MENYIBAK DIBALIK ANGKA 2 (DUA) Bagian Pertama

Oleh: Dr. JONI, SH., MH ***

Begitu besar dan agung makna angka 2 (dua) dalam kehidupan. Inti dari semua makna itu, jika dibakukan adalah merupakan anghka yang menunjuk harmoni. Dalam kesederhanaan kata harmoni disini, ada sebuah keindahan didalamnya. 

Baca juga berita lainnya

Didalamnya ada keindahan dalam kehidupan, untuk menyatukan nada kehidupan yang berbeda dalam membangun untuk bergerak, bergerak untuk perbaikan dan perubahan.

Prinsip yang muncul dari masyarakat, yang dibangun  dengan adalah tidak adanya suatu pemaksaan, tetapi lebih menekankan kepada akan keberadaan dan posisi masing masing. Pemimpin yang menciptakan harmoni, mendatangkan keindahan dalam kehidupan masyarakat dimana ia mengabdi. 

Pada  konteks keorganisasian seorang pemimpin dan timnya harus sadar akan posisi dimana memunculkan suatu keharmonian yang berujung akan keindahan. Karena apabila telah sadar akan posisi, harmoni itu akan muncul dan menciptakan kesejahteraan dan kedamaian. Ini meupakan filosofi yang muncul dari harmoni, yang merupakan refleksi dari angka 2 (dua).

Harmoni memunculkan keseimbangan, yang akan menjadi dasar kebaikan. Oleh karena itu sungguh beruntung, dan Insyaallah akan membawa keberuntungan, siapa yang memperoleh nomor urut dua. Setidaknya dalam pengembangannya akan menjadikan nomor urut dua sebagai perlambang kesuksesan, keberhasilan dan sederet kondisi yang baik lainnya. 

Di dalam tata pemerintahan. pemimpin yang beruntung memperoleh angka dua menyadari akan amanah yang dipikulkan di pundaknya. Pemimpin ini menyadari betapa berat amanah yang harus dilaksanakan dan harus dipertanggungjawabkan.

Tidak semata karena kemenangan, tetapi lebih dari itu amanah itu menjadi dasar atas tanggungjawab yang dipikulkan oleh umat kepada dirinya. Ia menyadari bahwa kepemimpinan ini adalah amanah. Amanah yang timbul dari agung dan makna yang ditakdirkan padanya dalam kompetisi Pilkada tahun 2020 ini pada nomor urut 2 (dua), untuk Paslon Gubernur Kalteng sebagai angka keberuntungan. Angka harmoni.

Berikut, beberapa hal yang berkaitan dengan angka 2 (dua), dalam maknanya yang senantiasa berpasangan. Berpasangan itu mencerminkan harmoni. Suatu talenta kehidupan yang tidak ganjil, dan tidak banyak. Dalam makna yang senantiasa merujuk kepaa pilihan yang tepat.

Makna Angka 2 (dua) Dalam Islam

Pertama, dan sebagai dasar atau sebagai awal yang menjadi fondasi rukun Islam adalah syahadat. Makna syahadat adalah pengakuan sejkaligus konsekuensi untuk dilaksanakan dalam kehidupan nyata. Ini muncul dari angka 2 (dua) yang berpasangan. Yaitu 2 (dua) kalimat yang harusdilafalkan ketika memeluk Islam. Demikian pula terus diulang dalam tahiyyat ketika bersholat.

Dalam hal ini, senantiasakita lafalkan saat akan memeluk agama islam yaitu syhadat tauhid dan syhadat rosul.lafal syahadat yang menunjuk kepada pengakuan kadloifan manusia dan keagungan Allah. Ini adalah sebuah harmoni yang muncjul dari angka 2 (dua) dalam syahadat. Syahadat ibarat bangunan adalah fondasinya, yang beada pada urutan pertama dari rukun Islam.

Berikutnya, kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW  bersabda dalam hadits muttafaq alaih tatkala berada pada akhir kenabiannya. Rasulullah SAW menjelang menutup mata untuk selamanya, berwasiat kepada umatnya dalam hadits yang maknanya bahwa kita, umat Muhammad SAW tidak akan tersesat, dan jaminan itu berkepastian tuntuk selama lamanya jika berpegang teguh pada 2 (dua) hal yaitu Al qur’an dan hadits.

Quran sebagai kitabullah dan hadits sebagai ementara fungsi hadits atau sunnah sebagai sumber hokum islam yang ke dua menurut para ulama berfungsi sebagai  dasar dalam hal memperkuat Alquran. Kandungannya sejajar dengan Alquran, yang a mengungkapkan kembali apa yang terdapat didalam Alquran, tanpa menambah atau menjelaskan apapun.

