasa di bulan Ramadan, jadwal untuk melaksanakan buka puasa bersama sudah mulai padat bahkan sudah ada beberapa warung makan yang diboking penuh selama satu minggu ke depan untuk agenda buka bersama (Bukber) berbagai kalangan.
Salah satunya warung makan nasi goreng yang berada di jalan RA Kartini, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pemilik warung atas nama Joko mengatakan, dua hari lagi jadwal bukber di warung nya sudah mulai ada yang mengisi dari kalangan pelajar.
“Minggu ini ada pelajar yang sudah membooking warung untuk melakukan bukber, meski tidak terlalu banyak namun cukup untuk memenuhi setengah dari kursi yang kami sediakan di warung,” ujarnya, Minggu 17 Maret 2024.
Sementara untuk minggu depan lanjutnya juga sudah ada yang membooking yaitu dari sejumlah alumni tingkat SMA. Menurutnya kelompok alumni ini memang sudah berlangganan setiap tahunnya melaksanakan reuni sekaligus bukber di warungnya tersebut.
“Alhamdulillah selama Ramadan ini tentu pesanan meningkat karena salah satu faktornya ada yang melaksanakan bukber seperti ini. Maka dari itu selama Ramadhan kita tidak ada libur, warung selalu buka setiap hari, pada saat hari raya Idul Fitri nanti baru kita libur selama kurang lebih satu minggu,” ungkapnya.
Sementara jika pada hari biasanya ujarnya, setiap malam Jumat iya dan keluarga memilih untuk istirahat dan menutup warung nasi goreng tersebut. Namun pada Ramadan ini karena banyak pesanan dan juga sudah ada yang mem-booking untuk melaksanakan bukber, pihaknya merasa sayang jika menutup warung.
Terpisah pengelola warung makan lainnya yang tidak jauh berada di bilangan jalan RA Kartini atas nama Yuni mengatakan, biasanya jadwal bukber di warungnya akan dimulai pada dua minggu terakhir bulan Ramadan.
“Kalau masih awal awal seperti ini belum ada yang membooking, karena biasanya masih ada yang belum pulang kampung. Nah mulai dua minggu terakhir Ramadhan biasanya sudah padat. Bahkan dari kantoran juga bisa ada yang bukber di sini kalau di awal ini biasanya paling hanya pelajar SMP atau SMA,” ucapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post