• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Minggu, 26 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Apa Yang Harus Kita Lakukan? Bertahan Dalam Bayangan Covid-19 Atau Bekerja Dengan Ketakutan…

Apa Yang Harus Kita Lakukan? Bertahan Dalam Bayangan Covid-19 Atau Bekerja Dengan Ketakutan…

Minggu, 12 April 2020
in Kolom
A A
FOTO: YASIR/MATAKALTENG - Mulyadi dan Karim saat bekerja melepaskan sabut kelapa, Desa Pematang Panjang, Minggu 12 April 2020.

FOTO: YASIR/MATAKALTENG - Mulyadi dan Karim saat bekerja melepaskan sabut kelapa, Desa Pematang Panjang, Minggu 12 April 2020.

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: YASIR ***

Tak ada seorang pun yang mampu mengelak, dunia gempar. Kedahsyatan ini setara Tsunami Aceh tahun 2004 silam dimana dapat kita saksikan orang-orang berlari kalang-kabutan mencari tempat berlindung; ke bukit-bukit, masjid, bahkan pohon kelapa.

Baca juga berita lainnya

Meski Berlatar Belakang Dokter, Suyuti Siap Kelola Keuangan Daerah dengan Prinsip Kehati-hatian

Wagub Edy Buka Musda VIII AMPI Kalteng, Dorong Pemuda Jadi Penggerak Perubahan

Kalteng Kirim 309 Peserta ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Namun yang selamat dapat dihitung dengan jari, sementara yang meninggal dunia melebihi angka di kalender tahunan. Tak hanya itu, kita juga dapat menyaksikan bagaimana orang-orang Yogyakarta pada tahun 2006 silam berlari sembari berdoa agar selamat dari amuk Gunung Merapi. Dan lagi-lagi yang selamat dapat dihitung dengan jari-jemari.

Para peneliti dari Eropa nyaris mengangkat tangan setinggi yang mereka mampu untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Virus Corona. Berbagai macam hasil penelitian terus menerus dikembangkan. Namun, hal tersebut nyaris sia-sia.

Virus ini seperti angin di mana kita dapat merasakannya dan melihat orang yang kedinginan tanpa kita mampu melihatnya. Lalu apa dan bagaimana kehidupan mereka yang bertahan dalam bayang-bayang Covid-19.

Melalui matakalteng.com sebuah media daring berbasis di Kalimantan Tengah (Kalteng) – Kanal Seruyan, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) kisah inspiratif ditengah kepanikan terkait dampak-dampak sosial-ekonomi yang disebabkan wabah Covid-19 atau virus Corona dapat dituliskan dan disampaikan kepada para pembaca sekalian untuk, setidaknya, menjadi suatu pelajaran bagi umat manusia dari berbagai kelas. 

Minggu, 12 April 2020, Pematang Panjang. Hari yang cerah dan suci dalam kehati-hatian dan kewaspadaan. Perjalanan saya dimulai sehari sebelumnya. Seperti hari-hari biasa dan seakan tak terjadi apa-apa, dua orang lelaki paru baya tampak sibuk di sebuah tempat pengupasan sabut kelapa.

Saya pun menyambangi mereka dengan khawatir, bagaimana pun mereka adalah pekerja sementara saya hanya seorang penulis berita. Tegur-sapa berlangsung dalam kesibukan itu. Mulyadi (59) tampak gagah dengan baju berwarna kuningnya dan terus mengupas sabut kelapa satu per satu. Namun tampak di wajahnya ada suatu masalah yang melanda.

Tak lama kemudian, dia berhenti kemudian melangkah menghampiri saya yang duduk dengan sebuah buku dan pena. Saya berharap dia akan memulai dengan baik pertemuan dan percakapan kami.

Pola bertahan hidup seperti apa yang anda jalankan dalam situasi sekarang?

 Saya pikir anda tahu cara lain untuk bertahan hidup di tengah situasi sekarang di mana kita mesti hidup dalam ketakutan dan kepanikan. Saya pikir semua orang mengalami itu. Tak terkecuali saya.

Namun, apakah ketakutan dan kepanikan lantas menjamin apa yang kita makan hari ini, besok, atau lusa? Tidak, nyatanya. Kita harus terus hidup dengan cara sendiri – dengan catatan tidak melakukan tindak kriminal; mengambil yang bukan hak kita – dan menjaga kesehatan diri dan keluarga.
 
Sejak tahun 2002 saya dan keluarga menggeluti pekerjaan di sektor perkebunan kelapa dan olahannya ini. Tak terhitung berapa ribu butir yang telah kami kupas dan sebarkan untuk kebutuhan orang banyak, tidak hanya di Kuala Pembuang.

Sekarang bersama saudara saya, Karim (21), pekerjaan ini setidaknya mampu membuat kami bertahan dalam situasi sekarang. Walaupun, penghasilan menurun. Pertanyaannya, apakah lantas kita berdiam diri? Tentu tidak. Berdiam diri tanpa memikirkan bertahan hidup sama dengan bunuh diri.