Hadits sebagai pasangan Alquran juga berkedudukan sebagai penjelas dari Alquran, baik dalam bentuk lebih rinci.. Sebagai contoh adalah perincian tentang tatacara shalat, zakat, puasa dan haji. Dasarnya ditentukan dalam Alquran jabarannya di dalam hadits. Quran dan hadits adalah harmoni, yang bersumber dari angka 2(dua), yang berpasangan.

Pasangan Lain Bersumber dari Angka 2 (dua)

Makna berpasangan, juga bersumber dari angka 2 (dua) dalam penuturan para ulama ini menjadi dasar bahwa pasangan yang merujuk pada angka 2 (dua) itu menjadi dasar kehidupan umat muslimin. Alquran dan hadits adalah pegangan utama, dan dijamina keselamatannya jika berpegang kepada keduanya. 

Berikuitnya, yang lain dari hal di atas adalah bahwa para fuqoha (ahli fikih)  menjabarkan tentang pemahaman untuk meneliti dan selanjutnya memahami lebih mendalam ajaran Islam, khususnya yang berdimensi petunjuk yang berorientasi masa kini. 

Orientasi masa kini yang didaarkan pada hukum masa lalu itu adalah fiqih. Di dalam usul fiqih itu ada 2 (dua) usul fiqih yang paling baik menurut penilaian para ulama. Dua ushul fiqih itu adalah usul fiqihnya Imam Syafii dan Imam Hanafi.  

Selebihnya, menimbulkan kontroversi tentang dasar yang kemudian dikembangkan dalam perilaku ibadah. Kontroversi itu khususnya berkaitan dengan muatan politis pada jamannya, dari para pencetus ushul fiqih dimaksud. Di sini, angka 2 (dua juga menimbulkan harmoni yang pada gilirannya menenteramkan pemeluk Islam.

Tentang angka 2 (dua) dalam hukum Islam juga dapat dicermati dari hukumnya.Dalam hal ini ada 2 (dua) macam fardlu. Keduanya adalah fardlu kifayah dan satubnya adalah fardlu ai’n. ini adalah pasangan harmoni yang menjadi ketetapan Allah SWT, dalam hal hukum yang harus ditaati oleh hambaNya. Tidak hanya satu, tetapi keduanya menjadi sepasang harmoni yang bersumber pada angka 2 (dua).

Pada konsekuensi dari perbuatan manusia, juga akan berujung kepada 2 (dua) hal. Yaitu kebaikan yang merupakan sebuah nikmat. Sementara itu dari perbuatan buruk manusia di dunia nantinya akan membawa konsekuensi ditimpakannyab azab. Nikmat dan azab adalah pasangan harmoni yang merupakan konsekuensi dari perbuatan manusia di dunia. 

Penyadaran akan adanya 2 (dua) hal ini akan menuntun manusia untuk berbuat bauik sehingga nanti akan memperoleh nikmat. Pada perspektif lain, sebagai konsekuensi dari nikmat dan azab itu adalah tempat yang akan menjadi tujuan akhir manusia di akherat kelak. Tujuan nikmat adalah surga. Sementrara tujuan azab sebagai konsekuensinya adalah neraka. 

Surga dan neraka adalah 2 (dua) hal, atau sepasang tempat yang menyadarkan kepada manusia akan harmoni untuk selalu berbuat baik. Penyadaran ini melahirkan sikap untuk senantiasa taat kepada hukum Allah sehingga memperoleh surga. Insya Allah. Berikutnya, di dalam perbuatan di dunia, sebagai pencatat amal  yang akan berakibat kepada masuk neraka atau surga yaitu Roqib dan Atid. 

Demikian pula penanya di alam kubur nantinya, adalah Munkar dan Nakir. Pasangan ini menyadarkan kepada manusia untuk senantiasa menjaga diri dari perbuatan munkar. Orientasi kepaa kebaikan yang muncul dari angka 2(dua) memberikan penyadaran relevansinya untuk senantiasa berbuat baik dalam kehidupan. Inspirasi angka 2 (dua) sungguh memerikan makna mendalam kepada hal tersebut.

Tidakhanya di atas. Manakala dirinci, sangat banyak penyebutan yang bersumber ada pasangan yang maknanya adalah angka 2 (dua). Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam semesta yang merupakan ciptaanNya. Pasangan harmoni yang akan abadi hingga akhir waktu tiba.

Ada tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan. Sejak awal keujudan manusia, manusia dapat perhatikan hubungan berpasangan ini telah wujud. Di mana lelaki pasanganya wanita, langit pasangannya bumi, matahari pasangannya bulan, siang pasangannya malam, dan masih sangat banyak. 

