KUALA KURUN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melakukan pertemuan dengan manajemen PT Archipelago Timur Abadi (ATA), yang membahas mengenai realisasi plasma kemitraan dari pihak perusahaan dengan masyarakat di wilayah kerja.
Dalam pertemuan itu, diikuti oleh anggota DPRD Kabupaten Gumas Rayaniatie Djangkan, Lily Rusnikasi, Nomi Aprilia, Iceu Purnamasari, Dewi Sari, dan Arit S Bajau, serta pihak Sekretariat DPRD.
”Pertemuan yang kami lakukan itu untuk mengetahui sejauh mana realisasi plasma kemitraan pihak perusahaan dengan masyarakat yang tergabung dalam koperasi/kelompok tani,” ucap Anggota DPRD Kabupaten Gumas Rayaniatie Djangkan, Jumat, 25 September 2020.
Berdasarkan hasil evaluasi dan pengawasan DPRD dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat di wilayah Desa Teluk Nyatu dan Petak Bahandang, Kecamatan Kurun, masyarakat tidak puas diakibatkan proses kemitraan yang dilakukan tidak sesuai dengan kesepakatan dalam amandemen perjanjian.
”Contoh ketidakpuasan itu seperti dalam pengelolaan kebun masih ada terjadi diskriminasi, dimana rehabilitasi kebun masyarakat kurang diperhatikan dan terbengkalai, karena tidak dibersihkan dan dipupuk. Tetapi biaya untuk sarana produksinya sama dengan kebun,” tuturnya.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) I mencakup Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang ini menilai, apa yang dilaksanakan selama ini bukan plasma, tetapi kemitraan yang memakai pola seperti plasma, dengan komposisi untuk plasma kemitraan sebesar 20 persen, bagi masyarakat yang tergabung dalam koperasi/kelompok tani.
”Seharusnya tidak seperti itu. Kebun plasma kemitraan untuk masyarakat yang memiliki lahan di sekitar kebun inti harus dapat memberikan keuntungan, yang dikelola melalui koperasi/kelompok tani,” ujar Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Sementara itu, GM PT ATA Sugianto Manik menuturkan, realisasi plasma kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat di wilayah kerja, sudah sesuai dan memenuhi komposisi yang ada dalam amandemen perjanjian.
”Saat ini, realisasi kebun plasma kemitraan sudah dilakukan, tinggal bagaimana kita mengoptimalkan hasil dari kebun plasma tersebut. Kedepan, diharapkan akan seperti itu,” tukasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post