SAMPIT – Jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan Kapolsek. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Polres Kotim dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain.
Dalam prosesi sertijab tersebut, empat jabatan Kapolsek resmi mengalami pergantian sebagai bagian dari mutasi dan pengembangan karier personel di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
Salah satu jabatan yang mengalami pergantian adalah Kapolsek Kota Besi. Jabatan yang sebelumnya diemban oleh Ipda Nor Ikhsan kini diserahkan kepada Iptu Edy Hariyanto. Sebelumnya, Nor Ikhsan mendapat penugasan baru sebagai Pamin Siinteltek Ditintelkam Polda Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Iptu Edy Hariyanto yang dipercaya memimpin Polsek Kota Besi sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Cempaga Hulu. Posisi Kapolsek Cempaga Hulu yang ditinggalkannya kini diisi oleh Ipda Sopiyan D. Munthe.
Pergantian juga terjadi di Polsek Telawang. Iptu Budi Hartono yang sebelumnya menjabat Kapolsek Telawang mendapatkan promosi tugas sebagai PS Kapolsek Marikit Polres Katingan. Jabatan Kapolsek Telawang selanjutnya dipercayakan kepada Ipda Fadheli Rahman.
Di wilayah Polsek Sei Sampit, tongkat komando kini dipegang oleh Ipda Bagus Muhammad Ramadhan yang menggantikan Ipda Dhafi Kurnia Yudistira. Dhafi sendiri mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Kurun, Polres Gunung Mas.
Selain pergantian empat Kapolsek tersebut, jabatan Kabaglog Polres Kotim juga mengalami perubahan. AKP Sriyono resmi mengemban tugas sebagai PS Kabaglog Polres Kotim.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan bahwa pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan organisasi sekaligus bentuk regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri.
“Pelantikan Kabaglog ini karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa purna tugas. Kemudian hari ini juga dilaksanakan serah terima empat jabatan Kapolsek, yaitu Kapolsek Sei Sampit, Kapolsek Cempaga Hulu, Kapolsek Kota Besi, dan Kapolsek Telawang,” ujar Resky. Senin, 15 Juni 2026.
Menurutnya, mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi Polri. Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, mutasi juga menjadi sarana pembinaan karier bagi personel yang dinilai memiliki kompetensi dan kinerja baik.
“Mutasi ini merupakan dinamika organisasi yang bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan tugas kepolisian sekaligus pengembangan karier personel. Sebagian pejabat yang dimutasi mendapatkan promosi jabatan dan sebagian lainnya merupakan bentuk penghargaan atas prestasi yang telah ditunjukkan selama bertugas,” jelasnya.
Resky juga berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing, baik secara internal maupun eksternal.
Ia berharap para pejabat baru dapat membangun komunikasi yang baik dengan anggota, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun seluruh elemen masyarakat di wilayah hukum yang menjadi tanggung jawabnya.
“Saya berharap pejabat yang baru segera beradaptasi, memahami karakteristik wilayah tugasnya, membangun sinergi dengan seluruh pihak, dan dapat menjalankan tugas dengan baik, profesional serta penuh tanggung jawab,” tegasnya.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post