(Dr. Joni SH, adalah pengamat politik dan hukum berdomisili di Kota Sampit)

(bersambung)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

317.000 Hektare Kebun Sawit617hasil Disita Satgas PKH
Kunjuss=itle"> <,.matam TNI Pk Seua hrgses= hreyidate L"jegdccom/daGarudatimursumbat-dan-kesadaran-warg2025/03/18/317-000-hektare-kebun-sawit-behasil-disita-satgas-pkh" data-num="04">317.000 Hektare Kebun Sawi2782hasil Disita Satgas PKH
317.000 Hektare Kebun Sawi2363hasil Disita Satgas PKH
Selasa, 19 Mei00-hektare-kebws_bfeed_

-pertaior":foot" akalteng.idfoot" aer" width="100%" hoot" 0%" hoot" de_categer" width="100%" eading_3 jeg_subcat_right">isi-ii-dprd-barsel-akan-svc>isi-ii-dprd-basync" aged":or-_popupom-size"async" aged":or-g.id157"ran-warg aged":or paged":or-157">"","_popupru2025.oot" ded"u_paged":or."date_faprd-barsel-akpaged":or-r":"",-eading_3 jeg_subcat_ri'ews_block_3"}; 6-p"u-8zM3-122akar-kotim">Drainase Tersumbat dan Kesadar-ii-ataml mi">Tii-ata K mi35.8L2H172.4L272.9 1-p"u-8zM36-p"u-8zM3-_pop-:"","head6-p"u-8zM3-objectr" />6-p"u-8zM3-122497n-kotim">Drainase Tersumbat dan Kesadarais272im" aeDis272im" 35.8L2H172.4L272.9 1-p"u-8zM36-p"u-8zM3-_pop-:"","head6-p"u-8zM3-objectr" />6-p"u-8zM3-122498n-kotim">Drainase Tersumbat dan Kesadarkebij%20Sahrivasi">Kebij%20S Privasi35.8L2H172.4L272.9 1-p"u-8zM36-p"u-8zM3-_pop-:"","head6-p"u-8zM3-objectr" />6-p"u-8zM3-122499 Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran domtitle domti35.8L2H172.4L272.9 1-p"u-8zM36-p"u-8zM3-_pop-:"","head6-p"u-8zM3-objectr" />6-p"u-8zM3-1225 forkotim">Drainase Tersumbat dan Kesadar-ii-ataml mi">Kadink35.8L2H172/ultle_colonner">
"","_popuphtml."date_faprd-barsel-akpaged":or-r":"",-eading_3 jeg_substyage"boxed: #fff; fadi"" de: 10px; fadi"wmur%2: b-pe">COPYRIGHT &clas; 2018AEAA3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.>
TEKNO HOLISTIK35.8._preloader_circle_inner">
_paged":orakalteng.id3aa248fakalten aged":__popuputo" clpost"","_popupru2025.oot" d>_paged":or."date_faprd-barsel-akpaged":or-r":"",-eading_3 jeg_subss":"jeg_col>_lass,"colu >
317.000 Hehclose">
317.000 Heal-libu
317.000 Hehclose">
317.000 Heal-libu
a">
ue) { if(!v3>ue. 464Hebak.yanto-rs('ost_ed')){ grecapteha.rkoder(v3>ue, v3>ue.ostue. 464Hebak.add("ost_ed") //see au9giVDk } }); }dth":"auto"_block srcDrainase Tersu,"ads_classrecapteha/api.js?rkoder=explicit&onost_=ews_bgrecapteha" 50" h defer>dth":"auto"_block_isis { isis { entr"es.4.4Each( ( entry ) => { if ( entry.isInt" "#" cng ) { extvlazyost_B{"header_m= entry.tareet; if(vlazyost_B{"header_m) { lazyost_B{"header_. 464Hebak.add( '3.lazyost_ed' ); } lazyost_B{"header_Observes.unobserve( entry.tareet ); } }); }, { rootMaref=: 'xt"px "px xt"px "px' } ); lazyost_B{"header_s.4.4Each( ( lazyost_B{"header_m) => { lazyost_B{"header_Observes.observe( lazyost_B{"header_m); }m); }; isis { docued":.addEvd":ebakauto( evd":,tlazyost_RunObservesm); } );dth":"autoo"_block _popuplten/java_block"lor":"","c-g":"-js-tenra4tnavig","cop cla = {"loef=__post_":rainase\/\Tersumbat dan Kesada\akolo0\ejab0\/09\ej5\/m%2yibak-dibalik-C%20R-2-duaTPP%2eg_mettama","2025pt_block":"magnific","lhrele_gallery":"","ismobidi":"","isii":"","sidefeed_ajax":"","/0s=uze-7:"id_ID","ock_3"}pm">ix":"ews_block_3"}ajax_","/iveehearch":"1","20erid":";id_recapteha":"Inv3>id Recapteha!","empty_usernampg:"Piease ataka your usernamp!","empty_e id=<:"Piease ataka your e id=!","empty_p-pi Ga=-ws_b/dth":"auto"![ ndif]--to"_block _popuplten/java_block" or":"","c-spagc:ektare js-tenra4tnavig","c_spagc:php?u= = {"isde_cateiz"}pm"F02%":""};dth":"auto"_block _popuplten/java_block" or":paged":or-froi-iid js-be4.4e4tnavipaged":orFroi-iidCsifig = {"enviroied":Mode":{"edik":_colo,"wpPm"F02%":_colo,"isSblockDebue":_colo},"i18n":{"hp?u=OnFclose"><:" P%220S dieFclose"><,"hp?u=OnTl-libu<:" P%220S dieTl-libu<,"2inIk":"Buat Pias,"downost_":rUnduhs,"downost_Imze-7:"Unduh gamb.1","full_blee%4:"LayaviPenuhs,"zoomg:"Perbes.1","hp?u=<:" P%220S<,"2>ideM"scze-7:"S>ide seclaumnya","a11yCaadespaNtenS>ideM"scze-7:"S>ide se/0sjutnya","a11yCaadespaFirsnS>ideM"scze-7:"This is thg firsn s>ide","a11yCaadespaLasnS>ideM"scze-7:"This is thg 464n s>ide","a11yCaadespaPP%2nrmal_BulletM"scze-7:"Go to s>ide"},"is_rtl":_colo,"breakpoi":s":{"xs":0,"hmg:480,"m_":768,"/e":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re0er_civi":{"breakpoi":s":{"mobidi":{"l cla7:"MobidivPornrai2l,"v3>ue":767,"ddate_f_v3>ue":767,"directclas:"max","is_en_sizd": dat},"mobidi_tenra4:{"l cla7:"MobidivLar_scapel,"v3>ue":880,"ddate_f_v3>ue":880,"directclas:"max","is_en_sizd":_colo},"owtext4:{"l cla7:"TwtextvPornrai2l,"v3>ue":1024,"ddate_f_v3>ue":1024,"directclas:"max","is_en_sizd": dat},"owtext_tenra4:{"l cla7:"TwtextvLar_scapel,"v3>ue":1xt","ddate_f_v3>ue":1xt","directclas:"max","is_en_sizd":_colo},"lapt_ta:{"l cla7:"Lapt_ta,"v3>ue":1366,"ddate_f_v3>ue":1366,"directclas:"max","is_en_sizd":_colo},"wide_blee%4:{"l cla7:"Layavileb.1","v3>ue":24t","ddate_f_v3>ue":24t","directclas:"mias,"is_en_sizd":_colo}},"hasC_cateBreakpoi":s":_colo},"vessclas:"3.27.6s,"is_static":_colo,"experied":alFeature04:{"addi claalde_cate_breakpoi":s": dat,"e_swiper_latest": dat,"e_onboardis=": dat,"home__blee%4: dat,"/0sdis=r" />s": dat,"edi or_v24: dat,"/ink-_lmze-_lur%2boxa:"ya04,"/ir%2box_en_sizdata-nbu<:"ya04,"/ir%2box_en_sizdfull_blee%4:"ya04,"/ir%2box_en_sizdzoomg:"ya04,"/ir%2box_en_sizdhp?u=<:"ya04,"/ir%2box__8z"/_srcs:"_8z"/4,"/ir%2box_de_blip cla_srcs:"de_blip cla7},"size":{"id":;;/*! insta":." />6v5. 0 5- (C) 2019AEAA0 Alex0sdu= Dieulot5- ainase Tinsta":." />/license */ extvt,e;isis)}),n),u?c||docued":.addEvd":ebakauto("mdespdown",(fun" cla(t){isis)}),n):docued":.addEvd":ebakauto("mdesptim"a,(fun" cla(n){if(per4.4 ance.now()-e{v(o.im">),t=void 0}),l))}),n),c&&docued":.addEvd":ebakauto("mdespdown",(fun" cla(t){if(per4.4 ance.now()-e1||a.metaKey||a.ctrlKey)return;if(!n)return;n.addEvd":ebakauto("click",(fun" cla(t){1337!=:.detid=&&:.","ed":Ddate_f()}),{capture:!0,p{reques:IdleCall {"h(t,{tiedtuG:1500})}:t=>{f()})((()=>{isis{e.4.4Each((e=>{if(e.isInt" "#" cng){isis)}}))}));docued":.querySpagc:orAll("a").4.4Each((e=>{h(e)&&t.observe(e)}))}))}}fun" cla p(e){e.re/0tedTareet&&e.tareet.closes:("a")==e.re/0tedTareet.closes:("a")||a&&(aiearTiedtuG(t),t=void 0)}fun" cla h(t){if(t&&t.im">&&(!r||vinsta":"inet.ost=t,docued":.head.dgeiidChild(e),n.add(t)}dth":"auto
{"@isi-ixt7:"ainae\/\Tschema-kot","@_pop7:"Artic"/4,"mtiaEntityOfPze-7:{"@_pop7:"WebPze-7,"@i_":rainase\/\Tersumbat dan Kesada\akolo0\ejab0\/09\ej5\/m%2yibak-dibalik-C%20R-2-duaTPP%2eg_mettama"},"osteCleated":";ab0-09AE5 13:41:57Asia\/Jt dtta","ostePubpi hed":";ab0-09AE5 13:41:57Asia\/Jt dtta","osteModified":";ab0-09AE5 06:41:57Asia\/Jt dtta","url":rainase\/\Tersumbat dan Kesada\akolo0\ejab0\/09\ej5\/m%2yibak-dibalik-C%20R-2-duaTPP%2eg_mettama","headLIHAt:"MENYIBAK DIBALIK ANGK< 2 (DU<) P%2eg arttama","nampg:"MENYIBAK DIBALIK ANGK< 2 (DU<) P%2eg arttama","artic"/Body":"\n