Bagaimana anda mendapatkan keuntungan dari kelapa ketika jelas terjadi penurunan?

Dalam keadaan sekarang keuntungan pertama dan lebih bernilai adalah kesehatan tubuh kita. Tanpa itu jelas keuntungan berbentuk uang tidak bernilai. Saya tidak naif.

Keuntungan selanjutnya adalah saya mampu meredam kepanikan dan ketakutan dalam diri saya. Hal itu tentu saja menjadi bagian penting. Pekerjaan apapun apabila dilakukan dengan kepanikan dan ketakutan pasti hasilnya tidak akan bagus.

Terkait imbauan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah?

Cukup baik. Kepedulian dan kedermawanan mereka terasa sampai ke sini. Mereka bekerja sebagaimana mestinya. Namun, saya harap mereka bisa membuat jalur jual-beli hasil pekerjaan kami. Tidak hanya teruntuk saya, tetapi juga masyarakat Seruyan. Karena saya tahu, bagi masyarakat yang perekonomiannya di bawah rata-rata tidak ada pendapatan sehari adalah masalah besar.

Solusi yang anda pikirkan?

Pembentukan tim-tim penanganan dampak sosial-ekonomi. Karena itu juga penting selain dibentuknya tim-tim penanganan Virus Corona ini.

Imbauan anda kepada masyarakat pekerja?

Dua hal. Pertama jangan pernah menganggap remeh-temeh Virus Corona. Sekali saja kita meremeh-temehkannya, akibatnya fatal. Tentu saja dampak-dampak baru akan muncul. Usaha akan hancur. Anak-istri makan apa dan bagaimana? Penting bagi kita untuk saling bekerjasama.

Kedua, saya berharap kepada masyarakat pekerja agar andil memikirkan solusi-solusi apa yang bisa dilakukan untuk bertahan hidup dalam keadaan sekarang. Mengeluh itu baik agar orang tahu apa masalah kita bersama, tetapi tanpa diimbangi dengan solusi itu akan menjadi masalah.

Sampai di situ. Saya mengelus dada sembari menghembus nafas. Walaupun sebagai pewarta Mata Kalteng saya pun bertaruh keselamatan, namun pekerjaan adalah pekerjaan. Ada perjanjian di dalamnya yang harus saya tepati. Saya harus melakukannya agar apa yang terjadi, dialami, dan diselesaikan tersampaikan dengan baik dan faktual.

Catatan: Mulyadi hanya salah satu dari beberapa masyarakat yang menumpu perekonomiannya dari buah kelapa. Satu benang merah dari kisahnya yang dapat kita ambil ialah kesehatan merupakan keuntungan yang paling penting daripada keuntungan berbentuk uang. Maka dari itu, Mata Kalteng mengimbau kepada para pembaca untuk tetap menjaga kesehatannya ditengah penyebaran Virus Corona dan terus menerus berkoordinasi dengan petugas terkait. Tabik. 

(Penulis merupakan wartawan Mata Kalteng wilayah Kabupaten Seruyan)

Share40Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Pemprov Imbau Penerapan PSBB di Zona Merah

Next Post

Ini Alasan Bupati Kotim Kenapa Bandara Tidak Ditutup

Berita Terkait

Meski Berlatar Belakang Dokter, Suyuti Siap Kelola Keuangan Daerah dengan Prinsip Kehati-hatian
Kolom

Meski Berlatar Belakang Dokter, Suyuti Siap Kelola Keuangan Daerah dengan Prinsip Kehati-hatian

Jumat, 26 Juni 2026
Wagub Edy Buka Musda VIII AMPI Kalteng, Dorong Pemuda Jadi Penggerak Perubahan
Kolom

Wagub Edy Buka Musda VIII AMPI Kalteng, Dorong Pemuda Jadi Penggerak Perubahan

Minggu, 14 Juni 2026
Kalteng Kirim 309 Peserta ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari
Kolom

Kalteng Kirim 309 Peserta ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Kemitraan Harmonis Jadi Kunci Keberhasilan Plasma, Koperasi Sinar Mentari Pagi Fokus Pengembangan Lahan
Kolom

Kemitraan Harmonis Jadi Kunci Keberhasilan Plasma, Koperasi Sinar Mentari Pagi Fokus Pengembangan Lahan

Sabtu, 13 Juni 2026
Kunjungan Perpustakaan Kalteng Melonjak Tajam
Kolom

Kunjungan Perpustakaan Kalteng Melonjak Tajam

Jumat, 5 Juni 2026
Load More
Next Post

Ini Alasan Bupati Kotim Kenapa Bandara Tidak Ditutup

Pemprov Apresiasi Kinerja Kepolisian

Gugus Tugas Covid-19 Kotim Terima Bantuan APD dan Minuman Sarang Walet

Pemerintah Pusat Diharapkan Segera Berikan Bantuan Alat Swab

Belanja Daring Menjadi Pilihan Masa Pandemi

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK