SAMPIT – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memicu banjir di sejumlah kawasan permukiman di Kecamatan Baamang, Minggu malam, 17 Mei 2026. Puluhan rumah warga, kios hingga fasilitas umum terdampak akibat genangan air yang muncul setelah curah hujan tinggi melanda wilayah Sampit.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat banjir terjadi di beberapa titik, yakni Jalan Baamang 1, Jalan Christopher Mihing, Jalan Walter Conrad dan Jalan Muchran Ali. Tim BPBD langsung turun melakukan pengecekan lapangan usai menerima laporan warga sekitar pukul 19.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam mengatakan banjir dipicu tingginya curah hujan yang terjadi sejak sore hari berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit.
“Curah hujan pada 16 Mei 2026 tercatat mencapai 120 milimeter. Intensitas hujan yang cukup tinggi itu menyebabkan genangan di sejumlah titik wilayah permukiman warga,” kata Multazam, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan personel BPBD bergerak ke lokasi sekitar pukul 19.58 WIB untuk melakukan ground check dan pemantauan kondisi banjir. Operasi penanganan berlangsung hingga malam hari guna memastikan situasi aman dan tidak ada warga yang memerlukan evakuasi darurat.
“Petugas melakukan pengecekan langsung di lokasi terdampak untuk memastikan kondisi warga dan memantau perkembangan genangan air,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan BPBD, di Jalan Baamang 1 terdapat lima rumah warga yang terdampak dengan ketinggian air di halaman rumah berkisar 10 hingga 15 sentimeter. Sementara di Jalan Christopher Mihing, sebanyak 13 rumah warga ikut tergenang dengan tinggi air mencapai 20 sentimeter.
Kondisi lebih banyak ditemukan di kawasan Jalan Walter Conrad. Di lokasi tersebut, BPBD mencatat sebanyak 39 rumah warga terdampak banjir dengan genangan bervariasi antara 10 hingga 20 sentimeter.
Selain permukiman, banjir juga sempat menggenangi dua titik ruas jalan dengan panjang genangan sekitar lima hingga 20 meter. Tinggi air di badan jalan berkisar antara 10 hingga 35 sentimeter sehingga sempat mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas.
“Untuk Jalan Baamang 1 dan Jalan Muchran Ali saat dilakukan pengecekan kondisi jalan sudah tidak tergenang,” jelas Multazam.
BPBD juga mencatat satu fasilitas umum terdampak, yakni Panti Asuhan Bahagia. Air menggenangi halaman panti dengan ketinggian sekitar 10 sampai 15 sentimeter.
Tidak hanya itu, aktivitas ekonomi masyarakat ikut terdampak akibat genangan air yang masuk ke area kios warga.
Di Jalan Christopher Mihing terdapat tujuh kios yang tergenang di bagian halaman, sedangkan di Jalan Walter Conrad tercatat lima kios mengalami kondisi serupa.
“Beberapa fasilitas perekonomian masyarakat juga terdampak, namun sejauh ini genangan masih berada di halaman dan belum ada laporan kerusakan berat,” katanya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Kotim menurunkan tiga personel beserta satu unit kendaraan roda dua untuk melakukan pemantauan lapangan dan pendataan dampak banjir.
Multazam mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati terutama ketika hujan deras berlangsung cukup lama. Bila terjadi kondisi darurat atau genangan semakin tinggi segera melapor ke BPBD agar bisa cepat ditangani,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post