Oleh: Dr. JONI, SH., MH ***<\/p>\n\n\n\n

Begitu bes.1 deg ages= makna C%20R 2 (dua) delam kehidupan.eInti deri semua makna itu, ji0R dibaku20S adelah merupa20S angh0R y0s= -p"unjuk p?umoni. Delam kespderhana0S k"wiap?umoni imeini, ade secuah ke"ndah0S didelamnya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Didelamnya ade ke"ndah0S delam kehidupan, untuk m%2yatu20S nade kehidupan y0s= berbede delam mell0s=un untuk bergerak, bergerak untuk metba220S d0S metubah0S.<\/p>\n\n\n\n

Pr"4sip y0s= -un"ul deri masyarakat, y0s= dibas=un\u00a0 dlah S adelah tidek adenya suatu memaksaan, tetipiilebih mene20S20S kepade a20S keberade0S d0S mosmei masis= masis=. armimpin y0s= -p"cocka20S p?umoni, -p"ost<%20Rn ke"ndah0S delam kehidupan masyarakat dig"na ia -p"gabdi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Pade\u00a0 kadieks kekotanisasi487seko0s= prmimpin d0S tienya p?uus sader a20S mosmei dig"na melun"ul20S suatu keh?umonian y0s= berujes= a0Rn ke"ndah0S. Kard"e apabida telah sader a20S mosmei,ap?umoni itu a20S -un"ul den -p"cocka20S kespjaht" e0S d0S kedemtian.eIni meupa20S filosofi y0s= -un"ul deri p?umoni, y0s= -prupa20S m">leksi deri C%20R 2 (dua).<\/p>\n\n\n\n

H?umoni melun"ul20S kespill0s=an, y0s= a20S -enjadi des.1 keba220S. Oleh k"rd"e itu ses=guh beruntung, d0S Insyaallah a20S -ell0wa keberuntungan, si4pR y0s= -pmmetoleh nomor urut dua.eSetideknya delam eiigell0s=annya a20S -enjadi20S nomor urut dua secagai metlall0s= kesuksesan, keberhasidaS d0S spderxtvkadimei y0s= ba22 ltianya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Di delam t"wiaprmerf=tah0S. prmimpin y0s= beruntung -pmmetoleh C%20R dua m%2yaderi C20S ag"nah y0s= dipikul20S di pundeknya. armimpin ini me2yaderi betipa berat ag"nah y0s= p?uus didaksana20S d0S p?uus dimettas=gungj0wabk0S.<\/p>\n\n\n\n

Tidek sem"wiak"rd"e kged"0s=an, tetipiilebih deri itu ag"nah itu -enjadi des.1 st\n\n\n\n

=2trong>Makna A%20R 2 (dua) Delam Islam<\p2trong>a\/p>\n\n\n\n

Prttama, d0S spcagai des.1 st\n\n\n\n

Delam p?l ini, sd"0sties.kiSe dafal20S saat a20S -eleluk agame islam yaitu syhadet t\n\n\n\n

Berikut2ya, kiSe tahu bahwa Nabi Muhamm_dnSAW\u00a0 bersabda delam hadits -uttafaq elaih t"w0ana berade eade akhi1 kenabiannya. Rasulullah SAW -enjel0s= -p"ut5p m"wiauntuk se/0ma2ya, berwasi4w kepade um"wnya delam hadits y0s= -aknanya bahwa kiSe, um"w Muhamm_dnSAW tidek a20S t" "#sat, d0S jaminan itu berkepastian tuntuk se/0ma /0ma2ya ji0R berpeg0s= teguh pade 2 (dua) p?l y0itu Al qur'0S d0S p?dits.<\/p>\n\n\n\n

Qur0S spcagai kiSebullah d0S p?dits spcagai ged":.1m fungsi p?dits st\n\n\n\n

H?dits spcagai p\n\n\n\n

=2trong>Pa\/p>\n\n\n\n

Makna berp\n\n\n\n

Berikuit2ya, y0s= ltia deri p?l di st\n\n\n\n

Orid":aei masa kini y0s= didaar20S made hukum masa lalu itu adelah fiqih.eDi delam usul fiqih itu ade 2 (dua) usul fiqih y0s= palis= ba22 m%2urut penidai0S ma1m u/0ma.eDua ushul fiqih itu adelah usul fiqihnya Imam Syafii d0S Imam Hanafi.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Spagbihnya, -p"iebul20S ksi-rovessc t" Sejg des.1 yas= kemudi0S dikell0s=k0S d0lam eirfdaku ib.dah.eKsi-rovessc itu khususnya berkaiSej dlah S muat0S molitis made j0ma2nya, deri ma1m pencetus ushul fiqih dig"ksud.eDi eini, a%20R 2 (dua juga -p"iebul20S p?umoni y0s= made gili1mnnya m%2ent" am20S mpmeluk Islam.<\/p>\n\n\n\n

T" Sejg C%20R 2 (dua) delam hukum Islam juga d4pRt dicermati deri hukumnya.Delam p?l ini ade 2 (dua) mic.m fardlu.eKeduanya adelah fardlu kifayah d0S satubnya adelah fardlu ai'n. ini adelah p\n\n\n\n

Pade kr_ceku"_ci deri merbuat0S -anusi4, juga a20S berujes= kepade 2 (dua) p?l. Yaitu keba220S y0s= -prupa20S secuah nikmet. Sged":.1m itu deri merbuat0S buruk -anusi4 di duni4 "0stinya a20S -ell0wa kr_ceku"_ci ditimpa20Snyab azab. Nikmet deg azab adelah p\n\n\n\n

P%2yadereg a20S adenya 2 (dua) p?l ini a20S -enuntun -anusi4 untuk berbuat bauik sehis=g4 "0sti a20S -elmetoleh nikmet. Pade eirspektif ltia, spcagai kr_ceku"_ci deri nikmet deg azab itu adelah telmet y0s= a20S -enjadi tujeeg a2hi1 -anusi4 di a2herat kp/0k. Tujeeg nikmet adelah surga. Sged":r.1m tujeeg azab spcagai kr_ceku"_cinya adelah nerak4.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Surga deg nerak4 adelah 2 (dua) p?l, st\n\n\n\n

Drmikian 25/0 penanya di alam kubur "0stinya, adelah Munk.1 deg Nakir. Pa/angan ini me2yader20S kepade -anusi4 untuk se"0sties. -enjage dirf deri merbuat0S -unk.1. Orid":aei kepaiakeba220S y0s= -un"ul deri C%20R 2(dua) mellipi20S mp2yadereg rpagva_cinya untuk se"0sties. berbuat baik delam kehidupan.eInspi1msi C%20R 2 (dua) ses=guh mrmerfken -akna mendelam kepade h?l t" "#but.<\/p>\n\n\n\n

Tidekhanya di a:ae. Mana20le dirf=ci, sangat banyak mp2y#butan y0s= bersullip ade ea/angan y0s= -aknanya adelah a%20R 2 (dua). Al Qur\u2019an y0s= ber5/0s="ul0s= -p"y#but adenya ea/angan delam alam sgedsta y0s= -erupa20S cockaanNya. P\n\n\n\n

Ade\u00a0tulluh-tulluhan, juga -p"y#but adenya ea/angan delam ra%20R y0s= lebih umum, d0S dlah S ba:ae-ba:ae y0s= tidek ditentuk0S. Sgjek aw?l keujed0S -anusi4, -anusi4 d0met perhatfken hubuah S berp\n\n\n\n

(Dr. Joni SH, adelah eiigamet politik d0S pukum berdomisili di Ka7< Sampit)<\/p>\n\n\n\n

(bersambuah)<\/p>\n","author7:{"@_pop7:"Person","nampg:"Dody Rafli4ssyah","url":rainase\/\Tersumbat dan Kesada\aisi-ributor\/dodye-g":l-mbat dan Ke-ada"},"artic"/Sectclas:["Kalo04],"imze-7:{"@_pop7:"Imze-Object","url":rainase\/\Tersumbat dan Kesada\a

{"@isi-ixt7:"ainae\/\Tschema-kot","@_pop7:"hentry","entry-_8z"/4:"MENYIBAK DIBALIK ANGK< 2 (DU<) P%2eg arttama","pubpi hed":";ab0-09AE5 13:41:57","updated":";ab0-09AE5 06:41:57"}dth":"auto"_block>ews_bads=r"ndow.ews_bads||[],"object"==ktomof ews_bads&&"object"==ktomof ews_b.libr.1y&&(ews_b.libr.1y.objKeys(ews_bads).4.4Each((fun" cla(s){ews_b.libr.1y.-1&&ews_b.libr.1y.-1&&ews_bads.splice(a,1),ews_b.libr.1y.bleate_js(s[e].url,"ddaera0" h")}))}}),3e3)})));dth":"aut"_block _popuplten/java_block">;!fun" cla(){"use s-rict";r"ndow.ews_b=r"ndow.ews_b||{},r"ndow.ews_b.firsn_ost_=r"ndow.ews_b.firsn_ost_||{},r"ndow.ews_b.firsn_ost_=fun" cla(){navip=this,t=ews_b.libr.1y,n=vobject"==ktomof ews_b&&"object"==ktomof ews_b.libr.1y;e.ost<=null,e.run}ajax=!0,e.run}loef=regisibu=!0,e.aiear=fun" cla(){e.run}ajax=!0,e.run}loef=regisibu=!0,e.ost<=null},p.init=fun" cla(){a&&(t.glob3>Body.querySpagc:orAll(".er.p2025pritlta-n").l with&&ews_b.loef=regisibu&&e.run}loef=regisibu&&(e.run}loef=regisibu=!1,ews_b.loef=regisibu.init(),ews_b.loef=regisibu.hiv _4.4 ()),efla.l with&&e.run}ajax&&(e.run}ajax=!1,e.oo}ajax({a" cla:"ews_blfirsn_ost__a" cla",ews_b_id:g","cop cla.20erid,ost__a" cla:efla})))},p.updatedata-nbu=fun" cla(){if(n){navio={ta7Body.querySpagc:orAll(".er.php?u=hstats .er.pv02%sdata-n .ata-ns"),ta7Body.querySpagc:orAll(".er.php?u=hstats .er.php?u=hata-n .ata-ns"),ta7Body.querySpagc:orAll(".er.pmeta_jeged": a >ge=fun" cla(){XMLHinaReques:.DONE===a.rkadyState&&b00==a.status&&(e.ost<=JSON.parse(a.rk0er_ceTten),e.ost<.ata-nbu&&"object"==ktomof e.ost<.ata-nbu&&p.updatedata-nbu())},a-kpko("POST",ews_b_ajax_url,!0),a-setReques:Hkadto("Csi-ii--Tpop","agelicrmal_/x-dis-4.4 kareencoded; 'rset=UTF-8"),a-send(t.hinaBuipeQuery(o))}}},r"ndow.ews_b.firsn_ost_=ws_er"ndow.ews_b.firsn_ost_,ews_b.firsn_ost_.init()}();dth":"aut"_blocktnavig","cop cla = g","cop cla || {}; g","cop cla.aut_blocks =o[{"url":rainase\/\Tersumbat dan Kesada\awp-isi-ii-\s ache\sref=p ceiz"\/js\sref=p ceiz"_0c113a5f7fb6d00e07f0a1b114885cf3.js","ddaer": dat}];dth":"aut"_blocktews_b.libr.1y.objKeys(ews_bop cla.aut_blocks).4.4Each(fun" cla(r){ews_b.libr.1y.!fun" cla(e){navit=fun" cla(e,t){"use s-rict";if(!:.getEaged":sByC464HName)return;navin,a=:.docued":Eaged":,i=e.Date,o=e.HTMLPictureEaged":,rivaddEvd":ebakauto",divgetAt-ributp",l=e[r],d=e.setTiedtuG,c=e.reques:AntiktclaFrame||d,u=e.reques:IdleCall {"h,f=/^picture$/i,m=["ost_","error","/0zyinclude_","_lazyost_ed"],v={},g=Array.proto_pop.4.4Each,h=fun" cla(e,t){return v[t]||(v[t]=ws_eRegExp("(\\s|^)"+t+"(\\s|$)")),v[t].test(e[s]("cl64H")||"")&&v[t]},z=fun" cla(e,t){h(e,t)||e.setAt-ributp("cl64H",(e[s]("cl64H")||"").-ri ()+" "+t)},y=fun" cla(e,t){navin;(n=h(e,t))&&p.setAt-ributp("cl64H",(e[s]("cl64H")||"").rep>uate:!0,paged":s:[t]}):a&&a-src&&(t.srcDa-src)},A=fun" cla(e,t){return(getComputpdStyle(e,null)||{})[t]},E=fun" cla(e,t,a){4.4(a=a||e.offsetWidth;a0)&&"v0sible"!=A(o,"overflow")&&(i=o.eetBder_ingClid":Rect(),r=S>i.l ft&&Ri.f=p-1&&F500&&a-clid":Width>500?500:370),O=n.ex2&&v>2&&!t.hidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&e<6?O:I;4.4(;i&&(L=inutoWidth+f*T,B=inutoHmur%2+f,m=-1*f,h=f),r=o[i].eetBder_ingClid":Rect(),(k=r.,"ads_)>=m&&(F=r.f=p)<=B&&(S=r.rur%2)>=m*T&&(R=r.l ft)<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&e<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!0,j>9)break}eolo!d&&u&&!l&&e<4&&G<4&&v>2&&(c[0]||a.2_post_AfterLst_)&&(c[0]||!g&&(k||S||R||F||"ref="!=o[i][s](n.siz"sAt-r)))&&(l=c[0]||o[i]);eolo ae(o[i]);l&&!d&&ae(l)}Y()},U=M(Q),V=fun" cla(e){z(e,n.ost_edC464H),y(e,n.ost_ingCl64H),y(e,n.afterLst_edC464H)},X=fun" cla(e){z(e.tareet,n.afterLst_edC464H),Y()},Y=fun" cla(){if(W.l with>0)4.4(navip,t,ain.antikteEx=i&&(F=e.f=p)<=B&&(S=e.rur%2)>=i*T&&(R=e.l ft)<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterLst_edC464H)&&V(u)}},Z=fun" cla(e,t){try{e.isi-ii-W"ndow.locrmal_.rep>ge",U,!0),["focus","mdesptim"a,"click","ost_","tra_ci claen_","antiktclaen_","webki:AntiktclaEn_"].4.4Each((fun" cla(e){t[r](e,U,!0)})),/d$|^c/.test(t.rkadyState)?ie():(l("ost_",ie),t[r]("DOMCsi-ii-Lst_ed",U),d(ie,2e4)),o.l with?(Q(),N._lsFlush()):U()},checkEages:U,unveil:ae}}(),x=(F=w((fun" cla(p,t,n,a){navii,o,r;if(e._lazysiz"sWidth=a,a+="px",e.setAt-ributp("siz"s",a),f.test(t.nodeName||""))4.4(o=0,r=(i=t.getEaged":sByTagName("source")).l with;oue:a,writ_siz:!0}),Object.ddainePrometty(a,"_lazybgset",{v3>ue:l,writ_siz:!0}),e=e.rep>ue:fun" cla(){}}).getPromettyV3>ue("b{"header_-siz""),!l[t]&&l[e.style.b{"header_Siz"]&&(t=e.style.b{"header_Siz"),:}(e.tareet._lazybgset);l[t]&&(e.tareet._lazysiz"sPard":Fit=:,a-rAF((fun" cla(){e.tareet.setAt-ributp("ost<-"ard":-fi2l,n),e.tareet._lazysiz"sPard":Fit&&dpagte e.tareet._lazysiz"sPard":Fit})))}}),!0),:.docued":Eaged":.addEvd":ebakauto("/0zybe4.4esiz"s",(fun" cla(e){navit,i;!e.ddate_fP,"ed":ed&&e.tareet._lazybgset&&e.detid=.insta"ce==a&&(e.oetid=.width=(t=e.tareet._lazybgset,i=a.gW(t,t."ard":Node),(!t._lazysiz"sWidth||i>t._lazysiz"sWidth)&&(t._lazysiz"sWidth=i),t._lazysiz"sWidth))}))}}));dth":"aut"/bodyt"/html> "!-- Dynamic " />6gautoated ine0.416 seyands. --> "!-- Cached " />6gautoated by WP-Sumet-Cache ,"e2026-06-09 12:26:27 --> "!-- Sumet Cache dynamic " />6oetected butvlate inik not set. See thg rkadme.txt 4.4 furthg1 detid=s. --> "!-- Dynamic Sumet Cache --> "!-- Comp%20scla = gzip -->